Moh Zey A Tungkagi
Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Gaya Hidup Sehat Untuk Pencegahan Hipertensi Pada Masyarakat di Desa Tapa Aog Sarman Sarman; Hairil Akbar; Henny Kaseger; Fachry Rumaf; Muh Zul Azhri Rustam; Moh Zey A Tungkagi; Diva Mokodompit; Celsi Olivia Hatam; Ridha Wati Basol
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1487

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama global dan nasional yang sering kali berlangsung tanpa gejala spesifik. Di Provinsi Sulawesi Utara, prevalensinya tergolong tinggi akibat faktor usia dan gaya hidup masyarakat. Kurangnya pemahaman masyarakat Desa Tapa Aog mengenai risiko hipertensi dan penerapan perilaku sehat melatarbelakangi pentingnya pelaksanaan program ini. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode partisipatif berbasis edukasi kesehatan melalui pendekatan promotif dan preventif. Sasaran kegiatan mencakup 120 peserta yang terdiri dari kepala keluarga, tokoh masyarakat, dan anggota PKK di Desa Tapa Aog. Intervensi dilakukan lewat ceramah interaktif menggunakan Power Point dan leaflet, diskusi, dan demonstrasi aktivitas fisik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi diberikan. Sebelum kegiatan, rata-rata tingkat pengetahuan awal masyarakat hanya sebesar 35%. Setelah edukasi, rata-rata tingkat pengetahuan meningkat pesat menjadi 89%, yang berarti terjadi peningkatan sebesar 54%. Peningkatan tertinggi berada pada pemahaman tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin (60%). Edukasi kesehatan berbasis komunitas terbukti efektif meningkatkan literasi masyarakat mengenai hipertensi. Kedepan, diperlukan dukungan berkelanjutan melalui penguatan Posbindu PTM oleh pihak desa agar pemantauan kesehatan warga dapat berjalan secara rutin dan terstruktur.