Lahan kering umumnya memiliki pH masam, kandungan bahan organik rendah, serta ketersediaan unsur hara yang terbatas, sehingga produktivitasnya belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian hidrogel berbahan limbah daun nanas yang diperkaya Pseudomonas fluorescens terhadap perubahan sifat kimia tanah di lahan kering. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan, yaitu tanpa hidrogel (kontrol), hidrogel + P. fluorescens, dan hidrogel tanpa bakteri, masing-masing diulang empat kali. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, C-organik, N-total, P₂O₅ tersedia, kation basa (K, Ca, Mg, Na), kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa, serta Al³⁺ dan H⁺ yang dapat ditukar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan hidrogel + P. fluorescens memberikan perbaikan paling signifikan dibandingkan perlakuan lainnya, ditandai dengan peningkatan pH dari 5,85 menjadi 6,15, C-organik dari 2,45% menjadi 4,06%, N-total dari 0,13% menjadi 0,33%, dan P₂O₅ dari 10,86 ppm menjadi 17,60 ppm. Selain itu, terjadi peningkatan KTK dan kejenuhan basa serta penurunan Al³⁺ dan H⁺ yang dapat ditukar. Temuan ini menunjukkan adanya sinergi antara fungsi hidrogel sebagai sumber bahan organik dan peran bakteri dalam meningkatkan ketersediaan hara serta menekan kemasaman tanah. Dengan demikian, kombinasi hidrogel limbah daun nanas dan P. fluorescens berpotensi menjadi strategi bioameliorasi yang ramah lingkungan untuk rehabilitasi lahan kering.