Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDEKATAN HUMANIORA DALAM AL-QUR’AN DAN HADIS TERHADAP ETIKA BELAJAR DAN MENGAJAR Atania Firdaus; Malikha Kumala Nabila; Zuliyantika Rizmandani; Aulia Amanni; Khoirul Anwar
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 9 No 1 (2026): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/8we1wf25

Abstract

Ilmu dalam Islam memiliki kedudukan yang penting karena terintegrasi dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Oleh karena itu, proses belajar dan mengajar tidak hanya dipahami sebagai aktivitas akademik, tetapi juga sebagai praktik etis yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etika belajar dan mengajar dalam perspektif Islam melalui pendekatan humaniora. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), melalui analisis isi terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, Hadis, serta literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika belajar dan mengajar dalam Islam bertumpu pada dua prinsip utama, yaitu penanaman adab dalam belajar dan pengajaran sebagai tanggung jawab sosial. Pendekatan humaniora menegaskan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada pembentukan akhlak, integritas moral, dan tanggung jawab sosial peserta didik dan pendidik.
Implementasi Moderasi Beragama Melalui Program Sekolah Dalam Perspektif Prinsip-Prinsip Moderasi Islam Di SDN Sokowaten Baru Banguntapan Bantul Atania Firdaus
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/4aefg709

Abstract

This study aims to analyze the implementation of religious moderation through school programs at SD Negeri Sokowaten Baru, Banguntapan, Bantul, as a pilot school for religious moderation. This research is motivated by the multicultural condition of Indonesian society, which requires educational approaches that instill tolerance and respect for diversity from an early age. The research method used is a qualitative approach with a field research design. The subjects of this study consist of Islamic Education (PAI) teachers and students. Data were collected through in-depth interviews using audio recordings. The data analysis technique includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of religious moderation is carried out systematically through routine activities such as interfaith prayers, religious activities based on each student's beliefs, social-based learning, and inclusive infaq management. In addition, program evaluation is conducted continuously to improve the quality of implementation. The findings show a significant change in students’ attitudes, particularly in reducing religious-based bullying and increasing tolerance and mutual respect. Therefore, the religious moderation program plays an important role in shaping inclusive and civilized student character. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi moderasi beragama melalui program sekolah di SD Negeri Sokowaten Baru Banguntapan Bantul sebagai sekolah piloting moderasi beragama. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Indonesia yang multikultural sehingga diperlukan pendekatan pendidikan yang mampu menanamkan nilai toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian terdiri dari guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam berbasis rekaman. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi moderasi beragama dilakukan secara sistematis melalui kegiatan rutin seperti doa lintas agama, kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing, pembelajaran berbasis sosial, serta pengelolaan infaq yang bersifat inklusif. Selain itu, evaluasi program dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan. Temuan penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada sikap siswa, khususnya dalam mengurangi perilaku bullying berbasis agama serta meningkatkan sikap toleransi dan saling menghargai. Dengan demikian, program moderasi beragama berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang inklusif dan berkeadaban.
The Thought of Jamaluddin Al-Afghani (Pan-Islamism) and Its Relevance for Contemporary Islamic Education Atania Firdaus; Havid Yanuardi
Journal of Indonesian Islamic Studies Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Indonesian Islamic Studies (April)
Publisher : Postgraduate Program of the State Islamic Institute of Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jiis.v5i2.10276

Abstract

This study aims to analyze the thought of Jamaluddin al-Afghani on Pan-Islamism and its relevance to contemporary Islamic education within the framework of Islamic educational philosophy. Al-Afghani (1839–1897) was a prominent Muslim reformer who responded to the decline of the Muslim world and Western imperialism through the idea of Islamic unity (Pan-Islamism). This research employs a library research method based on primary sources, classical texts, and relevant scholarly literature. Data analysis is conducted using thematic content analysis. The findings indicate that Pan-Islamism is not merely a socio-political movement but also contains a philosophical foundation in Islamic education, particularly through the integration of the concepts of tarbiyah, ta‘lim, and ta’dib. These three concepts form a holistic framework that encompasses intellectual, moral, and spiritual development in education. Al-Afghani emphasized that the revival of the Muslim ummah can only be achieved through education that integrates religious and rational sciences, strengthens critical thinking, and fosters intellectual solidarity among Muslims. In the context of contemporary Islamic education, his thought remains relevant in promoting educational reform that is integrative, progressive, and adaptive to modern challenges while preserving Islamic identity. However, Pan-Islamism also has limitations, particularly its idealistic emphasis on unity, which may overlook socio-cultural and epistemological diversity within the Muslim world.