Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelestarian Hutan Larangan Adat Kenegerian Rumbio Sebagai Cerminan Nilai-Nilai Sosial Budaya Masyarakat Lokal Andrian Syah Putra; Aulia Rahma; Chesa Amelia; Fadila Azahra; Febi Rahman Safira; Hafifah Salsabila Putri; Murni Syakira; Qurata Ayun; Hambali
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8293

Abstract

Masyarakat hukum adat di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal di tengah arus modernisasi dan tekanan ekonomi. Hutan Larangan Adat Kenegerian Rumbio, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, merupakan bukti nyata bagaimana kearifan lokal mampu menjaga kelestarian hutan selama berabad-abad. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai budaya serta makna dari nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam praktik pelestarian Hutan Larangan Adat Kenegerian Rumbio. Metode kualitatif deskriptif digunakan, dengan data primer melalui wawancara semi-terstruktur bersama Pucuk Pimpinan Adat, Datuk Ulak Simano Kamaruzzaman, S.Ag., dan data sekunder dari kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan kelima sila Pancasila terimplementasi secara nyata: Ketuhanan tercermin dari prinsip adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah; Kemanusiaan melalui pemanfaatan sumber daya yang bijaksana; Persatuan melalui kerja sama lintas desa; Kerakyatan melalui musyawarah adat; dan Keadilan Sosial melalui penegakan sanksi yang setara. Perda Riau Nomor 5 Tahun 2009 yang diperkuat Nomor 14 Tahun 2018 memperkuat landasan hukum pelestarian ini. Kearifan lokal masyarakat adat Rumbio merupakan wahana konkret membumikan nilai-nilai Pancasila sekaligus menjaga keseimbangan ekologis bagi generasi mendatang.
Pemberdayaan Umkm Desa Melalui Pelatihan Legalitas Usaha Dan Desain Branding Di Desa Merangin Kabupaten Kampar Ilham Radhifa; Rinda Elni Septari; Verdhitia Ikhsan Pratama; Aulia Rahma; Afifah Cahyani; Risni Ramadhani; Revaliza Syahinda; Mhd Farhan; Ikbal Ardiansyah Purba; Encik Rania Olivia; Nadhila Irawan; Riska Febrianda; Egi Chandra; Nurmaizar Nurmaizar; Bastian Felix Hutagaol; Nadia Asti Nurmayzana; Frini Karina Andini
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.246-255

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in villages have great potential to support the local economy, but they still face various challenges, such as the lack of business legality and weak product branding. In Merangin Village, Kampar Regency, most MSME actors run their businesses informally without a Business Identification Number (NIB), have unsystematic financial records, and use unattractive product packaging. This activity aims to strengthen the capacity of MSMEs through intensive training and mentoring that covers business legality, basic management, and branding design. The methods used include theoretical material delivery, practical simulations, and collaboration between lecturers and Kukerta students in providing personal assistance to participants. The results show that participants were able to understand and register for NIBs through the OSS platform, prepare a Business Model Canvas (BMC), calculate the cost of production (HPP), and conduct simple financial recording. In addition, participants also succeeded in designing product logos and packaging that are more appealing by utilizing online design applications. This activity proves that a collaborative and practical approach is highly effective in improving the knowledge and skills of village MSMEs, enabling them to be better prepared to compete in broader markets and operate with formal legality.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDGS melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Khusus di Kampung Suak Lanjut Nindya Wulandari; Andrew Baker Hutapea; Rafeyfa Asyla Fadya; Arinda Rianita Armand; Kayla Arruza Khalisa; Sayyidah Naisya Cahya; Aisah Isnaini Efendi; Resti Julia Amanda; Aulia Rahma; Nabila Arifah Pratiwi; Haura Salsabilla; Tutut Nurhasanah
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v5i3.1000

Abstract

Suak Lanjut Village has significant economic and natural resource potential, but it still faces challenges in digital aspects, house-hold waste management, and student learning motivation. The 2026 Special Impact Community Service Program (KUKERTA) from the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Riau, came to provide integrative solutions through three main programs: digitalization of MSMEs, processing of organic compost and Liquid Organic Fertilizer (POC), and enjoyable science tutoring. The method used during this service was a participatory approach through socialization, demonstrations, and direct mentoring. The results of the activities showed increased digital visibility for several local MSMEs, the formation of community understanding in converting kitchen waste into more useful things, and increased enthusiasm of elementary school students for science learning. This program succeeded in building an empowerment ecosystem that synergizes economic, environmental, and educational aspects towards a more independent and prosperous Suak Lanjut Village community.