Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Ketahanan Moral Remaja melalui Edukasi Pencegahan Pergaulan Bebas Berbasis Nilai Keagamaan di Madrasah Aliyah Swasta Kepala Hilalang Silvana Nurdiani; Helsi Zulfan Ramadani; Rahma Melisha Fajrina; Darmansyah Darmansyah; Suryanti Suryanti
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.549

Abstract

Pergaulan bebas merupakan persoalan sosial yang rentan dialami remaja akibat pengaruh lingkungan dan rendahnya pemahaman mengenai batasan pergaulan sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan moral remaja melalui edukasi pencegahan pergaulan bebas berbasis nilai keagamaan. Program dilaksanakan di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Kepala Hilalang, Kabupaten Padang Pariaman, dengan melibatkan 30 peserta didik sebagai sasaran utama. Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah interaktif, simulasi peran (role play), dan bimbingan reflektif, disertai evaluasi deskriptif menggunakan kuesioner, observasi, serta umpan balik pihak sekolah. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 83% peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai bahaya pergaulan bebas, 80% menunjukkan perubahan sikap yang lebih waspada dalam pergaulan, dan 75% mampu mempraktikkan keterampilan menolak ajakan negatif secara asertif. Guru dan kepala sekolah memberikan tanggapan positif terhadap relevansi dan dampak kegiatan dalam mendukung pembinaan karakter peserta didik. Dengan demikian, edukasi pencegahan pergaulan bebas berbasis nilai keagamaan terbukti efektif sebagai upaya preventif dalam memperkuat ketahanan moral dan sosial remaja serta berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan madrasah.
Budaya, Pariwisata, dan Komersialisasi Tradisi dalam Pacu Jawi Sebagai Cerminan Hybriditas Sosial di Tanah Datar Arief Irvan; Silvana Nurdiani; Darmansyah Darmansyah; Alfi Syukri
Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/metta.v5i4.5044

Abstract

Pacu Jawi was originally a post-harvest tradition of the Minangkabau community, rooted in agrarian values and functioning as a sacred cultural celebration as well as a form of communal entertainment. With the expansion of cultural tourism, Pacu Jawi has undergone a significant transformation in both function and meaning, evolving into a key tourism attraction in Tanah Datar Regency. This study aims to analyze the transformation of Pacu Jawi from an agrarian-based cultural tradition into a commodified tourism product and to identify the forms of social hybridity that emerge through interactions between local cultural practices and the demands of the tourism industry. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation across four nagari that regularly host Pacu Jawi. The findings reveal that Pacu Jawi has experienced commodification that shifts its cultural meaning from a ritual practice to an economically oriented tourism spectacle. This process produces a hybrid cultural space in which traditional values, customary symbols, and local aesthetics intersect with the expectations of tourists, digital media, and global tourism dynamics. Consequently, Pacu Jawi now fulfills a dual role: as a preserved Minangkabau cultural heritage and as a strategic cultural identity used to promote Tanah Datar within the contemporary tourism landscape.