Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengelolaan Karakter Peduli Sosial Pada Anak Usia Dini Melalui Program Berjenjang Umayah; Muhiyatul Huliyah; Heny Fajriani; Ridha Rahmawati
WISDOM: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/wisdom.v7i1.13762

Abstract

This study explains the management of social care character education in early childhood through a tiered program at Afta Islamic Kindergarten, Serang City. The research used a qualitative case study design. Data were collected from three key informants, namely the principal, a B2 classroom teacher, and the chairperson of the Parent-Teacher Association, through interviews, observation of school routines, and analysis of program documents. The findings show four activity tiers: annual, monthly, weekly, and daily. The annual tier consists of charity and iftar with orphans, the monthly tier provides supplementary healthy meals, the weekly tier uses Friday donations, and the daily tier includes watering plants, sharing food, and cooperative play. The program is planned through school work meetings, implemented through teacher modeling and habituation, and evaluated formatively through observation of children's behavior. The study highlights structured, collaborative, and child-centered character management
The Effect of Beatbox-Accompanied Storytelling on Receptive Language Development in Children Aged 4–5 Years Abda Billah Faza Muhammadkan Bastian; Imroatun Imroatun; Muhiyatul Huliyah; Alinda Yunita; Juholillah Juholillah; Dind Ibra Benign Sajid
GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education Vol. 7 No. 1 (2026): GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/gns.v7i1.232

Abstract

This study examined the effect of beatbox-accompanied storytelling on receptive language development among early childhood learners. A one-group pretest–posttest pre-experimental design was employed involving 20 children aged 4–5 years from Wadas Kelir Creative House Playgroup (KB Rumah Kreatif Wadas Kelir), Purwokerto, Central Java. Children’s receptive language performance was assessed before and after participating in beatbox-integrated storytelling activities using an observation-based questionnaire. Data were analyzed through descriptive statistics, normality testing, paired-samples t-test, and regression analysis using SPSS. The findings showed a significant improvement in children’s receptive language scores after the implementation of beatbox-accompanied storytelling (p < .05). Regression analysis indicated that the storytelling intervention contributed to receptive language outcomes, explaining 27.9% of the variance (R² = .279). These findings suggest that integrating beatboxing into storytelling creates a multisensory and interactive learning experience that supports children’s attention, engagement, comprehension, and responses. This study highlights beatboxing as a creative pedagogical strategy for strengthening receptive language development in early childhood education.
Peran Kepala Sekolah dan Komite dalam Mengembangkan Program Kegiatan untuk Mendukung Karakter Peduli Sosial pada Anak di RA Al-Amanah Cilegon Hilda Hasanah; Umayah Umayah; Teguh Fachmi; Muhiyatul Huliyah; Hunainah Hunainah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala sekolah memiliki peran sentral sebagai pemimpin dan penggerak utama dalam pengembangan karakter peduli sosial pada anak. Kepala sekolah dan komite mengadakan kegiatan untuk mendukung karakter peduli sosial anak seperti : bakti sosial, kunjungan panti asuhan, penggalangan dana, kegiatan berbagi makanan, gerkan peduli lingkungan. Perkembangan peduli sosial pada anak sangat penting dilakukan kepala sekolah, guru dan komite di sekolah. Sekolah membentuk karakter peduli sosial pada anak, nilai-nilai dari karakter peduli sosial, dengan memberikan bimbingan, pemahaman dan keyakinan supaya karakter peduli sosial emosional yang ada pada peserta didik semakin berkembang dan dapat ditanamkan dengan baik dan penuh kesadaran. Namun pada kenyataannya masih banyak peserta didik yang memiliki karakter peduli sosial kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dan komite dalam mengembangkan program kegiatan yang mendukung karakter peduli sosial pada anak di RA Al-Amanah kota Cilegon dan sebarapa jauh perkembangannya terhadap anak. Adapun teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisa data yang peneliti gunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang peneliti lakukan dapat disimpulkan adalah kepala sekolah dan komite telah melakukan kerja sama atau berkolaborasi melakukan perannya dalam mengembangkan program kegiatan yang mendukung sikap peduli sosial pada anak dengan baik. Peran tersebut diantaranya : 1. Kepala sekolah sebagai pendidik, 2. Kepala sekolah sebagai manajer, 3. Kepala sekolah sebagai pengadministrasian, 4. Kepala sekolah sebagai pengawas. 5. Kepala sekolah sebagai pemimpin 6. Kepala sekolah sebagai motivasi. Adapun komite sekolah : 1. Komite sekolah sebagai pertimbangan, 2. Komite sekolah sebagai pendukung, 3. Komite sekolah sebagai pengontrolan, 4. Komite sekolah sebagai mediator.
Pengaruh Penggunaan Gerakan Tangan dan Bernyanyi terhadap Menghafal Asmaul Husna pada  Usia 5-6 Tahun di RA Al-Wardah Pandeglang Siti Nuraisyah; Rosidah Rosidah; Muhiyatul Huliyah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gerakan tangan dan bernyanyi terhadap tingkat menghafal dan memahami makna Asmaul Husna pada anak usia 56 tahun di RA Al-Wardah Pandeglang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen menggunakan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari dua kelompok: kelas eksperimen dan kelas control. Instrumen pengumpulan data terdiri dari observasi, angket, dan tes yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji Mann Whitney dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kemampuan menghafal dan memahami makna Asmaul Husna pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai rata- rata posttest kelas eksperimen berada pada kategori berkembang sangat baik dengan peningkatan skor mencapai 81%100%.
Strategi Kepala Sekolah dalam Pengembangan Profesionalisme Guru PAUD Non Linier Di PAUD BKB Kemas Al-ikhlas Susyanti Susyanti; Umayah Umayah; Wulan Fauzia; Hunainah Hunainah; Muhiyatul Huliyah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala sekolah merupakan faktor terpenting dalam memajukan lembaganya. Kepala sekolah juga diharuskan untuk mempunyai strategi-strategi khusus yang dapat meningkatkan pembelajaran, kurikulum, kinerja guru dan juga profesionalisme guru, terlebih lagi pada para guru non linier yang memiliki latar belakang bukan guru pendidikan anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi yang dilakukan kepala sekolah untuk pengembangan profesionalisme guru paud non linear di PAUD BKB Kemas Al-ikhlas, menganalisis profesionalisme guru paud non linear di PAUD BKB Kemas Al-ikhlas, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dari strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam pengembangan Profesionalisme guru paud non linear di PAUD BKB Kemas Al-ikhlas. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala sekolah, profesionalisme guru dan juga faktor pendukung dan penghambatnya. Objek penelitiannya adalah kepala sekolah dan juga empat guru PAUD non linier. Teknik pengumpulan datanya berupa lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta analisis data yang digunakan yaitu melalui beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data serta kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa strategi kepala sekolah sudah diterapkan dengan cukup optimal di PAUD BKB Kemas Al-ikhlas. Profesionalisme guru PAUD non linier di PAUD BKB Kemas Al-ikhlas juga sudah cukup baik. Dan terdapat beberapa faktor pendukungnya yaitu terjalinnya hubungan yang baik antara kepala sekolah dan juga para guru PAUD non linier di lingkungan sekolah, media pembelajaran yang edukatif untuk proses pembelajaran, serta sarana dan prasarana yang memadai untuk keberlangsungan proses kegiatan pembelajaran. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu anggaran biaya yang kurang memadai dan keterbatasan guru linier yang lebih kompeten.
Pengaruh Permainan Edukatif Puzzle terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Al-Wardah Pandeglang Hernisyah Hernisyah; Yahdinil Firda Nadhirah; Wulan Fauzia; Umayah Umayah; Muhiyatul Huliyah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek penting yang harus distimulasi sejak usia dini karena berperan dalam kemampuan anak untuk berpikir logis, mengenal pola, berhitung, dan menyelesaikan masalah sederhana. Berdasarkan hasil observasi awal di RA Al-Wardah Pandeglang, ditemukan bahwa sebagian anak usia 5-6 tahun masih memiliki perkembangan kognitif yang belum optimal, seperti belum lancar dalam menyebutkan dan menghitung bilangan 1-10, serta kesulitan mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah benda. Kondisi ini menunjukkan perlunya stimulasi melalui metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, salah satunya adalah permainan edukatif puzzle. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun di RA al-wardah pandeglang, untuk mendeskripsikan bagaimana permainan edukatif puzzle di RA al-wardah pandeglang, dan untuk mendeskripsikan pengaruh permainan edukatif puzzle terhadap kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun di RA al-wardah pandeglang. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain pre eksperimental. Teknik pengumpulan data menggunakan uji pretest posttest. Pada penelitian ini yang menjadi subjek adalah kelompok B RA al-wardah pandeglang. kelas B2 sebagai kelas eksperimen tidak ada pembanding one group pretest posttest. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis inferensial uji normalitas (uji shapiro-wilk). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil SPSS versi 25, uji hipotesis menggunakan uji paired sample t-test diperoleh t-hitung sebesar -13.817 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Maka berdasarkan kriteria uji dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti bahwa terdapat pengaruh permainan edukatif puzzle terhadap kemampuan kognitif anak. Hal ini juga dibuktikan hasil perhitungan uji paired sample t-test menunjukkan bahwa nilai cohen’s d adalah sebesar 1,50 termasuk dalam kategori pengaruh sangat besar.
Peran Kepala Sekolah dalam Mengelola Alat Permainan Edukatif untuk Mengembangkan Sosial Emosional Anak di TKIT Auladi Islami Kabupaten Tangerang Firda Ananda Putri; Umayah Umayah; Muhiyatul Huliyah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam mengelola alat permainan edukatif (APE) untuk mengembangkan sosial emosional anak di TKIT Auladi Islami Kabupaten Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek kepala sekolah dan objek berupa proses pengelolaan APE. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan kepala sekolah berperan aktif dalam seluruh tahapan pengelolaan APE, mulai dari perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, hingga pengawasan, serta bekerja sama dengan guru menentukan jenis APE yang sesuai tujuan pembelajaran dan tahap perkembangan anak. APE yang digunakan, seperti balok, lego, puzzle, dan boneka jari, terbukti efektif menstimulasi kemampuan sosial anak seperti kerja sama, empati, dan komunikasi, serta kemampuan emosional seperti tanggung jawab, kepercayaan diri, dan pengendalian diri. Pengelolaan APE yang baik oleh kepala sekolah memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan sosial emosional anak dan mendukung pembelajaran yang bermakna di lingkungan PAUD
Emotional Intelligence and Curriculum Management Practices among Raudhatul Athfal Principals Implementing the Merdeka Curriculum in Serang City Umayah Umayah; Muhiyatul Huliyah
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol. 7 No. 2 (2026): Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/hadlonah.v7i2.4580

Abstract

This study aims to analyze the association between Raudhatul Athfal principals’ emotional intelligence and Merdeka Curriculum management practices in Islamic early childhood education institutions. Emotional intelligence is examined as a leadership characteristic that may support curriculum management activities, including planning, organizing, implementation, and monitoring. This study employed a non-experimental quantitative approach with an explanatory correlational design. Data were collected through theory-based four-point Likert questionnaires involving 39 Raudhatul Athfal principals in Serang City, Banten, whose institutions had implemented the Merdeka Curriculum. Data analysis included descriptive statistics, instrument quality testing, regression assumption testing, correlation analysis, and simple linear regression using SPSS 26. The findings indicate a strong positive association between principals’ emotional intelligence scores and curriculum-management practices scores. The statistical model showed a statistically significant association between the two variables; however, the findings should be interpreted as a statistical association within the observed sample rather than evidence of causal effects. The study contributes contextual empirical evidence regarding the relationship between emotional intelligence and curriculum management practices among Raudhatul Athfal principals implementing the Merdeka Curriculum. Practically, the findings suggest that leadership development programs may integrate curriculum-management competence with reflective leadership, emotional regulation, communication, and collaborative supervision.
Pengaruh Model Pembelajaran Kelompok terhadap Kemampuan Sosial Anak Usia 5-6 Tahun (Studi Eksperimen di RA Arba’atunnisa Desa Pelawad, Ciruas, Serang) Intan Ria Astina; Imroatun Imroatun; Muhiyatul Huliyah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa kemampuan sosial anak-anak ini belum optimal, ditandai dengan kesulitan berbagi, sikap pemilih dalam berteman, dan kurangnya saling membantu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efek dari kedua model pembelajaran klasik dan kelompok terhadap kemampuan sosial anak-anak di usia 5-6 tahun dengan RA Arba'atunnisa Penelitian kuantitatif dilakukan dengan populasi 23 anak dari 2 kelas kelompok B RA Arba'atunnisa. Desain eksperimen semu digunakan.  Dua kelompok terdiri dari sampel: kelas eksperimen (dalam Model Pembelajaran Kelompok) dan kelas kontrol (dalam Model Pembelajaran Klasikal).  Analisis data menggunakan Uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan Model Pembelajaran Klasikal, penerapan Model Pembelajaran Kelompok memiliki dampak yang lebih besar terhadap kemampuan sosial anak. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung (8.119) lebih besar dari t tabel (2.145) dan nilai signifikansi (0.000) kurang dari 0.05. Rata-rata peningkatan kemampuan sosial pada kelompok eksperimen (Model Pembelajaran Kelompok) adalah 14.55 poin, yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (Model Pembelajaran Klasikal) yaitu 8.83 poin