Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tragedi Sampit 2001 dalam Perspektif Hak Asasi Manusia: (Studi Kasus Konflik Etnis di Indonesia) Chesa Amelia; Deswita Anggraini; Fadila Azahra; Fitri Rahmatullaila; Halimatus Sa’diyah; Hambali; Salwa Raihana Putri
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8141

Abstract

Penelitian ini membahas Tragedi Sampit 2001 dalam perspektif HAM. Konflik dipicu oleh perbedaan budaya, ketimpangan sosial, dan lemahnya komunikasi antar etnis Dayak dan Madura. Dampak konflik meliputi korban jiwa, pengungsian, trauma, dan kerusakan sosial. Dalam perspektif HAM, tragedi ini melanggar hak hidup, rasa aman, dan perlindungan hukum. Penyelesaian konflik dilakukan melalui dialog, keamanan, dan peran tokoh adat. Penelitian ini menegaskan pentingnya toleransi dan persatuan untuk mencegah konflik serupa.
Pelestarian Hutan Larangan Adat Kenegerian Rumbio Sebagai Cerminan Nilai-Nilai Sosial Budaya Masyarakat Lokal Andrian Syah Putra; Aulia Rahma; Chesa Amelia; Fadila Azahra; Febi Rahman Safira; Hafifah Salsabila Putri; Murni Syakira; Qurata Ayun; Hambali
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8293

Abstract

Masyarakat hukum adat di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal di tengah arus modernisasi dan tekanan ekonomi. Hutan Larangan Adat Kenegerian Rumbio, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, merupakan bukti nyata bagaimana kearifan lokal mampu menjaga kelestarian hutan selama berabad-abad. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai budaya serta makna dari nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam praktik pelestarian Hutan Larangan Adat Kenegerian Rumbio. Metode kualitatif deskriptif digunakan, dengan data primer melalui wawancara semi-terstruktur bersama Pucuk Pimpinan Adat, Datuk Ulak Simano Kamaruzzaman, S.Ag., dan data sekunder dari kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan kelima sila Pancasila terimplementasi secara nyata: Ketuhanan tercermin dari prinsip adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah; Kemanusiaan melalui pemanfaatan sumber daya yang bijaksana; Persatuan melalui kerja sama lintas desa; Kerakyatan melalui musyawarah adat; dan Keadilan Sosial melalui penegakan sanksi yang setara. Perda Riau Nomor 5 Tahun 2009 yang diperkuat Nomor 14 Tahun 2018 memperkuat landasan hukum pelestarian ini. Kearifan lokal masyarakat adat Rumbio merupakan wahana konkret membumikan nilai-nilai Pancasila sekaligus menjaga keseimbangan ekologis bagi generasi mendatang.