Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Nilai-Nilai Sejarah Kebudayaan Islam dalam Pendidikan Karakter di Era Digital Nurul Aini; Ira Aulia; Destin Amiani; Anisa Nuriaprianti; Fitriani Fitriani; Baiq Ida Astini
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dalam pendidikan karakter di era digital serta mengidentifikasi model konseptual yang relevan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode library research dengan desain integrative review. Data diperoleh dari database ilmiah seperti Google Scholar, Scispace, DOAJ, dan Scopus dengan kriteria inklusi artikel tahun 2017–2026 yang relevan dan telah melalui proses peer-review. Proses seleksi literatur mengacu pada prinsip PRISMA, sementara analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk menemukan pola dan hubungan antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai SKI seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan keteladanan memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter peserta didik. Integrasi nilai tersebut berkembang dari pendekatan konseptual menuju implementasi pedagogis dan pemanfaatan teknologi digital melalui media interaktif, storytelling, dan pembelajaran berbasis proyek. Meskipun terdapat tantangan dalam literasi digital dan kompetensi guru, teknologi memberikan peluang besar untuk inovasi pembelajaran. Penelitian ini menghasilkan model konseptual integrasi nilai SKI yang menekankan sinergi antara nilai historis, strategi pembelajaran, dan teknologi digital. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan pendidikan karakter yang adaptif dan kontekstual di era digital.
Edukasi masyarakat dan pelestarian peninggalan sejarah Masjid Bayan Beleq di Desa Bayan Kecamatan Bayan Lombok Utara Muaini Muaini; Rosada Rosada; Nurul Aini; Muhammad Anggani Zaenudin; Hidayat Rahman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.36449

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Kuno Bayan Beleq, Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai sejarah dan budaya lokal serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pelestarian warisan budaya. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman generasi muda mengenai sejarah dan makna filosofis Masjid Bayan Beleq. Hasil observasi awal dan angket pre-test menunjukkan bahwa hanya 30% peserta yang memahami nilai sejarah dan simbolisme masjid secara memadai. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat adat, pengurus masjid, pemerintah desa, pemuda, dan mahasiswa. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi dan pendampingan, pelatihan dokumentasi dan digitalisasi budaya, serta evaluasi melalui angket pre-test dan post-test, wawancara, dan observasi partisipatif. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas pemuda, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan mahasiswa pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 30% menjadi 86,7% setelah mengikuti program. Selain itu, terbentuk Kelompok Sadar Budaya Bayan Beleq yang beranggotakan 12 orang sebagai wadah pelestarian berbasis masyarakat. Pelatihan digitalisasi juga menghasilkan 50 foto dokumentasi, tiga video edukasi, dan satu naskah narasi sejarah lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan kesadaran sejarah, memperkuat identitas budaya, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelestarian warisan budaya secara berkelanjutan. Kata kunci: edukasi masyarakat; pelestarian budaya; Masjid Bayan Beleq. AbstractThis community service program was conducted at the Bayan Beleq Ancient Mosque in Bayan Village, Bayan District, North Lombok Regency, aiming to enhance community understanding of local historical and cultural values and strengthen public participation in cultural heritage preservation. The main problem identified was the limited understanding among younger generations regarding the historical significance and philosophical meanings of the mosque. Initial observations and pre-test results indicated that only 30% of participants possessed adequate knowledge of the mosque’s history and symbolic values. The program employed a participatory approach involving traditional leaders, mosque administrators, village authorities, youth groups, and university students. The implementation stages included preparation, socialization and mentoring activities, cultural documentation and digitalization training, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires, interviews, and participatory observation. A total of 30 participants took part in the activities. The results demonstrated a significant improvement in participants’ understanding, increasing from 30% to 86.7% after the program. In addition, a Cultural Awareness Group consisting of 12 members was established to support community-based heritage preservation. The digitalization training also produced 50 documentary photographs, three educational videos, and one local historical narrative manuscript. These findings indicate that a participatory approach effectively enhances historical awareness, strengthens cultural identity, and promotes sustainable community engagement in preserving cultural heritage. Keywords: community education; cultural preservation; Bayan Beleq Mosque.
Integrating artificial intelligence into thematic learning: The readiness and challenges of teachers at madrasah ibtidaiyah Nurul Aini; Khaeruddin Said; Baiq Ida Astini
Journal of Research in Instructional Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Research in Instructional
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jri.v6i1.2

Abstract

This study aims to explore the readiness and challenges of Madrasah Ibtidaiyah (MI) teachers in integrating Artificial Intelligence (AI) technology into thematic learning in the era of Education 5.0. This study uses a qualitative approach with field research conducted at MIN 1 Kota Mataram in November 2025, involving six informants selected purposively, consisting of the principal and five classroom teachers. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed based on the Miles and Huberman model through the processes of data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing, with triangulation as a technique to ensure data validity. The research findings show that MIN teachers already have a basic understanding of AI and show interest in its application, but its implementation is still hampered by limitations in technology-based pedagogical competence, lack of infrastructure, and inadequate institutional support. Nevertheless, the independent efforts of teachers and informal guidance from the principal indicate considerable opportunities for development. This study emphasizes the need for structured training, continuous mentoring, and supportive internal policies to strengthen AI integration, while also serving as a basis for developing a more effective AI training model for MI teachers.