Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DARI GRATIS KE CUAN : PELATIHAN STRATEGI MONETISASI MEDIA SOSIAL BAGI SISWA SMK KANAAN UNGARAN Jaya Ramadaey Bangsa; Irsal Fauzi; Mufti Agung Wibowo; Prieza Dheva Tanti; Mahsya Aurelia Cesarani; Noor Laila Ramadhani
Jurnal Bakti Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jbh.v6i1.5052

Abstract

Media sosial telah membuka peluang ekonomi digital yang dapat dimanfaatkan tanpa memerlukan modal besar, namun pemanfaatannya oleh siswa SMK masih cenderung bersifat konsumtif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan siswa dalam memonetisasi media sosial melalui strategi content marketing, affiliate marketing, dan social commerce. Pelatihan dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung pembuatan konten serta simulasi monetisasi pada berbagai platform media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait strategi pengelolaan konten, pembangunan audiens, serta pemanfaatan fitur monetisasi digital. Selain itu, terjadi peningkatan motivasi siswa untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana produktif dan peluang kewirausahaan digital. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi ekonomi digital serta membentuk mindset kewirausahaan pada siswa dalam menghadapi perkembangan era digital
Analisis Kebutuhan Pelaku UMKM Desa terhadap Platform Pemasaran Produk Lokal Berbasis Peta dan Logistik Kolaboratif Setya Indah Isnawati; Irsal Fauzi; Ucta Pradema Sanjaya; Prieza Dheva Tanti
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5188

Abstract

Digital marketing for village products has become a strategic need for rural MSMEs to expand market access, increase product visibility, and strengthen the local economy. However, rural MSME actors still face several challenges, including limited digital promotion, the absence of integrated business location information, weak distribution coordination, and unstable internet connectivity. This study aims to analyze the needs of rural MSME actors for a map-based local product marketing platform integrated with collaborative logistics as a foundation for developing GeoDesaConnect. This research employed a descriptive qualitative approach and was conducted in Lerep Village, Sumogawe Village, and Bergas Kidul Village, Semarang Regency. Informants were selected through purposive sampling, consisting of MSME actors, village officials, BUMDes managers, tourism awareness groups, and MSME facilitators. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation studies, then analyzed using thematic analysis. The findings indicate that rural MSME actors need a platform that can provide product catalogs, map business locations, support market location recommendations, facilitate distribution coordination, and remain accessible under limited internet connectivity. The study concludes that GeoDesaConnect should be developed as a contextual, adaptive, inclusive, and user-need-based platform to support marketing, spatial mapping, collaborative logistics, and sustainable local economic development in rural areas.   Abstrak Digitalisasi pemasaran produk desa menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku UMKM desa untuk memperluas akses pasar, meningkatkan visibilitas produk, dan memperkuat ekonomi lokal. Namun, pelaku UMKM desa masih menghadapi kendala berupa keterbatasan promosi digital, belum terintegrasinya informasi lokasi usaha, lemahnya koordinasi distribusi, serta keterbatasan konektivitas internet. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pelaku UMKM desa terhadap platform pemasaran produk lokal berbasis peta dan logistik kolaboratif sebagai dasar pengembangan GeoDesaConnect. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi di Desa Lerep, Desa Sumogawe, dan Desa Bergas Kidul, Kabupaten Semarang. Informan dipilih secara purposive, meliputi pelaku UMKM, perangkat desa, BUMDes, pokdarwis, dan pendamping UMKM. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM desa membutuhkan platform yang mampu menyajikan katalog produk, memetakan lokasi usaha, mendukung rekomendasi lokasi pasar, memfasilitasi koordinasi distribusi, serta tetap dapat digunakan pada kondisi jaringan terbatas. Kesimpulannya, GeoDesaConnect perlu dikembangkan sebagai platform yang kontekstual, adaptif, inklusif, dan berbasis kebutuhan riil pengguna, sehingga mampu mendukung pemasaran, pemetaan spasial, logistik kolaboratif, serta penguatan ekonomi lokal desa secara berkelanjutan.