Mulya, Yansa Alif
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Dongeng Dalam Peningkatan Emosi Positif Anak Usia Prasekolah Trihastuti, Annisa; Mulya, Yansa Alif; Abdillah, Zaid; Hidayati, Fina
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.145 KB) | DOI: 10.18860/psi.v15i2.6736

Abstract

Penelitian ini bertujuan  mengetahui Pengaruh Dongeng dalam perkembangan emosi positif anak usia prasekolah di TK Muslimat NU 21. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 40 siswa TK  dengan menggunakan dua kelompok variabel yani kontrol dan eksperimen. Terdapat empat emosi positif (Interested, Excited, Inspired, Strong, Active) dalam penelitian ini. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat perubahan sebesar 41,2% pada kelompok eksperimen  dan 9,34% pada kelompok kontrol. Aspek yang mengalami perbuhan signifikan adalah aspek Interested, Inspired, strong, dan active.
Melihat Persepsi Korupsi Masyarakat: Analisis Kolektivisme dan Gaya Pengambilan Keputusan El Syafira Saragih; Yansa Alif Mulya
Journal Psikologi Forensik Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Volume 4 No 1, Tahun 2024
Publisher : Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71088/jpfi.v4i1.46

Abstract

Berdasarkan data dari Transparency Internasional for Indonesia (2023) dan Badan Pusat Statistik Indonesia (2024), menyatakan bahwa CPI atau Indeks Persepsi Korupsi negara Indonesia turun sebesar 0,07 poin dari 3,96 di 2023 menjadi 3,89 pada 2024. Praktik korupsi di Indonesia sendiri sudah mengakar, sistematis, kolektif dan berevolusi bentuk dan rupanya. Pada penelitian ini, peneliti berusaha untuk melihat persepsi korupsi masyarakat Indonesia pada saat ini dengan pengaruh budaya kolektif dan dimediasi oleh gaya pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif model mediasi (N = 120) dengan menyebarkan survei online. Analisis menggunakan tiga alat ukur berdasarkan CVS Scale dari Yoo (2016), GDMS oleh Baiocco, dkk (2009), dan CPS Scale dari Vieire, dkk (2022). Variabel kolektif (β = 0.204, F (1, 118) = 47.93, p = < 0.05), persepsi dan tipe pengambilan (β = 0.853, F (1, 118) = 85.15, p = < 0.05) dapat memprediksi satu sama lain. Gaya pengambilan keputusan (β = .137) mampu memediasi hubungan antara kolektif (β = .132) dengan persepsi korupsi. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, kolektif dan gaya pengambilan keputusan hanya mampu menjelaskan 45,9% dari persepsi tentang korupsi. Sehingga, masih banyak faktor yang mendorong praktik korupsi di Indonesia yang dapat dibahas pada penelitian selanjutnya.
Once A Criminal, Always A Criminal? Kepribadian Terang, Persepsi tentang Pelaku, dan Sikap akan Pembebasan Bersyarat bagi Jessica dalam Kasus Kopi Sianida Maria Gracia Amara Pawitra; Yansa Alif Mulya
Journal Psikologi Forensik Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 No 2, Tahun 2024
Publisher : Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71088/jpfi.v4i2.55

Abstract

Kasus kopi sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin menggemparkan masyarakat pada tahun 2016 lalu. Pasalnya, kasus ini merupakan kasus minim bukti dan saksi, sehingga menuai banyak kontroversi. Akhirnya hakim menggunakan pembuktian tidak langsung yang menjerat Jessica Kumala Wongso sebagai pelaku pembunuhan berencana terhadap Mirna. Kasus ini diakhiri dengan pemberian vonis 20 tahun penjara kepada Jessica. Akan tetapi, setelah delapan tahun menjalani masa hukuman, Jessica mendapatkan pembebasan bersyarat. Hal ini menuai pro dan kontra di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap masyarakat akan pembebasan bersyarat bagi Jessica, berdasarkan kepribadian terang masyarakat dan persepsi masyarakat tentang Jessica. Penelitian dilakukan secara cross-sectional menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi: 1) WNI berusia 18-60 tahun, 2) Pernah dan/atau sedang menonton/mendengar berita/memperbincangkan kasus kopi sianida. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Kepribadian Terang, Skala Persepsi tentang Pelaku Tindak Kriminal, dan Skala Sikap akan Pembebasan Bersyarat. Hasil (N= 209) menunjukkan bahwa kepribadian terang dan persepsi tentang Jessica secara simultan berperan secara signifikan memengaruhi sikap akan pembebasan bersyarat bagi Jessica. Penelitian ini merekomendasikan agar masyarakat mau mendukung upaya keadilan restoratif berupa pembebasan bersyarat, sejauh pelaku dipersepsikan mampu menunjukkan sikap yang baik. Kata kunci: Kasus Kopi Sianida; Kepribadian Terang; Persepsi terhadap Pelaku Tindak Kriminal; Sikap terhadap Pembebasan Bersyarat.