Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literasi Pemasaran Bawang Hitam Bagi Siswa Sekolah Dasar PCIA Malaysia Lorenta In Haryanto; Zelania In Haryanto; Tri Yuni Hendrawati; Sukrianto; Dessy Iriani Putri; Darto Darto; Nurmalia Lusida
Darma Abdi Karya Vol. 5 No. 1 (2026): Darma Abdi Karya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/darmaabdikarya.v5i1.2964

Abstract

Program pengabdian masyarakat internasional ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman siswa sekolah dasar mengenai produk pangan sehat bernilai tambah dan cara sederhana untuk mengenalkan produk kepada orang lain. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan literasi pemasaran awal, kesadaran produk sehat, dan minat kewirausahaan siswa sekolah dasar melalui sosialisasi bawang hitam sebagai pangan fungsional bernilai tambah. Program dilaksanakan di Kampung Bandan, Malaysia, melalui kolaborasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa 'Aisyiyah (PCIA) Malaysia dan melibatkan 16 siswa sekolah dasar sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi koordinasi dengan mitra, pre-test, penyampaian materi melalui presentasi sederhana dan video edukasi, pengenalan sampel bawang hitam, sosialisasi bauran pemasaran 4P, evaluasi sensori, dan post-test. Literasi pemasaran dalam kegiatan ini diperkenalkan secara sederhana melalui pembelajaran tentang kualitas produk, kemasan, harga, tempat penjualan, dan promosi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti sosialisasi. Peserta lebih mampu mengenali manfaat bawang hitam, menjelaskan pentingnya kemasan yang bersih, memahami logika harga secara sederhana, serta menyampaikan manfaat produk kepada keluarga atau teman. Hasil evaluasi pre-test dan post-test juga menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Secara umum, kegiatan ini memberikan manfaat edukatif bagi peserta dan mitra karena mampu menggabungkan literasi kesehatan, literasi produk, dan literasi pemasaran dasar dalam pembelajaran yang kontekstual bagi siswa sekolah dasar.
Peningkatan Minat Budidaya Anggur Generasi Z melalui Experiential Learning Berbasis Komunitas Dian Diani Tanjung; Dessy Iriani Putri; Sukrianto; Danindra Ziva; Muhamad Zidni Agastia; Candra Kirana Mahameru
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i3.12465

Abstract

Grape cultivation training and workshops were conducted as part of the implementation of the campus impact program to increase student competency and interest in the agricultural sector, particularly grape cultivation in urban and suburban areas. This activity was a collaboration between the Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University of Jakarta and the Indonesian Grape Activists Association, involving students from the Agribusiness Study Program as participants. Methods included material delivery, discussions, field practice, and evaluation using pre-tests and post-tests. Materials provided covered prospects for grape development in Indonesia, seedling propagation techniques through grafting, making planting media, introducing superior varieties, and plant pruning techniques. Effectiveness of training was analyzed using a paired sample t-test to measure changes in participants' level of understanding and interest before and after training. Results showed an increase in participants' knowledge and skills related to grape cultivation techniques. In addition, results of the paired sample t-test showed a significant increase in interest after training (t = -4.885; p < 0.001). Enthusiasm of participants contributed to program's success in increasing understanding and interest in grape cultivation. Thus, training has proven effective in increasing student capacity and encouraging growing interest of younger generation to be involved in development of horticultural agriculture.