Mirnawati Mirnawati
Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENGURANGI PERILAKU BULLYING PADA PESERTA DIDIK Dwi Aulia Latifa Lakara; A. Ardiansyah; Wiwin Mistiani; Mirnawati Mirnawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12439

Abstract

ABSTRACT Bullying is one of the problems that can hinder students’ social, emotional, and academic development, making preventive efforts through character education strengthening essential within school culture and learning activities. This study aimed to analyze the implementation of character education strengthening in preventing and reducing bullying behavior among students at MI Muhammadiyah Nunu. The research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, teachers, and students. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that bullying behavior was predominantly verbal and nonverbal, with varying levels of intensity across grade levels. Character education strengthening was implemented through religious habituation activities, the 5S culture (smile, greeting, salutation, politeness, and courtesy), teacher role modeling, collaborative activities, school regulations, and cooperation with parents. These programs successfully instilled religious values, discipline, responsibility, tolerance, empathy, and mutual respect, which contributed to increasing students’ awareness of the negative impacts of bullying and fostering more positive social interactions. Although several cases of verbal and nonverbal bullying were still identified, their intensity tended to decrease as the programs were implemented consistently. It can be concluded that strengthening character education is an effective strategy for preventing and reducing bullying behavior while supporting the creation of a safe, comfortable, and conducive school environment for students’ development. ABSTRAK Bullying merupakan salah satu permasalahan yang dapat menghambat perkembangan sosial, emosional, dan akademik peserta didik sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui penguatan pendidikan karakter yang terintegrasi dalam budaya sekolah dan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi penguatan pendidikan karakter dalam pencegahan dan pengurangan perilaku bullying pada peserta didik di MI Muhammadiyah Nunu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, dan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying yang ditemukan didominasi oleh bullying verbal dan nonverbal dengan intensitas yang bervariasi pada setiap jenjang kelas. Penguatan pendidikan karakter dilaksanakan melalui pembiasaan keagamaan, budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), keteladanan guru, kegiatan kolaboratif, penerapan tata tertib, serta kerja sama dengan orang tua. Program tersebut berhasil menanamkan nilai religius, disiplin, tanggung jawab, toleransi, empati, dan sikap saling menghormati yang berdampak pada meningkatnya kesadaran peserta didik terhadap dampak bullying serta terciptanya interaksi sosial yang lebih positif. Meskipun masih ditemukan beberapa kasus bullying verbal dan nonverbal, intensitasnya cenderung menurun seiring pelaksanaan program secara berkelanjutan. Disimpulkan bahwa penguatan pendidikan karakter merupakan strategi yang efektif dalam mencegah dan mengurangi perilaku bullying serta mendukung terciptanya lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan peserta didik.
Efektivitas Model Discovery Learning Berbasis Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Nurul Hijratul Ummahiroh; Arda Arda; Mirnawati Mirnawati
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.4105

Abstract

Rendahnya tingkat kemampuan berpikir kreatif peserta didik di SMPN 3 Palu yang ditunjukkan melalui keterbatasan dalam mengemukakan ide dan kesulitan memahami materi pembelajaran secara optimal menjadi fenomena yang diperhatikan pada studi ini. Dengan hal tersebut, penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kreatif peserta didik di SMPN 3 Palu tahun ajaran 2024-2025 dipengaruhi oleh penggunaan model pembelajaran discovery learning berbasis mind mapping. Penelitian ini menerapkan pendekatan quasi eksperiment dengan desain nonequivalent control group. Penelitian ini tergolong dalam jenis kuantitatif dengan jumlah sampel 56 peserta didik yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kontrol, dimana setiap kelas terdiri dari 28 peserta didik. Pengambilan sampel untuk menentukan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik ini digunakan karena memungkinkan pemilihan sampel dengan karakteristik akademik dan kemampuan berpikir kreatif yang relatif seimbang. Lima butir soal esai yang telah diverifikasi oleh ahli digunakan sebagai alat penelitian. Pada tingkat signifikansi 0,05, uji statistik parametrik seperti uji t sampel independen, uji homogenitas, dan uji normalitas digunakan dalam analisis data. Skor posttest rata-rata untuk kelas eksperimen = 65,04 dan kelompok kontrol = 37,57. Nilai signifikansi (2-tailed) = 0,001 < 0,05 mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Artinya, secara signifikan penerapan model pembelajaran discovery learning berbasis mind mapping meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berpikir kreatif dalam mata pelajaran IPA.
Efektivitas Model Inquiry-Based Learning Berbasis Video Animasi dalam Pembelajaran IPA terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Vanita Adinda Lawide; Mohammad Djamil M. Nur; Mirnawati Mirnawati
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.4124

Abstract

Rendahnya capaian kapasitas berpikir kritis peserta didik dalam konteks pembelajaran IPA merefleksikan urgensi penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif dan sistematis, serta didukung oleh penggunaan media yang representatif dan stimulatif. Sehubungan dengan itu, penelitian ini dirancang guna mengevaluasi sejauh mana model inquiry-based learning yang dipadukan dengan media video animasi mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembahasan materi sistem tata surya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi-experimental melalui desain nonequivalent control group. Sampel penelitian ini terdiri dari atas dua kelas VII MTs Alkhairaat Pakuli. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kontrol dan kelas eksperimen. Data diperoleh melalui administrasi tes sebelum dan sesudah perlakuan dalam bentuk sepuluh soal uraian yang dirancang berdasarkan konstruk keterampilan berpikir kritis. Temuan analisis statistik menunjukkan bahwa pelaksanaan model inquiry-based learning yang didukung oleh media video animasi berkontribusi secara bermakna terhadap aspek kritis peserta didik. Signifikansi pengaruh tersebut dibuktikan melalui nilai posttest kelompok eskperimen (81,25) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (72,31). Berdasarkan hasil uji independent samples t-test menunjukan nilai signifikansi (p)= 0,008 (< 0,005), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, model inquiry-based learning berbasis video animasi efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi sistem tata surya.
Pengaruh Model Problem Posing tipe Pre-Solution Posing Berbasis Eksperimen Laboratorium terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Amelia Esti; Ardiansyah Ardiansyah; Mirnawati Mirnawati
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4203

Abstract

Lemahnya keterampilan berpikir kritis siswa pada konteks sains, khususnya pada konsep suhu dan kalor, mengemukakakn perlunya penggunaan model pembelajaran yang lebih inovatif serta mendorong terlibat aktifnya peserta didik. Studi ini bermaksud guna mencari tahu dampak pemberian model pembelajaran problem posing tipe pre-solution posing berbasis eksperimen laboratorium bagi keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Sindue Tobata. Memanfaatkan desain kelompok kontrol yang tidak ekuivalen, studi ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif dan metodologi kuasi-eksperimen. Terdapat satu kelompok eksperimen serta satu kelompok kontrol yang menjadi sampel penelitian. Sebanyak 18 pertanyaan pilihan ganda, yang dikembangkan dari pengukuran kemampuan berpikir kritis, diberikan pada pretest serta posttest dalam mengumpulkan data. Mengacu temuan studi, kemampuan berpikir kritis peserta didik dipengaruhi secara signifikan berbantuan paradigma pembelajaran ini (p <0,05). Selain itu, dibandingkan dengan kelompok kontrol, kelompok eksperimen mempunyai nilai rerata yang lebih tinggi. Temuan ini merepresentasikan jika model pembelajaran problem posing tipe pre-solution posing yang dipadukan dengan eksperimen laboratorium efektif digunakan dalam pembelajaran IPA.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Etnosains Terhadap Hasil Belajar Ipa Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Di Kota Palu Mirnawati Mirnawati
Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/literasi.v5i1.2764

Abstract

This study aims to reveal the differences in the learning outcomes of students who implement ethnoscience-based science learning and conventional learning at Madrasah Tsanawiyah Negeri in Palu City. Using a quantitative approach, the technique of collecting data through tests. The data analysis techniques used were validity tests, and classical assumption tests, namely normality tests, homogeneity tests, and hypothesis tests. This research was conducted in four Madrasah Tsanawiyah schools in Palu City, namely MTsN 1 Palu, MTsN 2 Palu, MTsN 3 Palu and MTsN 4 Palu. Each school took 2 sample classes in grade VII. 4 experimental classes and 4 control classes. The number of respondents was 196 people. The data processing of this research uses the Jamovi application version 2.3.28. The results of the study show that the learning outcomes of science in classes that implement ethnoscience-based learning are different from conventional classes. It is characterized by the results of a statistical test (t-test), namely with a sig value of 0.001 < 0.05 so that Ha is accepted, namely there is a difference in science learning outcomes in classes that implement ethnoscience-based learning compared to conventional classes. The results of the correlation analysis showed that r of 0.447 indicated the degree of relationship between learning outcomes and the value of student learning outcomes at a moderate level. From the results of the t-test, an effect size value of 54.8% was also obtained, which shows how much the implementation of ethnoscience-based science learning has influenced the value of scientific learning outcomes. The implication of this research is that the results of this research are expected to contribute to thinking to always include cultural elements in every learning. So that schools in Palu City, especially for Madrasahs, will have characteristics that enrich insights for their students. It is also expected to be one of the contributions of thinking to make policies related to the school curriculum to pay more attention to local wisdom.