Rosnelly Roesdi
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh kompetensi, motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru pada SMAN Bernas Binsus, Provinsi Riau Bagas Aditya; Rosnelly Roesdi; Arwinence Pramadewi
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1161

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, motivasi kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru di SMAN Bernas Binsus Provinsi Riau. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian terdiri atas seluruh guru PNS SMAN Bernas Binsus Provinsi Riau yang berjumlah 42 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, motivasi kerja, dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun simultan. Berdasarkan nilai standardized beta, motivasi kerja merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi kinerja guru dibandingkan dengan kompetensi dan lingkungan kerja. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini hanya dilakukan pada satu sekolah dengan jumlah responden yang relatif terbatas, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan pada seluruh sekolah menengah atas di Provinsi Riau maupun wilayah lainnya. Implikasi – Hasil penelitian memberikan implikasi bagi pihak sekolah untuk meningkatkan kinerja guru melalui penguatan motivasi kerja, peningkatan kompetensi melalui program pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan, serta penciptaan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan kondusif. Kebaruan – Penelitian ini mengintegrasikan kompetensi, motivasi kerja, dan lingkungan kerja dalam menjelaskan kinerja guru dalam konteks sekolah unggulan berasrama (Binsus), yang masih relatif terbatas dikaji dalam penelitian sebelumnya.
Determinan kinerja driver ShopeeFood di kota Pekanbaru: Peran insentif, punishment, dan moderasi kepuasan kerja Devano Dwi Ikhsan; Abd. Rasyid Syamsuri; Rosnelly Roesdi
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1343

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh insentif dan punishment terhadap kinerja driver ShopeeFood di Kota Pekanbaru dengan kepuasan kerja sebagai variabel moderasi. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Populasi penelitian ini adalah driver ShopeeFood di Kota Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 267 driver ShopeeFood. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner tertutup menggunakan skala pengukuran interval dan dianalisis dengan SmartPLS melalui pengujian outer model dan inner model. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 82,6% variasi kinerja driver (R² = 0,826). Insentif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja driver ShopeeFood (t = 8,767; p < 0,001). Selain itu, penerapan punishment yang adil dan proporsional juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja driver (t = 7,902; p < 0,001). Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja (t = 10,022; p < 0,001) serta terbukti memperkuat pengaruh insentif (t = 6,521; p < 0,001) dan punishment (t = 2,441; p = 0,015) terhadap kinerja driver. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup sehingga informasi yang diperoleh dari responden masih terbatas pada pilihan jawaban yang telah disediakan. Selain itu, penelitian ini hanya menggunakan empat variabel utama yaitu insentif, punishment, kepuasan kerja, dan kinerja driver. Implikasi – Penelitian ini memberikan implikasi bagi perusahaan ShopeeFood dalam meningkatkan sistem insentif, penerapan punishment yang adil, serta meningkatkan kepuasan kerja driver guna mendukung peningkatan kinerja driver secara optimal. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pengelolaan mitra driver yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian peran kepuasan kerja sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara insentif dan punishment terhadap kinerja driver ShopeeFood di Kota Pekanbaru.