Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlindungan Hak Asasi Manusia Terhadap Pengungsi Rohingya di Indonesia: Studi Kasus Penanganan di Pekanbaru Hambali; Fitri Rahmatullaila; Husnul Khoti Rifani; Murni Syakira; Najwa Ramadhani; Wilanda Zahra; Zulfikar
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap pengungsi Rohingya di Indonesia, khususnya dalam pemenuhan hak kesehatan di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), pengungsi Rohingya, serta masyarakat sekitar. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak kesehatan pengungsi Rohingya di Kota Pekanbaru belum terlaksana secara optimal. Akses terhadap layanan kesehatan masih menghadapi berbagai hambatan, seperti kendala administratif, keterbatasan ekonomi, kondisi sanitasi yang kurang memadai, serta belum adanya kebijakan khusus yang mengatur pemenuhan hak kesehatan bagi pengungsi. Pelayanan kesehatan yang diterima pengungsi sebagian besar masih bergantung pada dukungan organisasi internasional seperti UNHCR dan IOM, sehingga perlindungan yang diberikan lebih bersifat kemanusiaan daripada berbasis jaminan hak secara menyeluruh. Meskipun demikian, hubungan sosial antara pengungsi dan masyarakat sekitar berlangsung relatif harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah, organisasi internasional, dan masyarakat untuk menjamin terpenuhinya hak kesehatan pengungsi Rohingya sesuai dengan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia.
Pelestarian Hutan Larangan Adat Kenegerian Rumbio Sebagai Cerminan Nilai-Nilai Sosial Budaya Masyarakat Lokal Andrian Syah Putra; Aulia Rahma; Chesa Amelia; Fadila Azahra; Febi Rahman Safira; Hafifah Salsabila Putri; Murni Syakira; Qurata Ayun; Hambali
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8293

Abstract

Masyarakat hukum adat di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal di tengah arus modernisasi dan tekanan ekonomi. Hutan Larangan Adat Kenegerian Rumbio, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, merupakan bukti nyata bagaimana kearifan lokal mampu menjaga kelestarian hutan selama berabad-abad. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai budaya serta makna dari nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam praktik pelestarian Hutan Larangan Adat Kenegerian Rumbio. Metode kualitatif deskriptif digunakan, dengan data primer melalui wawancara semi-terstruktur bersama Pucuk Pimpinan Adat, Datuk Ulak Simano Kamaruzzaman, S.Ag., dan data sekunder dari kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan kelima sila Pancasila terimplementasi secara nyata: Ketuhanan tercermin dari prinsip adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah; Kemanusiaan melalui pemanfaatan sumber daya yang bijaksana; Persatuan melalui kerja sama lintas desa; Kerakyatan melalui musyawarah adat; dan Keadilan Sosial melalui penegakan sanksi yang setara. Perda Riau Nomor 5 Tahun 2009 yang diperkuat Nomor 14 Tahun 2018 memperkuat landasan hukum pelestarian ini. Kearifan lokal masyarakat adat Rumbio merupakan wahana konkret membumikan nilai-nilai Pancasila sekaligus menjaga keseimbangan ekologis bagi generasi mendatang.