Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Kompetensi Aparatur Satpol PP dalam Meningkatkan Kinerja Penegakan Ketertiban dan Ketenteraman Masyarakat Indra Indra; Dwi Afni Maileni; Rizki Tri Anugrah Bhakti; Edwar Kelvin
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 7, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v7i2.15177

Abstract

Public order and community tranquility are essential prerequisites for social stability and high-quality public services. However, Public Order Agency (Satpol PP) personnel frequently encounter challenges in the field, including community conflicts, limited understanding of regulations, and insufficient persuasive communication skills in carrying out enforcement duties. Therefore, a structured competency-strengthening program is necessary to enhance the professionalism and effectiveness of Satpol PP personnel. This community service program aimed to improve the competencies of Satpol PP officers in regulatory understanding, persuasive communication, conflict management, and field decision-making. The program was implemented through training sessions, case simulations, group discussions, and practical mentoring involving 50 Satpol PP personnel. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests, participatory observations, and performance assessments during the training activities. The results demonstrated significant improvements in participants’ understanding of regulations and enforcement procedures, enhanced persuasive communication skills when interacting with the public, and better abilities to resolve conflicts in a humane and proportional manner. The average participant score increased from 68.4 before the training to 86.7 after the program. In addition, participants showed greater confidence and readiness to perform public order and community tranquility enforcement duties. The program also generated positive impacts on service quality, field coordination, and the institutional image of Satpol PP as a professional, humane, and accountable public agency. This initiative can serve as a sustainable capacity-building model for local government personnel in supporting effective public order and community tranquility management.
Manajemen Kepemimpinan dalam Menunjang Fungsi Pengawasan dan Pengendalian Stunting di Puskesmas Kecamatan Galang, Batam Roja Roja; Isfandir Hutasoit; Edwar Kelvin; Rizki Tri Anugrah Bhakti
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.601

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kapasitas sumber daya manusia, kualitas standar operasional prosedur (SOP), dan pengawasan internal terhadap efektivitas pengendalian stunting di Puskesmas Kecamatan Galang, Kota Batam. Kajian ini berangkat dari kenyataan bahwa pengendalian stunting di wilayah kepulauan tidak hanya ditentukan oleh intensitas program, tetapi juga oleh mutu tata kelola layanan primer, terutama pada aspek pengawasan, kepatuhan prosedural, dan kesinambungan tindak lanjut keluarga berisiko. Penelitian menggunakan desain eksplanatori kuantitatif dalam kerangka yuridis empiris (socio-legal), dengan memadukan analisis dokumen normatif dan data lapangan. Data empiris diperoleh melalui survei simulatif terhadap 48 responden yang terlibat langsung dalam program stunting, dilengkapi telaah SOP dan dokumen pengawasan internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas SDM, kualitas SOP dan pengawasan internal berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengendalian stunting, dengan koefisien determinasi sebesar 0,62. Pengawasan internal merupakan faktor paling dominan, diikuti kapasitas SDM dan kualitas SOP. Temuan dokumen juga menunjukkan adanya kelemahan pada audit pengukuran dan pencatatan, dokumentasi umpan balik rujukan, serta tindak lanjut keluarga berisiko, yang menyebabkan SOP belum sepenuhnya berfungsi sebagai instrumen pengendalian mutu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan supervisi suportif berbasis indikator, standardisasi SOP kritis, dan pelembagaan bukti akuntabilitas administratif sangat diperlukan untuk menjaga efektivitas pengendalian stunting di Puskesmas Kecamatan Galang.