Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Systematic Literature Review tentang Peran Literasi Digital dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan di Era Transformasi Digital Syukri Hamdi; Anton Sutriyana; Asep Mulyana; Jesika; M. Abel Permana; Rio Ardhiansyah; Wilda Sari; Khusni Maftu Khin; Shifa Zahira Salsabila; Nurokhman
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review Vol. 6 No. 2 (2026): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emba.v6i2.4213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan di era transformasi digital berdasarkan sintesis dari 26 studi empiris yang terbit pada periode 2020–2026. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pencarian artikel melalui Google Scholar dan Scopus menggunakan kata kunci digital literacy, employee productivity, employee performance, dan digital transformation. Sebanyak 26 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berperan dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan melalui tiga mekanisme utama. Pertama, pengaruh langsung positif literasi digital terhadap produktivitas ditemukan dalam 18 studi. Kedua, peran mediasi melalui employee agility, innovative behavior, employee engagement, dan work motivation ditemukan dalam 7 studi. Ketiga, peran moderasi yang memperkuat hubungan antara work from home, kepemimpinan, dan motivasi terhadap produktivitas ditemukan dalam 6 studi. Faktor-faktor yang memperkuat hubungan tersebut meliputi facilitating conditions, motivasi kerja, dan budaya organisasi, sementara technostress menjadi faktor yang melemahkannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi digital merupakan kompetensi strategis yang berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Organisasi disarankan untuk mengintegrasikan pelatihan literasi digital dengan penguatan motivasi kerja, penyediaan infrastruktur pendukung, serta pengelolaan technostress secara berkelanjutan
Dampak Media Sosial dan Pengalaman Pelanggan Terhadap Loyalitas Merek UMKM di Bogor, Jawa Barat Darmeinis Darmeinis; Syukri Hamdi; Linda Noviza
Jurnal Pajak dan Bisnis Vol 7 No 1 (2026): Journal of Tax and Business
Publisher : LPPM-STPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55336/jpb.v7i1.425

Abstract

Di era pasca-pandemi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bogor secara agresif mengadopsi media sosial sebagai strategi pemasaran utama. Namun, terdapat kesenjangan signifikan antara interaksi digital dan retensi pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Media Sosial dan Pengalaman Pelanggan terhadap Loyalitas Merek pada pelanggan UMKM di Bogor. Menggunakan desain kuantitatif asosiatif, data dikumpulkan dari 120 responden melalui teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis varian dengan perangkat lunak SmartPLS 3. Hasil model pengukuran (outer model) mengonfirmasi bahwa seluruh indikator valid dan reliabel. Lebih lanjut, model struktural (inner model) menunjukkan kekuatan prediksi yang substansial dengan nilai R-Square sebesar 0,646 dan Q-Square sebesar 0,495. Secara mengejutkan, pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Media Sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Merek (t=1,042;p=0,298), mengindikasikan bahwa kehadiran digital saja tidak cukup untuk menjamin komitmen jangka panjang. Sebaliknya, Pengalaman Pelanggan berpengaruh positif secara dominan dan signifikan terhadap Loyalitas Merek (t=13,084;p=0,000) dengan ukuran efek yang sangat masif (f2=1,677). Temuan ini menunjukkan bahwa bagi UMKM di Bogor, kepuasan fungsional dan emosional selama proses pembelian bertindak sebagai "jangkar" loyalitas yang lebih kuat daripada estetika digital. Penelitian ini berimplikasi bahwa UMKM harus menggeser fokus strategis dari sekadar keterlibatan media sosial menuju optimalisasi perjalanan pelanggan secara holistik untuk menjaga daya saing di pasar yang jenuh.
Analisis Proses Penanganan Barang di Gudang pada PT MS Anton Sutriyana; Son Haji; Syukri Hamdi
Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen dan E-Commerce Vol. 5 No. 3 (2026): September : Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen dan E-Commerce
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/digital.v5i3.7807

Abstract

 The handling of goods is an important part of warehouse operations because each activity is interconnected in supporting the movement of goods from receiving to delivery to customers. This study aims to analyze the goods handling process, identify operational barriers, and analyze the factors causing these barriers and their impacts on the smoothness of warehouse operations at PT MS. This study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving parties directly engaged in warehouse operations. Data analysis was conducted by identifying operational barriers, waste based on the Lean Warehousing concept, and the 5 Why analysis to identify the root causes of operational barriers. The results showed that the goods handling process consists of five main stages: receiving, storage, converting, picking, and shipping, which are interconnected. The most dominant barrier was found in the converting area, particularly in the slitting and sheeting processes, where work queues occurred when the workload increased. This condition indicated a bottleneck caused by an imbalance between the workload and available process capacity. The study also identified waste in the forms of waiting and unnecessary movement, as well as delays in data updating that resulted in manual checking. These barriers increased waiting time, delayed picking and shipping activities, and reduced the smoothness of goods flow. The findings imply the need to improve storage layout, converting capacity management, data updating accuracy, and coordination among related departments to improve warehouse operational effectiveness.