Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI SAMBUNG SEGAR DALAM PEMBUATAN PESTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA PADA TANAMAN SAYURAN Muzayyanah Rahmiyah; Ratna Suminar; Gian Sapta Adrialin; Popy Wahyu Agustin; Farida Syamsa Nahara; Ade Nendi Mulyana; Muhammad Habibullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v9i1.10067

Abstract

Penggunaan pestisida kimia masih menjadi primadona dalam praktik budidaya tanaman sayuran. Penggunaan pestisida kimiawi dalam praktik budidaya pertanian organik hanya boleh dilakukan jika semua teknik pengendalian lain gagal dilakukan dan keberadaan populasi OPT melewati ambang batas ekonomi. KWT Sambung Segar merupakan kelompok wanita tani yang aktif menanam sayuran dan memang digalakkan sebagai kegiatan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan dimulai dari menanam sampai panen dan pemasaran hasil panen. Minimnya pengetahuan anggota KWT mengenai pengendalian OPT berbasis pestisida nabati menjadikan kegiatan pengendalian pada praktik budidaya tanaman sayuran masih menggunakan pestisida kimiawi. Solusi yang ditawarkan kepada mitra pengabdian adalah transfer pengetahuan mengenai pengendalian hama berbasis pestisida nabati. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dari kegiatan adalah pendekatan pembelajaran orang dewasa yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat serta metode koordinasi seperti mengadakan pertemuan dengan mitra untuk menggali masalah prioritas dalam rangka mencari solusinya, melakukan penyuluhan tentang pembuatan pestisida nabati, demonstrasi pembuatan pestisida nabati dengan bahan daun pepaya. Selain itu akan dilakukan evaluasi mengenai ketercapaian tujuan kegiatan.  Hasil dari pengabdian ini adalah sosialisasi dan pendampingan pembuatan pestisida nabati terbukti efektif meningkatkan keberdayaan KWT Sambung Segar, ditunjukkan oleh lebih dari 90% anggota memahami bahan, proses pembuatan, dan aplikasinya, sehingga mampu menerapkan pengendalian hama yang ramah lingkungan, menghasilkan pangan yang aman, serta memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi kelompok dan masyarakat. Kata Kunci: aman, hama, pepaya, pestisida, sayuran.
Pendekatan Biologis dalam Pemulihan Tanah Terdegradasi pada Agroekosistem Tropis: Systematic Literature Review Tentang Interaksi Biochar, Mikroorganisme, dan Dinamika Bahan Organik Tanah Gian Sapta Adrialin; Ratna Suminar
JURNAL VIGOR Vol 11, No 1 (2026): VIGOR: JURNAL ILMU PERTANIAN TROPIKA DAN SUBTROPIKA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/vigor.v11i1.9862

Abstract

Soil degradation in tropical agroecosystems is a critical issue that directly impacts agricultural productivity, ecosystem stability, and environmental sustainability. In recent years, interest in biological soil restoration approaches has grown significantly, as they are considered more effective in supporting sustainable soil management compared to conventional approaches reliant on chemical inputs. This study aims to examine the development of research on the restoration of degraded soils in tropical agricultural systems, identify dominant trends in findings, and identify research gaps in the available scientific literature. The review was conducted using a Systematic Literature Review (SLR) approach, adhering to the PRISMA guidelines as the basis for the literature selection and analysis process. Article searches were conducted through the Scopus, Web of Science, Dimensions, and Google Scholar databases, covering publications from 2017 to 2024. The selection process was conducted systematically, based on inclusion and exclusion criteria, resulting in 42 scientific articles suitable for further analysis. The synthesis results indicate that research on tropical soil restoration largely focuses on the use of biochar, soil microorganisms, carbon dynamics, and an integrative approach that combines biochar, microbes, and plants. In addition, recent research developments indicate a paradigm shift toward a more adaptive, holistic, and multidisciplinary approach to biological restoration. This study is expected to enhance the conceptual understanding of biologically based tropical soil restoration, serving as a foundation for the development of further research on more sustainable agroecosystem restoration strategies.
Implementasi Perbanyakan Stek Pucuk Tanaman Kayu Putih dan Ampupu di Kelompok Tani Gandusari Hijau Magelang Tri Suwarni Wahyudiningsih Tri; Ratna Suminar; Gian Sapta Adrialin; Farah Soviana
Jurnal Atma Inovasia Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v6i4.13559

Abstract

This community service activity was carried out at the Gandusari Hijau Farmers Group, Bandongan District, Magelang Regency. The purpose of the service was to increase the capacity of farmers in terms of understanding and technical skills in vegetative propagation of non-endemic plants through shoot cuttings. The main problem partners faced was a low level of vegetative propagation skills. The first training session focused on the issue of propagating non-endemic plants. The second training session covered vegetative propagation practices using shoot-cutting techniques, with the Growthone application to stimulate root growth. The types of plants used as cutting materials were Melaleuca cajuputi, Eucalyptus urophylla, and forest rambutan (Saninten). Based on the results of the initial survey, the aspect of general knowledge about Eucalyptus had the highest score (43.06%). The aspect of knowledge about propagation materials and tools had the lowest score (37.04%). The aspects of technical skills in shoot cuttings, application, and development were obtained at 39.81% and 38.89%. The results of this community service activity have begun to be applied by the Gandusari Hijau Farmers Group for the propagation of other types of non-endemic plants, increasing technical skills for independent and sustainable propagation of shoot cuttings.
Modifikasi Wadah dan Media Tanam Ubi Kayu Untuk Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang di Kledung, Temanggung Jawa Tengah Sugiyarto Sugiyarto; Tri Suwarni Wahyudiningsih; Ratna Suminar; Gian Sapta Adrialin; Dhea Sashinta Ashari; Ade Nendi Mulyana
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v14i1.29256

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan solusi kepada masyarakat terkait dengan pemanfaatan lahan bekas tambang agar tetap bisa produktif. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Temanggung Jawa Tengah. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat mengenai teknik penanaman ubi kayu dengan modifikasi wadah dan media tanam sebagai upaya pengurangan lahan pasca tambang pasir yang tidak produktif untuk ditanami. Melalui pengabdian ini, tim pelaksana pengabdian memperkenalkan inovasi sederhana berupa modifikasi wadah dan media tanam untuk penanaman ubi kayu. Metode yang dilaksanakan pada pengabdian ini antara lain melakukan sosialisasi, pelatihan, dan pemaksaan langsung kepada terkait penggunaan masyarakat wadah, media tanam, dan teknik penanaman ubi kayu terutama untuk produksi daun sebagai sayuran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian ini. Selain itu adanya pencapaian pemahaman pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan wadah dan media tanam sebagai alternatif untuk tetap bisa membudidayakan tanaman di lahan marjinal.