Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

CEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA DI SMPN 3 MEULABOH, KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN, ACEH BARAT Syarifah Yanti Astryna; Fitra Alvionida; Nurhayati Nurhayati; Siti Samaniyah; Nur Aida
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Narkoba adalah masalah yang kompleks di Indonesia, yang ditandai oleh peningkatan jumlah pecandu narkoba dan banyaknya kasus narkoba yang terungkap. Hal ini berdampak buruk pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara di masa depan. Salah satu penyebab meningkatnya konsumsi narkoba pada remaja adalah sikap mereka yang mengabaikan nilai-nilai, norma, dan hukum yang berlaku. Kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Meulaboh, Kabupaten Johan Pahlawan, Aceh Barat pada tanggal 15 Agustus 2024. Kegiatan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba ini dikoordinasi oleh pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Meulaboh, dilakukan dengan tujuan agar kegiatan sosialisasi ini dapat berjalan dengan baik dan memperoleh dukungan dari berbagai pihak yang terlibat didalam kegiatan sosialisasi tersebut. Sosialisasi ini diikuti oleh pelajar dan guru wali. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi penyebab penyalahgunaan narkoba pada remaja. Metode yang digunakan adalah systematic literature review berdasarkan artikel yang dipublikasikan yaitu penyalahgunaan narkoba pada remaja dari berbagai aspek fisik, psikis, pendidikan, sosial dan ekonomi.Kata Kunci: Narkoba, pengetahuan kelompok remaja, penyalahgunaanDrugs are a complex problem in Indonesia, which is characterized by an increase in the number of drug addicts and the number of drug cases that have been exposed. This has a bad impact on the life of society and the state in the future. One of the causes of the increase in drug consumption in adolescents is their attitude of ignoring applicable values, norms, and laws. The socialization of the dangers of drug abuse for the younger generation was carried out at the State Junior High School (SMP) 3 Meulaboh, Johan Pahlawan Regency, West Aceh on August 15, 2024. This socialization activity about the dangers of drug abuse was coordinated by the State Junior High School (SMP) 3 Meulaboh, carried out with the aim that this socialization activity can run well and obtain support from various parties involved in the socialization activity. This socialization was attended by students and guardian teachers. The purpose of the study is to identify the causes of drug abuse in adolescents. The method used is a systematic literature review based on published articles, namely drug abuse in adolescents from various physical, psychological, educational, social and economic aspects.Key words: Drugs, adolescent group knowledge, abuse
EVALUASI AKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA BAKAR SALEP POLIHERBAL BERBASIS EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA DAN DAUN JATI PADA MENCIT Rulia Meilina; Sylvi Divana Fitra; Fitra Alvionida; Ellya Siswanti; Yustika Wirda Ningsih; Syafriadi Syafriadi; Ratna Willis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5952

Abstract

Luka bakar merupakan salah satu bentuk kerusakan jaringan kulit yang disebabkan oleh paparan panas, bahan kimia, maupun radiasi. Penanganan luka bakar memerlukan sediaan topikal yang efektif dalam mempercepat regenerasi jaringan serta mencegah terjadinya infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas penyembuhan luka bakar dari salep poliherbal yang mengandung kombinasi ekstrak etanol daun mangga (Mangifera indica L.) dan daun jati (Tectona grandis L.f.) pada mencit putih (Mus musculus L.). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan melibatkan 25 ekor mencit putih jantan yang dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok diberikan sediaan salep dengan variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 15%:15%, 30%:15%, dan 45%:20%. Salep gentamisin digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan basis salep tanpa ekstrak digunakan sebagai kontrol negatif. Proses penyembuhan luka bakar diamati selama 14 hari. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salep kombinasi ekstrak etanol daun mangga dan daun jati memiliki aktivitas yang signifikan dalam mempercepat penyembuhan luka bakar, yang ditandai dengan penurunan luas luka serta percepatan fase regenerasi jaringan kulit. Formula dengan konsentrasi 45% ekstrak daun mangga dan 20% ekstrak daun jati (F3) menunjukkan efektivitas terbaik dibandingkan dengan formula lainnya maupun kontrol positif.
UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) Syarifah Yanti Astryna; Fitra Alvionida; Elizar Elizar; Rulia Meilina; Asmaul Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5252

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara yang beriklim tropis, sehingga pancaran sinar ultraviolet dapat menyebabkan radiasi dan membahayakan manusia apabila mengenai kulit manusia dalam waktu yang lama, sehingga perlu dirawat dengan menggunakan senyawa yang memiliki aktivitas tabir surya. Keefektifan tabir surya dinyatakan dalam label kekuatan SPF (Sun Protecting Factor). Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tabir surya adalah daun pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etil  asetat daun pepaya (Carica papaya L.) sebagai tabir surya. Metode pada penelitian ini dilakukan secara Experimental Laboratory dilakukan dengan metode pengukuran nilai SPF pada variasi konsentrasi 100, 200, 300, 400, dan 500 ppm dengan alat spektofotometer UV-vis. Hasil pengukuran pada konsentrasi paling tinggi yaitu 500 ppm diperoleh nilai SPF paling tinggi juga yaitu sebesar 24,37 dengan  kategori proteksi ultra. Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh konsentrasi ekstrak etil asetat daun pepaya mengandung senyawa flavonoid, tannin dan alkaloid. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh ekstrak etil asetat daun pepaya (Carica papaya L.) dapat dijadikan  sebagai tabir surya. 
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TRANSDERMAL PATCH DARI EKSTRAK ETANOL BUAH PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.) SEBAGAI PEREDA NYERI Rulia Meilina; Indah Amelia Putri; Periskila Dina Kali Kulla; Fauziah Andika; Ratna Willis; Ismail Ismail; Syafriadi Syafriadi; Ardhana Yulisma; Fitra Alvionida; Yustika Wirda Ningsih
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4839

Abstract

Buah pala merupakan tanaman obat tradisional yang telah lama digunakan. Buah pala memiliki aktivitas sebagai analgesik karena mengandung senyawa flavonoid. Senyawa flavonoid memiliki peran dalam menghambat pembentukan prostaglandin. Rhematoid arthitis merupakan penyakit sendi yang menyebabkan nyeri, menurut WHO penderita penyakit ini telah mencapai 355 juta jiwa dengan penghantaran obat yang dapat mengiritasi lambung, sehingga diberikan alternatif lain dengan penghantaran obat secara transdermal untuk mengurangi first pass effect. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasi ekstrak etanol buah pala menjadi sediaan transdermal patch sebagai pereda nyeri. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium, ekstrak yang didapat diformulasikan menjadi sediaan patch selanjutnya dilakukan uji evaluasi dan uji efektivitas analgesik. Analisa data dilakukan secara statistik dengan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah pala dapat diformulasikan menjadi sediaan transdermal patch yang memiliki efektivitas sebagai pereda nyeri dengan hasil pengujian terhadap hewan coba yaitu mencit yang telah dianalisis secara statistik sehingga diperoleh formulasi F1(10%), F2 (15%), dan F3(20%) memiliki perbedaan efektivitas sebagai pereda nyeri. Formulasi terbaik yaitu formula 3 dengan konsentrasi 20% dengan nilai p-value yaitu 0.000 atau <0.05.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN TEH HERBAL SEBAGAI ALTERNATIF PENCEGAHAN PENYAKIT Rulia Meilina; Eva Rosdiana; Mutiawati Mutiawati; Syafriadi Syafriadi; Yustika Wirda Ningsih; Ardhana Yulisma; Fitra Alvionida; Nasyani Elisiya
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan warga Desa Klieng Meuria, Kabupaten Aceh Besar dalam pemanfaatan teh herbal sebagai alternatif pencegahan penyakit. Permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat adalah kurangnya pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman herbal yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai sumber minuman kesehatan preventif. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 melalui metode penyuluhan, pelatihan pembuatan teh herbal, dan diskusi interaktif bersama masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan tanaman herbal lokal, manfaat kesehatan teh herbal, serta teknik pengolahan dan penyajian yang higienis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap manfaat teh herbal serta adanya minat untuk mengembangkan produk teh herbal secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian kesehatan masyarakat berbasis potensi lokal serta memperkuat budaya hidup sehat di pedesaan.