Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

Terapi Aktivitas Kelompok (Tak) Pada Lansia Dengan Penurunan Fungsi Kognitif Di Yayasan Taman Bodhi Asri Martina, Siska Evi; Rumondang Gultom; Rinco Siregar; Elfrida Amazihono
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia dapat dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Proses menjadi lansia merupakan proses alamiah yang dapat terjadi pada setiap orang. Dimana keadaan yang ditandai oleh kegagalan seseorang untuk mempertahankan keseimbangan terhadap kondisi stres fisiologis. Kegagalan ini berkaitan dengan penurunan daya kemampuan untuk hidup serta peningkatan kepekaan secara individual. Aspek yang juga mengalami penurunan secara degenerative adalah fungsi kognitif (kecerdasan/pikiran). Salah satu contoh gangguan degeratif kognitif pada lansia adalah demensia. Demensia adalah suatu sindroma klinik yang meliputi hilangnya fungsi intelektual dan ingatan/memori sedemikian berat sehingga menyebabkan disfungsi hidup sehari-hari. Terapi aktifitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada kelompok lansia yang mempunyai masalah keperawatan yang sama. Aktivitas diguanakan sebagai terapi dan kelompok diguanakan sebagai target asuhan. Di dalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang saling bergantung, saling membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat lansia melatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku yang maladaptif. Setelah dilakukannya Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Tebak Gambar dan oper bola diharapakan dapat mempertahankan daya ingat dan konsentrasi lansia, kemampuan motorik, kognitif, dan bahasa yang lebih kompleks.
PENGGUNAAN APD TERHADAP KESIAPAN MENTAL PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN COVID-19 DI RSU DR. FERDINAND LUMBAN TOBING Sinaga, Janno; Siska Evi Martina; Rumondang Gultom
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan tekanan besar pada tenaga kesehatan, terutama perawat yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien. Penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi komponen penting dalam melindungi tenaga kesehatan dari paparan virus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan APD terhadap kesiapan mental perawat dalam merawat pasien COVID-19 di RSU Dr. Ferdinand Lumban Tobing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 100 perawat sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan APD secara tepat dan konsisten berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesiapan mental perawat. Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan penggunaan APD dan dukungan psikologis bagi perawat selama pandemi.
PELATIHAN SIKAP PERAWAT IGD TENTANG TRIAGE DI INTALANSI GAWAT DARURAT RSUD DR.H.KUMPULAN PANE KOTA TEBING TINGGI,RSUD RANTAU PARAPAT,RSUD TUAN RONDAHIM SIMALUNGUN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Martina, Siska Evi; Donal Nababan; Rumondang Gultom
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya pasien yang datang di IGD membuat perawat harus memilah pasien dengan cepat dan tepat sesuai prioritas. Hal tersebut memerlukan pengetahuan dan sikap dalam hal pemisahan jenis dan kegawatan pasien dalam triase, sehingga penanganan pasien bisa lebih optimal dan terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat tentang triage. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di IGD RSUD Dr. H Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi, RSUD Rantau Prapat, dan RSUD Tuan Rondahaim Simalungun dari bulan Januari sampai Agustus 2020. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 46 perawat yang bertugas di IGD RSUD Dr. H Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi, RSUD Rantau Prapat, dan RSUD Tuan Rondahaim Simalungun yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan korelasi spearman rank pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas perawat memiliki pengetahuan tentang triase yang cukup (48%) dan mayoritas perawat bersikap positif (77%). Hasil analisis statistik spearman rank memperoleh nilai koefisien korelasi spearman sebesar 0,753 dengan ρ-value 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat tentang triase di RSUD Dr. H Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi, RSUD Rantau Prapat, dan RSUD Tuan Rondahaim Simalungun
Pendidikan Kesehatan Hipertensi Di Wilayah Kerja Upt Puskesmas Lalang Kecamatan Medan Beras Batu Bara Sinurat, Lasma Rina Efrina; Siska Evi Martina; Rumondang Gultom
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan kondisi medis kronis yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah secara terus-menerus di atas ambang normal. Hipertensi sering disebut sebagai "silent killer" karena sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas namun dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Faktor risiko hipertensi meliputi gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, konsumsi alkohol, dan merokok, serta faktor genetik dan usia. Diagnosis hipertensi dilakukan dengan pengukuran tekanan darah menggunakan alat sphygmomanometer, dengan kategori tekanan darah ≥140/90 mmHg sebagai indikator hipertensi. Penatalaksanaan hipertensi melibatkan perubahan gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang, peningkatan aktivitas fisik, manajemen stres, dan jika diperlukan, pengobatan dengan antihipertensi. Pencegahan hipertensi sangat penting untuk mengurangi beban penyakit ini secara global, terutama melalui pendekatan promotif dan preventif yang melibatkan edukasi masyarakat dan kebijakan kesehatan publik.
Pembedayaan Keluarga Dalam Kepatuhan Makan Obat Pada Lansia Hiperetensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit 2022 Martina, Siska Evi; Rumondang Gultom; Janno Sinaga; Leny Renova Lumbantobing
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan makan obat pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Buhit. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Sebanyak 50 lansia hipertensi yang terdaftar di Puskesmas Buhit berpartisipasi dalam penelitian ini. Intervensi dilakukan melalui program edukasi dan pelatihan kepada anggota keluarga tentang pentingnya kepatuhan dalam pengobatan hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat kepatuhan makan obat sebelum dan setelah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan makan obat meningkat dari 60% sebelum intervensi menjadi 84% setelah intervensi. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,01). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan keluarga efektif dalam meningkatkan kepatuhan makan obat pada lansia hipertensi.
Kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok Senam Lansia Dalam Upaya Meningkatkan Interaksi Sosial Pada Lansia Di Taman Bodhi Asri Medan Martina, Siska Evi; Rumondang Gultom; Janno Sinaga
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia lanjut atau lanjut usia bukanlah merupakan suatu penyakit, meskipun hal tersebut dapat menimbulkan masalah sosial. Di beberapa negara, terutama di negara-negara maju umur harapan hidup telah bertambah panjang sehingga warga-warga yang berusia lebih dari 65 tahun juga bertambah. Adanya peningkatan jumlah penduduk usia lanjut tersebut menyebabkan perlunya perhatian pada para lansia agar lansia tidak hanya berumur panjang tetapi juga dapat menikmati masa tuanya dengan bahagia serta meningkatkan kualitas hidup mereka. Tandatanda masa tua disertai dengan adanya kemunduran-kemunduran kemampuan kerja pancaindera, gangguan fungsi alat-alat tubuh, perubahan psikologi serta adanya berbagai penyakit.Dengan banyaknya perubahan yang terjadi pada lansia banyak pula masalah kesehatan yang dihadapi. Untuk mempertahankan kesehatan lansia-lansia tersebut perlu adanya upaya-upaya baik besifat perawatan, pengobatan, pola hidup sehat dan juga upaya lain seperti senam.