Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pengolahan dan Penguatan Pasar Kemiri di Desa Belle 1 Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan Jehunias L. Tanesib; Hery Leo Sianturi; Jonshon Tarigan; Abdul Wahid; Albert Zicko Johannes; Christine Mbiliyora
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v4i1.611

Abstract

Petani kemiri di Desa Belle 1, Kecamatan Ki'e, Kabupaten Timor Tengah Selatan, menghadapi berbagai kendala dalam pengolahan pascapanen dan pemasaran, sehingga nilai tambah yang diperoleh masih rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam pengolahan pascapanen, memperkenalkan teknologi tepat guna berupa alat pemecah kemiri, serta memperkuat akses pasar melalui kemitraan dengan PT Agro Kemiriku Sejahtera. Metode yang digunakan meliputi workshop, demonstrasi dan praktik langsung, serta kunjungan lapangan ke fasilitas pengolahan mitra. Kegiatan melibatkan 25 petani pengumpul kemiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 80% peserta memahami tahapan pengolahan kemiri yang baik. Penggunaan alat pemecah kemiri meningkatkan produktivitas dari sekitar 1,25 kg/jam menjadi 17,2 kg/jam serta menurunkan tingkat kerusakan biji dari 25–30% menjadi 8–12%. Selain itu, harga pembelian oleh mitra industri mencapai Rp28.000–30.000/kg, lebih tinggi dibandingkan harga tengkulak sebesar Rp22.000/kg. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi pelatihan pascapanen, penerapan teknologi tepat guna, dan kemitraan pemasaran mampu meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, dan peluang peningkatan pendapatan petani.
Identifikasi Penyebaran Intrusi Air Laut dengan Metode Geolistrik Resistivitas di Dusun Kelapa Tinggi Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Manuela Martins; Abdul Wahid; Christine Mbiliyora; Jehunias L. Tanesib
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 5 No. 2 (2025): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v5i2.498

Abstract

Kota Kupang sebagai pusat perputaran ekonomi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpan persoalan air bersih, di mana kebutuhan air bersih sangat tinggi berbanding terbalik dengan ketersediaan air bersih. Hal ini dapat dilihat dari upaya eksplorasi air tanah melalui pengeboran yang dilakukan secara massal yang terus dilakukan tanpa melihat efek jangka panjang. Pengeboran air tanah yang berlebihan dan masif di Kota Kupang dapat memicu terjadinya masalah lingkungan khususnya intrusi air laut. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran litologi batuan bawah permukaan untuk menentukan lapisan akuifer yang terintrusi air laut di Dusun Kelapa Tinggi Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik resistivitas 1D. Metode ini mampu mengukur variasi resistivitas batuan bawah permukaan dengan cara menginjeksikan arus listrik melalui elektroda ke dalam tanah. Salah satu keunggulan dari metode geolistrik resistivitas, khususnya dengan konfigurasi Schlumberger, adalah kemampuannya dalam mendeteksi lapisan bawah permukaan secara vertikal hingga kedalaman tertentu, serta efisien dalam pelaksanaannya di lapangan tanpa merusak lingkungan. Metode ini juga cukup sensitif dalam membedakan antara lapisan yang jenuh air tawar dan yang telah terintrusi air laut, karena adanya perbedaan nilai resistivitas yang signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai resistivitas berkisar antara 0,259 – 1465 ?m. Hasil interpretasi data pada masing-masing lintasan menunjukkan indikasi adanya intrusi air laut yang ditandai oleh nilai resistivitas 0,259 – 4,69 ?m. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa litologi akuifer di daerah penelitian didominasi pasir dan pasir lempungan. Lapisan diduga sebagai akuifer dangkal dengan litologi berupa Pasir lempungan telah terintrusi air laut.