Sentra Wisata Kuliner (SWK) Gayungan Surabaya merupakan kawasan strategis yang berkembang seiring meningkatnya kunjungan masyarakat ke Masjid Al Akbar Surabaya. Aktivitas ekonomi para pedagang di kawasan ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar, namun juga menimbulkan permasalahan lingkungan berupa peningkatan volume sampah, khususnya sampah organik dari sisa makanan, buah, dan sayuran. Kondisi eksisting menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di SWK Gayungan belum optimal, ditandai dengan pencampuran sampah organik dan non-organik dalam satu tempat pembuangan. Praktik tersebut berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, risiko penyakit, serta mengancam kesehatan lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pedagang SWK Gayungan terkait pengelolaan sampah. Metode pengabdian dilakukan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai pemilahan sampah serta pengelolaan limbah organik menjadi kompos yang ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pedagang mengenai pentingnya pemilahan sampah dan penerapan konsep 3R dalam aktivitas usaha sehari-hari. Terjadi peningkatan jumlah pedagang yang paham terkait pengelolaan sampah dan pembuatan kompos yang sebelumnya sama sekali tidak paham menjadi paham dan pemahaman pedagang meningkat. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi pengelolaan sampah memiliki peran penting dalam mendukung lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di kawasan sentra wisata kuliner khususnya di SWK Gayungan Surabaya.