Hasyim Abdillah
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EMBEDDEDNES EKONOMI DALAM RUANG SAKRAL: KONSTRUKSI SOSIAL DAN JARINGAN KEPERCAYAAN PADA FENOMENA HAJI FURODA DI INDONESIA Rety Reka Merlins; Muammar Akbar Al Qhuraissy; Rosdiana; Hasyim Abdillah
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v7i1.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena ibadah Haji Furoda di Indonesia sebagai praktik ekonomi yang melekat (Embedded) dalam jaringan sosial dan konstruksi kepercayaan diruang sacral. Ditengah menguatnya kapitalisme religious, ibadah haji tidak lagi semata dipahami sebagai praktik spiritual, melainkan juga sebagai arena pertukaran ekonomi yang kompleks. Haji Furoda, sebagai jalur non kuota regular, menghadirkan dinamika ketidakpastian legalitas, risiko keberangkatan, serta tingginya biaya, sehingga menjadikan kepercayaan (trust) dan jejaring sosial sebagai modal utama dalam proses transaksinya. Dengan menggunakan perspektif Ebeddedness dari mark Granovetter, penelitian ini menolak pandangan ekonomi yang memisahkan Tindakan pasar dari konteks sosialnya. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memotret bagaimana relasi personal, reputasi dan otoritas religious serta kedekatan sosial berperan dalam membentuk legitimasi serta mengurangi risiko dalam praktik Haji Furoda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi Haji Furoda tidak berjalan semata berdasarkan mekanisme penawaran dan permintaan, tetapi ditopang oleh jaringan kepercayaan yang terbangun melalui relasi sosial, symbol religious, serta distribusi informasi informal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ruang sacral tidak steril dari logika pasar, melainkan menjadi arena dimana nilai spiritual dan nilai ekonomi saling berkelindan. Dengan demikian, studi ini berkontribusi dalam memperluas kajian sosiologi agama, khususnya dalam memahami bagaimana Tindakan ekonomi dalam praktik keagamaan dikonstruksi dan dilegitimasi melalui keterlekatan sosial di Indonesia.
PERDAGANGAN MANUSIA: SEBUAH FENOMENA DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL STUDI KASUS DI KULON PROGO Hasyim Abdillah; Ghery Safitra Fahrun
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fenomena kasus perdagangan manusia dilihat dalam perspektif perubahan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan model wawancara semi terstruktur. Perdagangan manusia sudah menjadi kejahatan yang tidak hanya terjadi dalam masyarakat lokalseperti kasus perkawinan anak dengan dalih penebusan utang, atau adopsi janin yang masih dalam kandungan seseorang, namun sudah tersistematis dalam skala internasional yang dialami pekerja migran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimnya pemahaman soal pola human trafficking yang dialami oleh eks pekerja migran dan masyarakat lokaladalah faktor sekunder maraknya kasus perdagangan manusia. Problematika yang paling radikal dalam skala internasional adalah adanya penyelewengan administrasi yang dilakukan oleh oknum penyedia layanan perizinan kerja; pemalsuan dokumen, penyitaan dokumen oleh calo, dan over charging sebagai alat jeratan utang bagi pekerja migran.Tentu perspektif perubahan sosial dalam melihat fenomena ini bertujuan untuk mendorong kembali keberfungsian eks penyintas trafficking.