Ghery Safitra Fahrun
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PEMBERDAYAAN SOSIAL PEREMPUAN RAWAN SOSIAL EKONOMI MELALUI PROGRAM KEWIRAUSAHAAN BERBASIS KOMUNITAS DI DESA JAYAGIRI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Muammar Akbar Al Qhuraissy; Ghery Safitra Fahrun
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v7i1.148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemberdayaan perempuan rawan sosial ekonomi melalui program kewirausahaan berbasis komunitas, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program, serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan kapasitas dan kesejahteraan perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan strategi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, informan penelitian teridiri pendamping sosial, serta tokoh masyarakat yang dipilih secara purposive. Data yang diperoleh dianalisis secara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program kewirausahaan berbasis komunitas dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan dan potensi lokal, pelatihan keterampilan usaha, penyediaan akses permodalan, serta pendampingan usaha yang berkelanjutan. Pelaksanaan program ini terbukti meningkatkan kapasitas perempuan, terutama dalam keterampilan berwirausaha, kepercayaan diri, dan kemampuan mengambil keputusan ekonomi di tingkat rumah tangga. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, program juga memperkuat modal sosial melalui terbentuknya jaringan usaha dan solidaritas antarpeserta. Keberhasilan program didukung oleh dukungan keluarga dan komunitas, peran aktif pendamping, serta akses terhadap pelatihan dan sumber daya. Adapun kendala yang dihadapi meliputi rendahnya pendidikan, keterbatasan akses pasar, kurangnya inovasi produk, dan peran ganda perempuan. Oleh karena itu, penguatan kebijakan, peningkatan kualitas pendampingan, serta pengembangan akses pasar berbasis teknologi diperlukan untuk menjamin keberlanjutan program dan memperluas dampaknya terhadap kemandirian ekonomi serta kesejahteraan sosial perempuan.
PERDAGANGAN MANUSIA: SEBUAH FENOMENA DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL STUDI KASUS DI KULON PROGO Hasyim Abdillah; Ghery Safitra Fahrun
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fenomena kasus perdagangan manusia dilihat dalam perspektif perubahan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan model wawancara semi terstruktur. Perdagangan manusia sudah menjadi kejahatan yang tidak hanya terjadi dalam masyarakat lokalseperti kasus perkawinan anak dengan dalih penebusan utang, atau adopsi janin yang masih dalam kandungan seseorang, namun sudah tersistematis dalam skala internasional yang dialami pekerja migran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimnya pemahaman soal pola human trafficking yang dialami oleh eks pekerja migran dan masyarakat lokaladalah faktor sekunder maraknya kasus perdagangan manusia. Problematika yang paling radikal dalam skala internasional adalah adanya penyelewengan administrasi yang dilakukan oleh oknum penyedia layanan perizinan kerja; pemalsuan dokumen, penyitaan dokumen oleh calo, dan over charging sebagai alat jeratan utang bagi pekerja migran.Tentu perspektif perubahan sosial dalam melihat fenomena ini bertujuan untuk mendorong kembali keberfungsian eks penyintas trafficking.