Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN BISKUIT FUNGSIONAL EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI SUPLEMEN GIZI UNTUK ANAK STUNTING Rulia Meilina; Daffa Khairunnisa; Cut Fetri Yulya; Intan Saumi; Nasyani Elisiya
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5421

Abstract

Stunting pada anak dipicu oleh kekurangan gizi kronis yang menghambat tumbuh kembang optimal. Daun kelor (Moringa oleifera) kaya protein, vitamin C, zat besi, dan kalsium sehingga berpotensi sebagai suplemen gizi. Ekstraksi menggunakan etanol 70% menghasilkan simplisia dengan kadar air 3,33 %, abu total 6,8 %, abu tak larut asam 0,34 %, sari larut air 24,33 %, dan sari larut etanol 29,8 % yang memenuhi standar herbal. Skrining fitokimia mengidentifikasi alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Empat formula biskuit dibuat dengan komposisi ekstrak 0%, 5%, 10%, dan 15%. Uji fisik menunjukkan semua varian memiliki tekstur renyah dan bentuk utuh, meski warna berubah dari kuning keemasan menjadi hijau pekat seiring peningkatan ekstrak. Penilaian organoleptik oleh 12 panelis menunjukkan formula 5% dan 10% paling disukai (skor rata-rata > 6). Analisis gizi mengungkap kandungan protein 13,95 % dan vitamin C 6917,03 mg/100 g, sementara analisis zat besi dan kalsium masih berlangsung. Berdasarkan karakteristik fisik, daya terima organoleptik, dan peningkatan nutrisi, konsentrasi ekstrak 5–10 % menawarkan keseimbangan optimal. Biskuit fungsional berbasis daun kelor pada kisaran tersebut layak dikembangkan sebagai suplemen tambahan bagi anak stunting.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN TEH HERBAL SEBAGAI ALTERNATIF PENCEGAHAN PENYAKIT Rulia Meilina; Eva Rosdiana; Mutiawati Mutiawati; Syafriadi Syafriadi; Yustika Wirda Ningsih; Ardhana Yulisma; Fitra Alvionida; Nasyani Elisiya
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan warga Desa Klieng Meuria, Kabupaten Aceh Besar dalam pemanfaatan teh herbal sebagai alternatif pencegahan penyakit. Permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat adalah kurangnya pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman herbal yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai sumber minuman kesehatan preventif. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 melalui metode penyuluhan, pelatihan pembuatan teh herbal, dan diskusi interaktif bersama masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan tanaman herbal lokal, manfaat kesehatan teh herbal, serta teknik pengolahan dan penyajian yang higienis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap manfaat teh herbal serta adanya minat untuk mengembangkan produk teh herbal secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian kesehatan masyarakat berbasis potensi lokal serta memperkuat budaya hidup sehat di pedesaan.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN BISKUIT FUNGSIONAL EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI SUPLEMEN GIZI UNTUK ANAK STUNTING Rulia Meilina; Daffa Khairunnisa; Cut Fetri Yulya; Intan Saumi; Nasyani Elisiya
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5421

Abstract

Stunting pada anak dipicu oleh kekurangan gizi kronis yang menghambat tumbuh kembang optimal. Daun kelor (Moringa oleifera) kaya protein, vitamin C, zat besi, dan kalsium sehingga berpotensi sebagai suplemen gizi. Ekstraksi menggunakan etanol 70% menghasilkan simplisia dengan kadar air 3,33 %, abu total 6,8 %, abu tak larut asam 0,34 %, sari larut air 24,33 %, dan sari larut etanol 29,8 % yang memenuhi standar herbal. Skrining fitokimia mengidentifikasi alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Empat formula biskuit dibuat dengan komposisi ekstrak 0%, 5%, 10%, dan 15%. Uji fisik menunjukkan semua varian memiliki tekstur renyah dan bentuk utuh, meski warna berubah dari kuning keemasan menjadi hijau pekat seiring peningkatan ekstrak. Penilaian organoleptik oleh 12 panelis menunjukkan formula 5% dan 10% paling disukai (skor rata-rata > 6). Analisis gizi mengungkap kandungan protein 13,95 % dan vitamin C 6917,03 mg/100 g, sementara analisis zat besi dan kalsium masih berlangsung. Berdasarkan karakteristik fisik, daya terima organoleptik, dan peningkatan nutrisi, konsentrasi ekstrak 5–10 % menawarkan keseimbangan optimal. Biskuit fungsional berbasis daun kelor pada kisaran tersebut layak dikembangkan sebagai suplemen tambahan bagi anak stunting.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN TEH HERBAL SEBAGAI ALTERNATIF PENCEGAHAN PENYAKIT Rulia Meilina; Eva Rosdiana; Mutiawati Mutiawati; Syafriadi Syafriadi; Yustika Wirda Ningsih; Ardhana Yulisma; Fitra Alvionida; Nasyani Elisiya
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan warga Desa Klieng Meuria, Kabupaten Aceh Besar dalam pemanfaatan teh herbal sebagai alternatif pencegahan penyakit. Permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat adalah kurangnya pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman herbal yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai sumber minuman kesehatan preventif. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 melalui metode penyuluhan, pelatihan pembuatan teh herbal, dan diskusi interaktif bersama masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan tanaman herbal lokal, manfaat kesehatan teh herbal, serta teknik pengolahan dan penyajian yang higienis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap manfaat teh herbal serta adanya minat untuk mengembangkan produk teh herbal secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian kesehatan masyarakat berbasis potensi lokal serta memperkuat budaya hidup sehat di pedesaan.