Itron Johanis Lette
Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDIDIKAN NILAI GOTONG ROYONG MELALUI KELUARGA: INTERNALISASI BUDAYA ESA TULU FALI ESA PADA REMAJA Meryana Micselen Doko; Itron Johanis Lette; Dorkas Y.A. Kale; Daud Yefkanius Nassa; Fadil Mas'ud
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.1649

Abstract

The value of gotong royong as Indonesia’s cultural heritage is increasingly challenged by globalization and rapid technological development, which have fostered individualistic attitudes among adolescents. Consequently, the family plays a strategic role in strengthening character education based on local cultural values. This study aimed to analyze the role of families in internalizing gotong royong values rooted in the Esa Tulu Fali Esa culture among adolescents. A descriptive qualitative approach was employed using in-depth interviews, participant observation, and documentation involving parents, traditional leaders, community leaders, village officials, and adolescents in Pilasue Village, Rote Ndao Regency. The findings reveal that families function as educators, moral guides, and agents of habituation by providing role models, involving adolescents in socio-cultural activities, and reinforcing cultural and spiritual values. The main challenges include modernization, digital technology, and limited environmental support. The study concludes that stronger collaboration among families, schools, and communities is essential to sustain local culture-based character education and preserve the value of gotong royong among younger generations. ABSTRAKNilai gotong royong sebagai warisan budaya Indonesia menghadapi tantangan akibat globalisasi dan perkembangan teknologi yang mendorong tumbuhnya budaya individualistik di kalangan remaja, sehingga keluarga memiliki peran strategis dalam pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan keluarga dalam menginternalisasikan nilai gotong royong berbasis budaya Esa Tulu Fali Esa pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap orang tua, tokoh adat, tokoh masyarakat, aparat desa, dan remaja di Desa Pilasue, Kabupaten Rote Ndao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai pendidik, pembimbing moral, dan agen pembiasaan melalui keteladanan, pelibatan remaja dalam aktivitas sosial budaya, serta pemberian nasihat berbasis nilai budaya dan spiritual. Kendala utama berasal dari modernisasi, teknologi digital, dan terbatasnya dukungan lingkungan. Disimpulkan bahwa sinergi keluarga, sekolah, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal.