Ndan Imang
Universitas Mulawarman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI PENGELOLAAN PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DI PT KARUNIA LUMASINDO PRATAMA SAMARINDA Yolanda Prahitna Trisna Della; Amir Masruhim; Saibun Sitorus; Ndan Imang; Henny Pagoray; Jawatir Pardosi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v10i1.28228

Abstract

Peningkatan sektor industri dan fasilitas kesehatan di Kalimantan Timur mendorong meningkatnya produksi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem pengangkutan dan pengumpulan limbah B3 di PT Karunia Lumasindo Pratama (PT KLP) melalui identifikasi proses operasional, kuantitas dan klasifikasi limbah, serta analisis tingkat ketaatan terhadap regulasi pemerintah dan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan menggunakan checklist regulasi, data operasional dan wawancara mendalam terstruktur terhadap staf PT KLP. Hasil penelitian menunjukkan ada 38 jenis limbah B3 dengan total volume 11.966,854 ton/tahun pada periode 2025, didominasi oli bekas sebesar 8.718,688 ton/tahun. Volume ini meningkat 53,87% dibanding tahun 2023. Tingkat kepatuhan terhadap regulasi mencapai 86,6% dari 15 parameter uji, dengan ketidaksesuaian pada penggunaan manifest elektronik Festronik di wilayah blank spot internet serta aktivitas operasional malam hari yang tidak sesuai SOP. Pemantauan lingkungan mencakup air tanah, udara ambien dengan nilai TSP 61,69 µg/Nm³ dari baku mutu 230 µg/Nm³, serta kebisingan 66,5 dB(A) dari baku mutu 70 dB(A), seluruhnya memenuhi ketentuan. PT KLP telah memiliki legalitas operasional dan dokumen UKL-UPL yang sah, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek pengawasan operasional, administrasi digital  dan transparansi pengelolaan guna mencegah risiko kegagalan lingkungan di masa mendatang.
PEMODELAN SPASIAL-TEMPORAL CBOD DAN DO SUNGAI LAWA MENGGUNAKAN WATER QUALITY ANALYSIS SIMULATION PROGRAM (WASP) Edhi Sarwono; Marlon I Aipassa; Ndan Imang; Yohanes Budi Sulistioadi; Komsanah Sukarti; Henny Pagoray; Sri Wahyuningsih
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v10i1.27439

Abstract

Sungai Lawa merupakan badan air penerima dari aktivitas pertambangan batubara dan perkebunan kelapa sawit di sekitar sungai. Penelitian ini bertujuan memodelkan penyebaran Carbonaceous Biochemical Oxygen Demand (CBOD) dan dissolved oxygen (DO) di Sungai Lawa menggunakan Water Quality Analysis Simulation Program (WASP8 US EPA), menganalisis perubahan konsentrasi berdasarkan jarak hulu ke hilir, serta mengevaluasi perubahan temporal enam waktu simulasi. Ruas Sungai Lawa sepanjang 69,38 km dimodelkan menjadi 18 segmen utama dengan masukan lateral dari anak sungai dan saluran buangan. Simulasi dilakukan pada 22-23 Desember 2025 dengan keluaran pada enam waktu. Data BOD hasil pengukuran lapangan digunakan sebagai dasar input dan pembanding parameter organik, sedangkan keluaran model dianalisis sebagai CBOD sesuai variabel keadaan dalam WASP. Validasi model menggunakan MAE, RMSE, MAPE dan R2. Hasil simulasi menunjukkan CBOD berubah secara longitudinal sebagai respons masukan beban organik dan proses degradasi, sedangkan DO menunjukkan variasi yang dipengaruhi beban organik, reaerasi, dan kondisi hidraulik. Validasi terbaik CBOD terjadi pada 22 Desember 2025 pukul 00.00 WITA dengan MAE 0,26 mg/L, RMSE 0,30 mg/L, dan MAPE 9,86%; sedangkan validasi terbaik DO pada waktu yang sama, MAE 0,32 mg/L, RMSE 0,37 mg/L, dan MAPE 13,86%. Model WASP dapat digunakan untuk menggambarkan kecenderungan spasial-temporal CBOD dan DO Sungai Lawa sebagai dasar evaluasi kualitas air.