Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi Krisis Public Relations Dalam Menangani Isu Pemerintahan Ahmad Haris Al Hafiz; Gading Muhammad Thoriq; Halif Riadin; Ainul Mardiyah
Journal of Civic and Character Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v2i2.8780

Abstract

Di era digital, penyebaran informasi yang berlangsung secara cepat melalui media massa dan media sosial menyebabkan isu pemerintahan mudah berkembang menjadi krisis yang dapat memengaruhi citra institusi serta tingkat kepercayaan masyarakat. Dalam situasi tersebut, Public Relations (PR) atau humas pemerintah memiliki peran penting dalam mengelola komunikasi agar informasi yang beredar dapat dikendalikan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi krisis Public Relations dalam menangani isu pemerintahan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilan penanganan krisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai jurnal ilmiah, buku, dan sumber literatur yang relevan mengenai komunikasi krisis dan public relations pemerintahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi krisis yang efektif dilakukan melalui identifikasi isu secara dini, penyampaian informasi yang cepat, akurat, dan transparan, pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi publik, serta koordinasi yang baik antarinstansi pemerintah. Selain itu, komunikasi dua arah dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan dan mengurangi dampak negatif dari isu yang berkembang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penanganan krisis sangat dipengaruhi oleh kesiapan humas dalam merespons isu secara profesional, konsisten, dan berorientasi pada kebutuhan informasi publik. Dengan demikian, strategi komunikasi krisis yang tepat dapat membantu pemerintah menjaga reputasi institusi dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Optimalisasi Pembelajaran Iqra’-Al-Qur’an Berbasis Media Interaktif Melalui Literasi Digital Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok Natasya Syahida; Yasmin Nafisah; Halif Riadin; Gading Muhammad Thoriq; Farhan Indra
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol. 3 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v3i2.9155

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang dalam pengembangan metode pembelajaran, termasuk pembelajaran Iqra’ dan Al-Qur’an. Namun, pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran keagamaan masih memerlukan pendampingan agar penggunaannya dapat diarahkan pada aktivitas yang edukatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pembelajaran Iqra’ dan Al-Qur’an melalui pemanfaatan media interaktif sekaligus memperkuat literasi media digital masyarakat Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Kegiatan dilaksanakan selama 10 hari, yaitu 6–15 Juli 2026, dengan program utama berupa pendampingan pembelajaran Iqra’ dan Al-Qur’an berbasis media interaktif setiap ba’da Magrib. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui observasi, perencanaan program, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi kualitatif. Program utama diperkuat melalui kegiatan kelas kreatif, kultum Subuh, senam bersama warga, pengajaran di taman kanak-kanak, perwiridan ibu-ibu dan bapak-bapak, seminar literasi media digital tentang hoaks dan kecerdasan buatan, gotong royong masjid, perlombaan warga dan anak-anak, serta Festival Anak Sholeh dan Sholehah. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif memberikan variasi dalam pembelajaran dan membantu anak-anak memperoleh contoh pelafalan huruf hijaiyah serta ayat Al-Qur’an melalui aplikasi. Pendampingan mahasiswa juga membantu anak-anak yang masih terbatas dalam menggunakan gawai untuk kepentingan pembelajaran. Selain itu, berbagai kegiatan pendukung memperluas interaksi mahasiswa dengan masyarakat dan memperkuat aspek keagamaan, pendidikan, literasi digital, kreativitas, kesehatan, serta solidaritas sosial. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi media digital dengan pendampingan langsung dapat menjadi alternatif dalam mengoptimalkan pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan masyarakat.