Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Lingkungan Sekolah Henny Kaseger; Hairil Akbar; Alfarezi Muda; Bimo Atinsa Mokodompit
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1264

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa SDN 1 Bolangat terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Februari 2026 dengan metode penyuluhan interaktif, diskusi, praktik mencuci tangan, dan penggunaan media edukasi berupa poster, leaflet, dan presentasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi siswa, respons terhadap materi, serta penerapan praktik PHBS di lingkungan sekolah. Hasil menunjukkan partisipasi siswa mencapai 90%, pemahaman materi 85%, penerapan praktik cuci tangan 80%, dan penerapan kebersihan lingkungan 75%, sedangkan respons terhadap media edukasi mencapai 95%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan interaktif dan partisipatif efektif dalam meningkatkan pemahaman dan membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Edukasi Kesehatan Lingkungan Sebagai Upaya Pencegahan ISPA Pada Anak di SDN Inpres Bakan Fachry Rumaf; Hairil Akbar; Henny Kaseger; Besse Rismayani; Mohammad Fauzi Pratama Putra Dadu; Tarissa Amelia Podomi; Refalina Mamonto; Tisa Marsa Lamaluta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1274

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dengan prevalensi 9,3% di Indonesia dan tertinggi pada kelompok usia 1-4 tahun (13,7%). Di wilayah kerja Puskesmas Tanoyan, khususnya Desa Bakan Kecamatan Lolayan, ISPA tercatat sebagai salah satu dari 10 penyakit dengan angka kejadian tertinggi. Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok rentan terhadap ISPA karena sistem kekebalan tubuh yang belum optimal dan kesadaran terkait kesehatan lingkungan yang masih rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa SDN Inpres Bakan tentang ISPA meliputi definisi, penyebab, gejala, dan cara pencegahan melalui penyuluhan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SDN Inpres Bakan selama 120 menit. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan media presentasi PowerPoint dan poster. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab mengenai cara penularan, perbedaan gejala, cara pencegahan, dan kapan harus memeriksakan diri. Penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang ISPA. Keberhasilan didukung oleh dukungan sekolah, materi yang sesuai tingkat kognitif anak, dan metode interaktif-partisipatif. Disarankan mengintegrasikan materi kesehatan ke dalam kurikulum rutin, membentuk kader kesehatan sekolah, menyediakan sarana PHBS, serta melibatkan orang tua dalam mendukung edukasi kesehatan.
Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Desa Muntoi Fachry Rumaf; Hairil Akbar; Darmin Darmin; Henny Kaseger; Mariati Indah Lestari; Yogi Rahman Mamonto; Krisdayanti Goni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1288

Abstract

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan pemberdayaan yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan guna mencapai derajat kesehatan yang optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan masyarakat dalam menerapkan lima pilar STBM, yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi yang dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat. Masyarakat mulai memahami dampak sanitasi yang buruk terhadap kesehatan, seperti diare dan infeksi lainnya, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi aktif masyarakat juga menunjukkan respon positif terhadap program yang diberikan. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana sanitasi dan kebiasaan lama masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak agar implementasi STBM dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Peningkatan Kesadaran Gizi dan Aktivitas Fisik Remaja Melalui Senam Bersama di Lingkungan Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika Kotamobagu Moh Rizki Fauzan; Hairil Akbar; Sarman Sarman; Henny Kaseger; Gilang Saputra Bida; Ririn Damopolii; Sinta Dugian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1331

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pola makan tidak sehat dan rendahnya aktivitas fisik, sehingga berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan seperti obesitas dan penyakit tidak menular. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat pada remaja melalui edukasi gizi dan senam bersama. Kegiatan ini dilaksanakan di Lingkungan Institut Teknologi dan Kesehatan Graha Medika dengan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Edukasi gizi diberikan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang, sedangkan senam bersama dilakukan sebagai bentuk implementasi aktivitas fisik secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya menjaga pola makan sehat, sementara kegiatan senam bersama memberikan pengalaman langsung mengenai manfaat aktivitas fisik bagi kebugaran tubuh. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong interaksi sosial dan meningkatkan motivasi peserta untuk menerapkan gaya hidup sehat secara rutin. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan perubahan perilaku remaja menuju pola hidup sehat. Oleh karena itu, kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan dari berbagai pihak, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang sehat, aktif, dan produktif serta mendukung terbentuknya generasi yang berkualitas.