Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan generasi Z melalui edukasi dan pembuatan reed diffuser aromaterapi herbal untuk meningkatkan kenyamanan dan kebersihan lingkungan Muhammad Faisal; Baiq Leny Nopitasari; Eryona Azizun Rosyida; Sintha Puspitasari; Nabila Vidia Utami; Nanda Syahmila Maulida; Doni Hardani; Dedi Arjuna Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39595

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan higienis sebagai faktor pendukung konsentrasi, motivasi, dan kesejahteraan psikologis siswa Generasi Z. Hasil observasi di SMK Negeri 3 Mataram menunjukkan bahwa beberapa ruang kelas masih terasa pengap akibat ventilasi yang kurang optimal serta rendahnya literasi siswa terkait pemanfaatan bahan alam untuk mendukung higiene lingkungan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pembuatan reed diffuser aromaterapi herbal sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, sehat, dan segar. Peserta kegiatan berjumlah 25 siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis learning by doing yang meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi, praktik langsung pembuatan reed diffuser aromaterapi herbal, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Penilaian keterampilan peserta dilakukan melalui observasi selama praktik berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa terkait higiene lingkungan dan pemanfaatan aromaterapi herbal, ditandai dengan meningkatnya nilai post-test dibandingkan pre-test sebesar 20%. Secara kuantitatif, sebagian besar peserta mampu membuat reed diffuser secara mandiri sesuai prosedur yang diajarkan. Secara kualitatif, kegiatan ini meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekolah berbasis bahan alam. Produk reed diffuser yang dihasilkan juga dimanfaatkan di ruang kelas untuk mendukung suasana belajar yang lebih nyaman dan menyegarkan. Program ini memberikan pengalaman belajar yang kreatif, aplikatif, serta berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan kewirausahaan sederhana di lingkungan sekolah. Kata kunci: aromaterapi herbal; generasi Z; higiene lingkungan; reed diffuser; sekolah sehat. Abstract This community service activity was motivated by the importance of creating a comfortable and hygienic learning environment as a supporting factor for the concentration, motivation, and psychological well-being of Generation Z students. Observations conducted at SMK Negeri 3 Mataram revealed that several classrooms still felt stuffy due to inadequate ventilation and the low level of students’ literacy regarding the utilization of natural materials to support environmental hygiene. This activity aimed to improve students’ knowledge and skills in producing herbal aromatherapy reed diffusers as an effort to create a more comfortable, healthy, and refreshing learning environment. The participants consisted of 50 students. The implementation method employed an educative-participatory approach based on learning by doing, which included interactive counseling sessions, demonstrations, hands-on practice in making herbal aromatherapy reed diffusers, and evaluation through pre-test and post-test assessments. Participants’ skills were assessed through direct observation during the practice sessions. The results showed an improvement in students’ knowledge regarding environmental hygiene and the use of herbal aromatherapy, indicated by a 20% increase in post-test scores compared to pre-test scores. Quantitatively, most participants were able to independently produce reed diffusers according to the procedures taught. Qualitatively, this activity increased students’ awareness of the importance of maintaining a comfortable and clean school environment using natural-based products. The reed diffusers produced were also utilized in classrooms to support a more pleasant and refreshing learning atmosphere. This program provided a creative and practical learning experience and has the potential to be further developed into a simple entrepreneurship activity within the school environment. Keywords: herbal aromatherapy; generation Z; environmental hygiene; reed diffuser; healthy school.
Edukasi SEHATI (Sehatkan Masyarakat, Hindari dan Atasi Hipertensi) berbasis herbal pada lansia di Dusun Montong Kelor Nursela Hijriani; Baiq Leny Nopitasari; Nabila Vidia Utami; Herlina Irani Fahmi; Fahra Fadila; Azizah Rahmawati; Fatin Putri Ramadhani; Irmatika Hendriyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.39676

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami lansia dan berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan hipertensi, termasuk pemanfaatan herbal tradisional, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengendalian tekanan darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Edukasi SEHATI (Sehatkan Masyarakat, Hindari dan Atasi Hipertensi) berbasis herbal bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia terkait hipertensi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2026 di Dusun Montong Kelor, Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Lombok Tengah dengan melibatkan 35 lansia. Metode kegiatan meliputi observasi lapangan, identifikasi masalah dan kebutuhan mitra, senam lansia, pemeriksaan tekanan darah, edukasi kesehatan mengenai hipertensi dan obat herbal antihipertensi, serta demonstrasi pengolahan rebusan temulawak sebagai minuman herbal penurun tekanan darah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan aktif dalam sesi edukasi maupun demonstrasi. Pemberian edukasi kesehatan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi, pola hidup sehat, dan pemanfaatan herbal tradisional sebagai terapi pendukung pengendalian tekanan darah. Demonstrasi pengolahan temulawak juga membantu peserta memahami cara pembuatan minuman herbal yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah. Program Edukasi SEHATI diharapkan menjadi upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan lansia serta mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Kata kunci: hipertensi; lansia; edukasi kesehatan; herbal; temulawak. Abstract Hypertension is one of the non-communicable diseases commonly experienced by the elderly and is at risk of causing serious complications if not well managed. The low level of public knowledge regarding the prevention and management of hypertension, including the use of traditional herbs, is one of the factors affecting blood pressure control. Community service activities thru SEHATI Education (Healthy Community, Avoid and Overcome Hypertension) based on herbal remedies aim to increase the knowledge and awareness of the elderly regarding hypertension. The activity was conducted on May 7, 2026, in Dusun Montong Kelor, Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, involving 35 elderly participants. The methods of the activity included field observation, identification of partner problems and needs, senior citizen exercise, blood pressure checks, health education on hypertension and antihypertensive herbal medicine, as well as a demonstration of processing temulawak decoction as a herbal drink to lower blood pressure. The results of the activities show that participants followed the entire series of activities with enthusiasm and were active in both the education and demonstration sessions. The provision of health education has proven to increase the community's knowledge about hypertension, healthy lifestyles, and the use of traditional herbs as supportive therapy for blood pressure control. The demonstration of temulawak processing also helps participants understand how to make herbal drinks that can be independently applied at home. The SEHATI Education Program is expected to be a promotive and preventive effort in improving the health status of the elderly and encouraging community independence in maintaining health. Keywords: hypertension; elderly; health education; herbal; curcuma.