Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pesantren dan Globalisasi Pendidikan: Transformasi Lembaga Tradisional Menuju World-Class Islamic Institution Dukhroini Ali; Said Maskur
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.10434

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia menghadapi tantangan epokal berupa arus globalisasi yang mengubah lanskap pendidikan secara fundamental. Artikel ini menganalisis dinamika transformasi pesantren menuju world-class Islamic institution melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kerangka analisis lima dimensi, yakni ontologis, epistemologis, aksiologis, metodologis-integratif, dan teleologis-transformatif. Melalui proses empat fase transformasi, yaitu refleksi tradisional, adaptasi selektif, integrasi strategis, dan transformasi global, penelitian ini memetakan trajektori perubahan yang dialami pesantren dalam merespons tuntutan pendidikan global tanpa kehilangan identitas keislamannya. Studi kasus terhadap Pesantren Modern Gontor, Pesantren Darussalam Blokagung, dan Pesantren Al-Zaytun mengungkap model transformasi yang beragam namun saling melengkapi. Analisis kritis mengidentifikasi empat risiko utama, meliputi erosi identitas tradisional, komodifikasi pendidikan Islam, disparitas akses dan kualitas, serta isomorfisme institusional, yang mengancam keberlangsungan transformasi tersebut. Temuan menunjukkan bahwa transformasi pesantren yang berkelanjutan memerlukan keseimbangan dialektis antara pelestarian tradisi dan inovasi strategis, di mana globalisasi bukan direspons sebagai ancaman melainkan sebagai katalisator penguatan institusional yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman autentik
Pesantren dan Tantangan Disrupsi Global: Strategi Adaptasi Kurikulum dan Kepemimpinan Mujid; Said Maskur
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.10438

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan epokal berupa disrupsi global yang mengguncang fondasi kurikulum dan kepemimpinan tradisionalnya. Artikel ini menganalisis strategi adaptasi kurikulum dan kepemimpinan pesantren dalam menghadapi disrupsi global melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kerangka analisis lima dimensi, yakni ontologis, epistemologis, aksiologis, metodologis-strategis, dan teleologis-transformatif. Melalui proses empat fase transformasi, yaitu identifikasi disrupsi, adaptasi kurikulum, transformasi kepemimpinan, dan resiliensi institusional, penelitian ini memetakan trajektori perubahan yang dialami pesantren dalam merespons guncangan disrupsi tanpa kehilangan identitas keislamannya. Studi kasus terhadap Pesantren Modern Darussalam Gontor, Pesantren Lirboyo Kediri, dan Pesantren Al-Zaytun Indramayu mengungkap model adaptasi yang beragam namun saling melengkapi. Analisis kritis mengidentifikasi empat risiko utama, meliputi degradasi kurikulum keagamaan, krisis otoritas kepemimpinan, fragmentasi institusional, dan ketergantungan teknologis, yang mengancam keberlangsungan adaptasi tersebut. Temuan menunjukkan bahwa adaptasi pesantren yang berkelanjutan memerlukan sinergi antara reorientasi kurikulum yang kontekstual dan kepemimpinan transformatif yang berakar pada tradisi keislaman, di mana disrupsi bukan direspons sebagai ancaman melainkan sebagai katalisator pembaruan institusional yang tetap berpegang pada nilai-nilai autentik pesantren.
Islamic Worldview in Science: Transformasi Paradigma Ilmu di Era Disrupsi Digital Sudirman Anwar; Said Maskur; Muhammad Faisal
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i4.8742

Abstract

Artikel ini mengkaji transformasi paradigma ilmu dalam perspektif Islamic worldview di tengah era disrupsi digital, dengan fokus pada analisis kritis terhadap dikotomi ilmu agama dan ilmu umum serta rekonstruksi epistemologi integratif yang berbasis pada tauhid. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis hermeneutis terhadap literatur akademis kontemporer mengenai islamisasi ilmu, integrasi sains-agama, dan epistemologi Islam. Kerangka teoretis penelitian mengintegrasikan konsep Islamisasi Ilmu Al-Faruqi, de-westernization of knowledge Al-Attas, dan sacred science Nasr untuk membangun model analisis transformasi paradigma ilmu yang holistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) dikotomi ilmu agama dan ilmu umum merupakan warisan epistemologis kolonial yang terus berlanjut dalam sistem pendidikan Islam kontemporer dan diperparah oleh logika disrupsi digital yang cenderung sekular-materialistis; (2) paradigma sains bebas nilai yang menjadi fondasi ilmu pengetahuan modern mengalami krisis etis yang signifikan, terutama dalam konteks perkembangan teknologi digital yang menimbulkan problem dehumanisasi dan disorientasi pengetahuan; (3) rekonstruksi epistemologi Islam yang integratif, dengan menjadikan tauhid sebagai dasar ontologis dan epistemologis, mampu menawarkan paradigma alternatif yang mengharmoniskan dimensi spiritual dan rasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan di era digital. Artikel ini mengusulkan model transformasi paradigma ilmu berbasis Islamic worldview yang terdiri dari empat dimensi: ontologis, epistemologis, aksiologis, dan teleologis, sebagai kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang bermoral dan bermakna di era Society 5.0