Dea Saputri
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Etnografi Mangalap Tondi Etnis Angkola sebagai Praktik Budaya dalam Penguatan Psikologis Djogi Hot Jonathan Siburian; Dea Saputri; Irgi Fahrezi Lubis; Lawri Aulia Hasibuan; Elly Prihasti Wuriyani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40529

Abstract

Mangalap Tondi merupakan tradisi lisan etnis Angkola yang dilakukan untuk memanggil kembali jiwa (tondi) seseorang yang melemah akibat trauma atau penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosesi ritual Mangalap Tondi, nilai serta mekanisme psikologis di dalamnya, dan peran tradisi ini dalam menumbuhkan pola pikir berdasarkan Teori Mindset Carol S. Dweck. Menggunakan pendekatan kualitatif etnografi, penelitian ini mendeskripsikan kearifan lokal kelompok budaya secara naratif. Hasil analisis etnografi komunikasi model SPEAKING Dell Hymes menunjukkan ritual ini merupakan peristiwa tutur sakral yang melibatkan latar fisik-psikologis spesifik (Setting/Scene), partisipasi komunitas (Participants), tujuan pemulihan (Ends), urutan tindakan senyap hingga formula verbal (Act Sequence), nada khidmat (Keys), media beras dan telur (Instrumentalities), norma keheningan total (Norms), serta bergenre upacara tradisional (Genre). Secara psikologis, kondisi pascatrauma korban merepresentasikan Fixed Mindset (pola pikir statis) yang ditandai dengan perasaan hampa, melamun, dan gangguan psikosomatis. Pelaksanaan ritual bertindak sebagai intervensi eksternal dan katalis yang memicu pergeseran menuju Growth Mindset (pola pikir berkembang). Melalui efek kejut (shock therapy) tuturan verbal, simbol budaya, dan dukungan kolektif, korban merekonstruksi keyakinan baru bahwa jiwanya telah utuh kembali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Mangalap Tondi berfungsi efektif sebagai instrumen penguatan psikologis dan resiliensi diri berbasis kearifan lokal.
Analisis Linguistik Forensik terhadap Lima Putusan Pengadilan Dea Saputri; Wanti Br Hombing; Atika Sania Samni Nst; Lili Tansliova
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 3 (2026): Desember (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Linguistik forensik merupakan kajian bahasa yang berkaitan dengan persoalan hukum, termasuk penggunaan bahasa dalam suatu perkara dan putusan pengadilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan bahasa dalam lima putusan pengadilan yang berkaitan dengan berita bohong, penghasutan, penghinaan dan pencemaran nama baik, penyebaran informasi berdasarkan agama, serta penistaan dengan gambar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa lima putusan pengadilan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, membaca, dan mencatat bagian-bagian kebahasaan yang relevan. Analisis dilakukan dengan memperhatikan bentuk tuturan, tindak tutur, pilihan kata, konteks, tujuan tuturan, dan unsur visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perkara memiliki bentuk dan fungsi bahasa yang berbeda sesuai dengan konteksnya. Ditemukan penggunaan bahasa untuk membangun kepercayaan, mengarahkan tindakan, menyampaikan sindiran atau evaluasi terhadap pihak tertentu, serta membentuk makna melalui hubungan antara tuturan dan unsur visual. Dengan demikian, analisis linguistik forensik dapat membantu menjelaskan penggunaan dan makna bahasa dalam perkara hukum dengan tetap memperhatikan konteks dan data yang tersedia.