Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DIKSI DAN MAJAS PADA LIRIK LAGU “33X” KARYA PERUNGGU Reviena Dewi
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 4 No. 2 (2026): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v4i2.6191

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena lagu "33x" karya kelompok musik Perunggu yang menjadi sarana refleksi sosiopsikologis bagi generasi kontemporer dalam menghadapi krisis eksistensial dan fenomena hustle culture. Penelitian ini bertujuan untuk membedah mekanisme kebahasaan yang digunakan Perunggu dalam mengejawantahkan pesan spiritual dan introspektif melalui analisis diksi dan majas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika, di mana data berupa unit-unit linguistik dalam lirik lagu "33x" dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu ini didominasi oleh penggunaan diksi konotatif yang terbagi menjadi kategori religius-filosofis, krisis batin, dan imperatif-solutif. Selain itu, ditemukan penggunaan majas repetisi (epizeukis) yang intensif sebagai fungsi persuasif, serta majas metafora dan simbolisme yang mentransformasi konsep abstrak menjadi citra konkret
VARIASI BAHASA PADA KONTEN TIKTOK BERBAHASA INDONESIA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK TERHADAP KONTEN KREATOR EDUKASI Reviena Dewi; Rina Andriana
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 2 No. 2 (2024): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v2i2.6678

Abstract

Perkembangan media sosial telah melahirkan berbagai bentuk penggunaan bahasa yang semakin beragam. TikTok sebagai salah satu platform digital yang populer tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana edukasi yang digunakan oleh berbagai kreator untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dalam proses penyampaian informasi tersebut, muncul berbagai variasi bahasa yang dipengaruhi oleh faktor sosial, situasional, dan tujuan komunikasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk variasi bahasa yang digunakan oleh kreator edukasi berbahasa Indonesia di platform TikTok serta menjelaskan fungsi sosial penggunaan variasi bahasa tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data berupa tuturan verbal yang terdapat dalam video kreator edukasi TikTok. Analisis data menggunakan teori variasi bahasa yang dikemukakan oleh Chaer dan Agustina yang meliputi variasi berdasarkan penutur, pemakaian, keformalan, dan sarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreator edukasi TikTok menggunakan berbagai bentuk variasi bahasa, yaitu ragam santai, ragam usaha, dialek regional, sosiolek, campur kode, istilah teknis, dan bahasa gaul digital. Variasi bahasa yang dominan adalah ragam santai dan campur kode bahasa Indonesia–Inggris. Penggunaan variasi bahasa tersebut bertujuan meningkatkan kedekatan dengan audiens, menyederhanakan konsep yang kompleks, membangun identitas kreator, serta meningkatkan efektivitas komunikasi edukatif di media digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa variasi bahasa dalam konten edukasi TikTok merupakan strategi komunikasi yang memungkinkan penyampaian informasi berlangsung secara lebih menarik dan mudah dipahami oleh pengguna media sosial, khususnya generasi muda.
Efektivitas Bibliografi Berbasis Cerita Pendek terhadap Penurunan Math Anxiety pada Siswa Kelas X di SMA Negeri 5 Cilegon : Penelitian Putri Nahwati; Tito Parta Wibowo; Reviena Dewi; Indah Syafitri; Tia Mutiara; Yanwar Samsul Akmal; Faisal Yuda Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6057

Abstract

Kecemasan matematika merupakan fenomena umum di kalangan siswa sekolah, termasuk siswa di SMA Negeri 5 Cilegon. Berdasarkan pengamatan awal, banyak siswa menunjukkan gejala seperti menghindari tugas matematika, kurang percaya diri, dan mengalami stres selama belajar. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif tetapi juga pada aspek emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, bertujuan untuk memahami efektivitas bibliografi berbasis cerita pendek dalam mengurangi kecemasan matematika pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bibliografi berbasis cerita pendek efektif dalam mengurangi kecemasan matematika pada siswa. Berdasarkan analisis data kualitatif, dapat disimpulkan bahwa intervensi menggunakan cerita pendek dapat menjadi solusi naratif yang efektif dalam mengurangi gejala kecemasan matematika, baik secara fisik maupun psikologis.