Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulasi Pertanggungjawaban Mutlak (Strict Liability) Korporasi dalam Kasus Pencemaran Lingkungan Hidup Joko Purwanto; Suyanto; Dinda Heidiyuan Agustalita
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7185

Abstract

Asas Pertanggungjawaban Mutlak (strict liability) dalam Pasal 88 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup diproyeksikan sebagai instrumen pelindung masyarakat korban pencemaran. Namun, terdapat kelemahan struktural berupa kekaburan norma pada frasa “ancaman serius”, yang tidak memiliki parameter kuantitatif maupun kualitatif yang rigid. Penelitian hukum normatif ini bertujuan membedah implikasi yuridis dari kekaburan norma tersebut serta merumuskan rekonstruksi formulasi strict liability yang ideal di masa depan (ius constituendum). Dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan perbandingan, penelitian ini menunjukkan bahwa kekaburan teks undang-undang mengakibatkan ketidakpastian hukum berupa disparitas putusan akibat tingginya subjektivitas hakim di pengadilan. Selain itu, korban tetap dibebani pembuktian hubungan kausalitas yang asimetris dan rumit. Hasil penelitian menunjukkan rekonstruksi Pasal 88 Undang-Undang PPLH dengan mengeliminasi frasa “ancaman serius” dan menggantinya dengan indikator objektif “pelanggaran baku mutu lingkungan”. Lebih lanjut, regulasi baru harus mengintegrasikan asas strict liability dengan mekanisme pembalikan beban pembuktian secara mutlak (reversal of burden of proof). Melalui formulasi ini, korporasi sebagai pembuat risiko wajib membuktikan tidak adanya hubungan kausal antara aktivitas industri mereka dengan kerugian yang diderita masyarakat demi mewujudkan keadilan ekologis yang substansial di Indonesia.
Pemanfaatan TOGA Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Keluarga Melalui Pendampingan Kader PKK di Desa Ngabetan Ika Ayudyanti; Anggun Novitria Ramadan; Amelia Widayanti; Ika Muharromah Baninawati; Syaiful Anam; Mariyatul Kiptiyah; Joko Purwanto; Abdul Azis; Fitrah Andreansyah; Chuluki Hasan Auliyaul Insani; Puji Astutik
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joong-ki.v5i4.20327

Abstract

Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan keluarga melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Namun, pemanfaatan TOGA di Desa Ngabetan masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan masyara­kat mengenai manfaat, budidaya, dan pengolahan tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan TOGA sebagai upaya peningkatan kesehatan keluarga melalui pendamp­ingan kader PKK di Desa Ngabetan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui ob­servasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kader PKK serta masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Keabsahan data diuji me­lalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, se­dangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan kader PKK dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan budi­daya TOGA, praktik pengolahan tanaman obat men­jadi minuman herbal, serta pendampingan berke­lanjutan. Kegiatan tersebut mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyara­kat dalam memanfaatkan TOGA sebagai upaya pro­motif, preventif, dan penanganan awal terhadap kelu­han kesehatan ringan. Keberhasilan program didukung oleh ketersediaan lahan pekarangan, peran aktif kader PKK, dan dukungan pemerintah desa, se­dangkan kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan pengetahuan sebagian masyarakat serta belum mera­tanya partisipasi warga. Pendampingan kader PKK terbukti berperan penting dalam mengoptimalkan pemanfaatan TOGA sehingga dapat mendukung ter­wujudnya kemandirian kesehatan keluarga di Desa Ngabetan.