Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAMPAK PEMBANGUNAN FASILITAS COLD STORAGE BERTENAGA SURYA TERHADAP TEKNOLOGI, RANTAI PASOK DAN KONDISI EKONOMI MASYARAKAT PESISIR Hadi Rudiya; Mohammad Cipto Sugiono; Rezki Aulia; Muhammad Hafif Yadi; Agus Wiranto
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v23i1.77

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji, memetakan, serta mengevaluasi secara komprehensif dampak nyata dari masifikasi pembangunan fasilitas cold storage bertenaga surya terhadap efisiensi rantai pasok perikanan dan peningkatan kondisi ekonomi-kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Desain/metode/pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menyintesis literatur-literatur relevan yang bersumber dari basis data akademik elektronik Google Scholar. Temuan/hasil tinjauan menunjukkan bahwa integrasi energi surya sangat andal secara teknis serta layak secara finansial karena mampu menekan biaya energi secara signifikan dengan masa pengembalian modal yang cepat. Namun, hasil analisis mengungkap adanya paradoks logistik berupa rendahnya tingkat utilitas fasilitas saat ini yang rata-rata hanya mencapai 46% (di bawah standar ideal 70%–85%) akibat lemahnya koordinasi distribusi, ketidakpastian pasokan bahan baku, dan dominasi swasta komersial yang menutup akses nelayan kecil. Sebagai solusi tata kelola, penerapan model kepemilikan aset berbasis komunitas (community-based ownership) melalui koperasi atau paguyuban desa terbukti paling efektif karena dapat menekan biaya sewa hingga 10% lebih murah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa infrastruktur rantai dingin mandiri energi ini tidak hanya memberikan efek pengganda ekonomi (multiplier effect) melalui penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan pendapatan rumah tangga, melainkan juga bertindak sebagai instrumen adaptasi iklim yang krusial bagi resiliensi nelayan skala kecil.
Kinerja Ergonomi Sensor ECG AD8232 Dan Pulse Oximeter Dalam Penilaian Beban Kerja Fisiologis Industri Manufaktur Siswiyanti Siswiyanti; Irfan Maulana Ramdhoni; Saufik Luthfianto; Mohammad Cipto Sugiono
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 02 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i02.1196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja ergonomi (menggunakan sensor Electrocardiogram ECG- AD8232 berbasis Internet of Things (IoT)) dan (pulse oximeter) melalui pengukuran % CVL pada 21 pekerja di industry manuaktur, serta menguji apakah terdapat perbedaan signifikan secara statistik dalam pengukuran antara kedua alat tersebut. Pengujian dilakukan dengan merekam data detak jantung secara real-time, di mana sensor AD8232 dihubungkan ke mikrokontroler ESP32 dan platform Blynk, sedangkan oximeter menggunakan metode photoplethysmography (PPG) dengan tampilan langsung pada layar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor AD8232 unggul dalam kestabilan pembacaan, akurasi sinyal ECG, dan dukungan pemantauan jarak jauh, sedangkan oximeter lebih unggul dalam kemudahan penggunaan. Hasil dari pengujian berpasangan pada subjek yang sama untuk Uji distribusi normal (Shapiro-Wilk) pada data selisih CVL menunjukkan nilai p-value (0.003) lebih kecil dari tingkat signifikansi (0.05) sehingga data selisih tersebut tidak terdistribusi normal, selanjutnya hasil uji non-parametrik Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value (0.146) lebih besar dari tingkat signifikansi (0.05) menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam % CVL diantara kedua Alat, sehingga kedua alat tersebut menunjukkan kinerja yang serupa dalam hal variabilitas pengukuran % CVL dan masih bisa diterima sebagai alat alternatif pemantauan denyut jantung dan perhitungan CVL.
Inovasi Alsintan Portabel Multi Fungsi Untuk Meningkatkan Ketertarikan Generasi Z Pada Sektor Pertanian Tofik Hidayat; Siswiyanti Siswiyanti; Mohammad Cipto Sugiono; Eva Anggra Yunita
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 02 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i02.1197

Abstract

Rendahnya minat Generasi Z terhadap sektor pertanian menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan ketahanan pangan nasional, khususnya pada wilayah pertanian lahan terasiring yang memiliki keterbatasan akses teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan inovasi alat dan mesin pertanian (alsintan) portabel multifungsi yang sesuai dengan karakteristik lahan terasiring serta mampu meningkatkan efisiensi kerja dan ketertarikan generasi muda pada sektor pertanian. Metode yang digunakan adalah metode rasional kreatif dengan pendekatan SCAMPER yang meliputi tahapan clarifying objectives, establishing function, setting requirements, determining characteristics, dan product improvement. Data antropometri petani digunakan sebagai dasar perancangan untuk memastikan aspek ergonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alsintan portabel multifungsi dengan berat ±13,5 kg dan dimensi 59 × 40 × 40 cm mampu menjalankan fungsi penyiangan gulma, pemotongan padi, dan perontokan padi secara efektif. Penggunaan alsintan ini meningkatkan produktivitas kerja hingga 1,5–5 kali dibandingkan metode manual serta menurunkan tingkat kelelahan petani. Inovasi ini berpotensi menjadi solusi teknologi tepat guna untuk meningkatkan minat Generasi Z terhadap sektor pertanian di wilayah lahan terasiring.