p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IKRA-ITH ABDIMAS
M. Anas Tohir
Universitas Negeri Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Budidaya Jamur di SDN Percobaan 1 Malang Sebagai Sekolah Mitra PPG Universitas Negeri Malang Dani Irawan; M. Anas Tohir; Annisya; Venia Ranita Sari; Yustina Ayu Wulandari; One Riyanis; Safira Putri Damayanti; Winda Tri Utami
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5624

Abstract

Pelatihan budidaya jamur tiram di SDN Percobaan 1 Malang sebagai sekolah mitra PPGUniversitas Negeri Malang merupakan inovasi pembelajaran kontekstual yang memadukanpotensi lokal dengan pendidikan kewirausahaan sejak dini. Kegiatan ini dirancang untukmengatasi rendahnya literasi kewirausahaan di sekolah dasar dan terbatasnya pengalamanguru serta mahasiswa PPG dalam mengelola pembelajaran berbasis produk pangan lokal.Tujuan pelatihan adalah meningkatkan kompetensi guru dan mahasiswa PPG dalammerancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran kontekstual berbasis budidayajamur tiram. Komoditas ini dipilih karena mudah dibudidayakan, bernilai jual, dan dapatmenjadi sarana pembelajaran yang aplikatif.Metode pelaksanaan bersifat partisipatif,kolaboratif, dan berbasis praktik langsung (learning by doing). Guru, mahasiswa, dan siswaterlibat aktif mulai dari persiapan media tanam, inokulasi bibit, perawatan, panen, hinggapengemasan produk. Pelatihan terdiri dari tiga sesi luring di sekolah dan lima sesi daringmelalui platform digital, dengan total durasi 32 jam.Hasil pelatihan menunjukkanpeningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis peserta, baik guru, mahasiswa, maupunsiswa. Siswa menjadi lebih mandiri, kreatif, dan memahami dasar-dasar wirausahasederhana. Guru dan mahasiswa PPG memperoleh pengalaman langsung dalammemanfaatkan potensi lokal sebagai media pembelajaran. Kegiatan ini membuktikanbahwa pelatihan berbasis potensi lokal dapat memperkuat keterampilan praktis danmenumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini di lingkungan sekolah dasar.Kata kunci: Budidaya Jamur Tiram, Kewirausahaan Sejak Dini, PembelajaranKontekstual, Sekolah Dasar (SD),
Penguatan Kompetensi Guru melalui Perencanaan Pembelajaran Multilevel Berbasis Augmented Reality oleh Kolaborasi Alumni dan Mahasiswa PPG UM Lilik bin tartik; Dani Irawan; M. Anas Tohir; Surayanah Surayanah
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revolusi industri 4.0 telah mendorong dunia pendidikan untuk bertransformasi, termasuk dalam pengembangan perangkat pembelajaran berbasis teknologi. SDN Percobaan 1 Kota Malang, sebagai mitra Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Malang, menghadapi tantangan rendahnya kompetensi guru dalam merancang perangkat pembelajaran inovatif yang terintegrasi dengan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun perangkat pembelajaran multi-level berbasis AR/VR yang sesuai dengan prinsip diferensiasi dan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pelatihan berbasis workshop dan pendampingan intensif dengan pendekatan learning by doing. Kegiatan dilakukan dalam 12 sesi, terdiri atas pelatihan luring, daring, dan evaluasi akhir. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep dasar AR/VR, eksplorasi perangkat dan perangkat lunak (seperti Unity, Metaverse Studio, Vuforia, ARCore), penyusunan media pembelajaran kontekstual, hingga praktik langsung pembuatan perangkat pembelajaran interaktif yang dapat diakses siswa pada berbagai level kemampuan. Evaluasi dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif berdasarkan ketercapaian kompetensi guru dan kualitas produk pembelajaran yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mengalami peningkatan signifikan dalam hal literasi teknologi, kreativitas perancangan media, dan kemampuan integrasi prinsip diferensiasi dalam pembelajaran. Lebih dari 80% peserta berhasil mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis AR/VR dengan topik sesuai mata pelajaran yang diajarkan. Umpan balik dari siswa dan rekan sejawat menunjukkan bahwa media yang dikembangkan lebih menarik, interaktif, dan memudahkan pemahaman konsep abstrak. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan alumni PPG UM dapat menjadi strategi efektif dalam menguatkan kompetensi guru berbasis teknologi
Modernisasi Dapur Produksi Ubi Kayu Sebagai Produk Unggulan Kabupaten Kediri Dani Irawan; Primasa Minerva Nagaei; M. Anas Tohir; Wulan Trisnawaty
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kediri memiliki potensi besar sebagai sentra penghasil ubi kayu, namun masihmenghadapi kendala dalam efisiensi produksi, manajemen usaha, serta strategi pemasarandigital Tujuan pelaksanaan program pemberdayaan berbasis wilayah skema pengembanganproduk unggulan daerah ini adalah mengembangkan potensi unggulan daerah melaluioptimalisasi dapur usaha UMKM olahan ubi kayu di Kabupaten Kediri guna meningkatkanproduktivitas, branding, dan pendapatan usaha. Kegiatan ini berfokus pada penguatankapasitas dua mitra utama, yaitu UMKM Kripik Sermier dan UMKM Kripik Tempe Sagu,dengan dukungan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kediri. Metode pelaksanaanmeliputi pemetaan kebutuhan, modernisasi peralatan produksi, pelatihan manajemenkeuangan digital, pengembangan desain kemasan, serta pendampingan promosi digital danpenerapan sistem keamanan pangan sederhana (HACCP). Teknologi tepat guna yangditerapkan mencakup mesin pencetak kerupuk otomatis, mesin pengaduk bumbu, danmesin pengemas higienis untuk mitra pertama, serta mesin pencuci dan pemotong tempesemiotomatis bagi mitra kedua. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitasproduksi sebesar 6–7%, efisiensi waktu naik 20%, dan penurunan cacat produk sebesar3,5%. Kedua mitra kini memiliki sistem pencatatan keuangan digital, kemasan yang lebihmenarik, dan aktif di marketplace serta media sosial. Dampak sosial ekonomi terlihat daripeningkatan pendapatan dan keterlibatan tenaga kerja lokal, terutama ibu rumah tangga