p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK BUDAYA TOLERANSI DI SMP ISLAM AL-AZHAR 25 TANGERANG SELATAN Ahmad Syaichu; Sahya Anggara; Masduki A. Sayuti
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang efektif dalam membentuk budaya toleransi di lingkungan sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, inklusif, dan menghargai perbedaan. Oleh karena itu, implementasi pembelajaran PAI perlu dikaji secara mendalam agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk budaya toleransi di SMP Islam Al Azhar 25 Tangerang Selatan dengan menggunakan perspektif grand theory Van Meter dan Van Horn dengan dimensi enam variabel implementasi, yaitu standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, karakteristik antar badan pelaksana, komunikasi antarorganisasi, sikap pelaksana, serta kondisi lingkungan sosial, ekonomi dan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, siswa, serta pihak terkait lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Al Azhar 25 Tangerang Selatan secara umum telah berjalan dengan baik. Standar dan tujuan pembelajaran dirumuskan secara jelas dan selaras dengan visi sekolah. Sumber daya manusia dan karakteristik kemampuan pelaksana relatif memadai, meskipun masih terdapat beberapa kendala teknis. Komunikasi antar pelaksana berjalan efektif, sikap pelaksana menunjukkan komitmen yang tinggi, serta respon masyarakat terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam cenderung positif. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk budaya toleransi sangat dipengaruhi oleh sinergi antarvariabel implementasi sebagaimana dikemukakan oleh Van Meter dan Van Horn. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan pembelajaran PAIĀ  yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai toleransi di sekolah.
Implementasi Bimbingan Konseling dalam Pembinaan Akhlak pada Siswa SMA PGRI 22 Serpong Tangerang Selatan Tono Hermanto; Toyyibudin; Yuyun Yunadi; Ahmad Sujai; Sahya Anggara
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya BK, khususnya bagi siswa SMA yang sedang bertransisi dari masa remaja ke dewasa, menjadi landasan penelitian ini. Pertumbuhan moral sangat penting. Karena mereka hidup di zaman kemajuan teknologi yang pesat, mereka membutuhkan perkembangan moral untuk mempersiapkan diri menghadapi kesulitan di masa depan. Perubahan ini sangat penting untuk membina generasi muda menjadi individu yang memiliki karakter moral yang tinggi di samping kemampuan teknologi mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengembangan moral diterapkan pada siswa kelas sebelas di SMA PGRI 22 Serpong yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan melalui penggunaan layanan bimbingan dan konseling. Studi ini berupaya mengidentifikasi kesulitan dalam mengintegrasikan pengembangan moral ke dalam konseling dan bimbingan siswa, serta mengusulkan solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Untuk memahami proses implementasi kebijakan secara komprehensif, penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan yang dikembangkan oleh Donald Van Meter dan Carl Van Horn. Model ini menekankan enam variabel kunci yang saling memengaruhi dalam proses implementasi, yaitu standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, komunikasi antar organisasi, disposisi pelaksana serta kondisi sosial-ekonomi-politik,. Pendekatan yang diambil dalam penelitian ini adalah kualitatif, menggunakan metode ilmiah naturalistik bersama dengan perspektif fenomenologis untuk mengumpulkan data yang andal. Data ini dianalisis secara cermat menggunakan metodologi yang dipilih untuk memberikan penjelasan yang menyeluruh. Berbagai metode digunakan untuk pengumpulan data, termasuk wawancara, tinjauan dokumen, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyampaian layanan bimbingan dan konseling secara efektif menggabungkan prinsip-prinsip Islam dengan nilai-nilai tradisional. Meskipun menghadapi kesulitan selama pelaksanaan bimbingan dan konseling, para konselor menunjukkan dedikasi yang teguh terhadap tanggung jawab mereka. Pada kenyataannya, para konselor secara konsisten terlibat dengan setiap masalah yang disampaikan oleh siswa, membantu mereka menemukan solusi atas masalah mereka.