Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN LITERATUR STRATEGI REHABILITASI LAHAN BEKAS TAMBANG TIMAH SEBAGAI LAHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI PULAU BANGKA Priestiani; Lesta; Badriyah
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 16 No 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Bangka merupakan salah satu pusat pertambangan timah utama di Indonesia, di mana aktivitas pertambangan telah meninggalkan area luas lahan pasca-pertambangan yang sangat terdegradasi. Tanah di area pasca-pertambangan timah ini biasanya telah kehilangan lapisan tanah atasnya, didominasi oleh fraksi pasir kuarsa, kekurangan bahan organik dan nutrisi, memiliki pH asam, dan menunjukkan kapasitas pertukaran kation dan kapasitas penahan air yang sangat rendah, sehingga tidak cocok untuk penggunaan pertanian langsung tanpa upaya rehabilitasi yang terencana. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mensintesis temuan penelitian tentang kondisi tanah, strategi rehabilitasi teknis, dan sistem vegetasi dan tanaman di lahan pasca-pertambangan timah di Pulau Bangka sebagai dasar untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur deskriptif-analitis dari 25 publikasi nasional dan internasional yang relevan, dengan data yang disintesis menjadi tiga tema utama: karakteristik tanah, strategi rehabilitasi teknis, dan sistem vegetasi dan tanaman. Hasil menunjukkan bahwa rehabilitasi memerlukan pendekatan bertahap yang mengintegrasikan peningkatan sifat fisik dan kimia tanah melalui penambahan bahan organik lokal, pembentukan kontur lahan, dan pengelolaan nutrisi, bersamaan dengan penggunaan vegetasi toleran dan sistem tanaman adaptif. Sistem tumpang sari tanaman polong-polongan dan tanaman pangan, pengembangan tanaman pakan ternak, dan komoditas bernilai tinggi memiliki potensi ganda sebagai agen rehabilitasi biologis dan sumber produksi. Tinjauan ini menggarisbawahi pentingnya kerangka rehabilitasi terpadu yang menggabungkan perbaikan tanah dan desain sistem penanaman untuk mendukung pemanfaatan lahan pasca penambangan timah secara berkelanjutan di Pulau Bangka dan berfungsi sebagai dasar untuk merumuskan agenda penelitian di masa mendatang.
Pengaruh pemberian hidrogel yang diperkaya Pseudomonas fluorescens terhadap perubahan sifat kimia tanah di lahan kering Mahmudin Mahmudin; Yus Dwi Yanti; Badriyah; Limartaida Siahaan; Dora Palupi; Helda Susianti; Fathir Rahman
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 14 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v14i1.18423

Abstract

Lahan kering umumnya memiliki pH masam, kandungan bahan organik rendah, serta ketersediaan unsur hara yang terbatas, sehingga produktivitasnya belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian hidrogel berbahan limbah daun nanas yang diperkaya Pseudomonas fluorescens terhadap perubahan sifat kimia tanah di lahan kering. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan, yaitu tanpa hidrogel (kontrol), hidrogel + P. fluorescens, dan hidrogel tanpa bakteri, masing-masing diulang empat kali. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, C-organik, N-total, P₂O₅ tersedia, kation basa (K, Ca, Mg, Na), kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa, serta Al³⁺ dan H⁺ yang dapat ditukar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan hidrogel + P. fluorescens memberikan perbaikan paling signifikan dibandingkan perlakuan lainnya, ditandai dengan peningkatan pH dari 5,85 menjadi 6,15, C-organik dari 2,45% menjadi 4,06%, N-total dari 0,13% menjadi 0,33%, dan P₂O₅ dari 10,86 ppm menjadi 17,60 ppm. Selain itu, terjadi peningkatan KTK dan kejenuhan basa serta penurunan Al³⁺ dan H⁺ yang dapat ditukar. Temuan ini menunjukkan adanya sinergi antara fungsi hidrogel sebagai sumber bahan organik dan peran bakteri dalam meningkatkan ketersediaan hara serta menekan kemasaman tanah. Dengan demikian, kombinasi hidrogel limbah daun nanas dan P. fluorescens berpotensi menjadi strategi bioameliorasi yang ramah lingkungan untuk rehabilitasi lahan kering.