Claim Missing Document
Check
Articles

INTERPRETASI BAWAH PERMUKAAN PULAU LEMBATA DENGAN MODEL 3D MENGGUNAKAN METODE GRAVITASI Bergita Linong; Jehunias L. Tanesib; Jonshon Tarigan; Laura A.S. Lapono
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1310.499 KB)

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian di pulau Lembata dengan menggunakan metode gravitasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur bawah pemukaan pulau Lembata serta membandingkan hasil penelitian terdahulu yang menggunakan model 2D. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data anomali gravitasi udara bebas dari Sandwell and Smith tahun 2015. Data ini direduksi dengan koreksi atmosfer, koreksi bouguer sederhana, koreksi curvature, untuk mendapatkan nilai anomali bouguer lengkap. Anomali bouguer Lengkap merupakan gabungan dari anomali residual dan anomali regional sehingga dilakukan pemisahan terhadap dua anomali tersebut dengan metode kontinuasi ke atas pada ketinggian 3 Km. Hasil dari proses kontinuasi ke atas digunakan untuk pemodelan dengan menggunakan program Grablox dan Bloxer. Selanjutnya dari hasil pemodelan dilakukan interpretasi. Hasil interpretasi anomaly medan gravitasi menunjukkan bahwa pulau Lembata memiliki anomali yang positif dengan nilai di atas 0 mgal hingga 190 mgal. Sedangkan hasil pemodelan tiga dimensi menunjukkan bahwa daerah Lembata mempunyai delapan jenis batuan yaitu batu pasir, gamping, dolomite, granit, andesit, diorite, basalt dan gabro. Daerah Lembata juga memiliki sesar pada kedalaman 4 Km dan kedalaman 6 Km. Batuan dasar pada daerah ini adalah batuan basalt. Hasil perbandingan dengan model dua dimensi dan tiga dimensi terdapat perbedaan jenis batuan yaitu pada model dua dimensi hanya memiliki batuan andesit, granit diorite dan basalt. Kata kunci: gravitasi, anomaly Bouger lengkap, Grablox, Bloxer, pulau Lembata Abstract A research had been done in Lembata Island by using gravity method. The aims of this research are to know the underground surface structure of Lembata Island and also to compare the previous research that used 2D. The data used in this research are free air gravity anomaly data by Sandwell and Smith on 2015. The data are reduced with atmosphere correction, simple bouger correction and curvature correction to get the result of complete bouger anomaly. Complete bouger anomaly is the combination of residual anomaly and regional anomaly so that the separation to the both anomalies is done with the up continuous method at the height of 3 Km. The result of up continuous process is used to the modelling by using Grablox and Bloxer programs. The next is doing the interpretation of the modelling result. The result of gravity field anomaly interpretation shows that Lembata Island has positive anomaly with the result over 0 mgl until 190 mgal. While the result of three dimensions shows that Lembata area has eight rocks type namely sandstone, limestone, dolomite, granite, andesite, diorite, basalt and gabbros. Lembata area also has Caesar at the depth of 4 Km and the depths of 6 Km. The basement rocks of this area is basalt. The comparison result of two dimensions and three dimensions is on the two dimensions only has andesite, granite, diorite and basalt rock. Keywords: gravity, complete Bouger Anomaly, Grablox, Bloxer, Lembata Island
PEMETAAN TUTUPAN LAHAN KAWASAN HUTAN GUNUNG TIMAU DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN OBSERVATORIUM NASIONAL DI KABUPATEN KUPANG Jehunias Leonidas Tanesib; Albert Zicko Johannes
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.558 KB)

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian berupa pemetaan tutupan lahan kawasan hutan di Gunung Timau, Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, Indonesia dengan membandingkan perubahan klasifikasi vegetasi tutupan lahan selama 12 tahun 2005-2016, 2010 dan 2011 data tidak ada). Metode klasifikasi yang digunakan adalah adalah metode klasifikasi kemiripan maksimum (Maximum Likelihood Classification/MLC) yaitu dengan dengan menggunakan data satelit penginderaan jauh LANDSAT. Dari hasil pemetaan kawasan hutan di gunung Timau, jumlah luasan hutan menunjukkan garis tren yang menurun dari tahun ke tahun. Hasil ini menunjukkan terjadinya pola perubahan vegetasi yang negatif yaitu menurunnya kerapatan vegetasi hutan dan berkurangnya luasan total hutan serta meningkatnya luasan padang rumput selama periode 12 tahun ini. Sebagai daerah yang masih natural maka dapat disimpulkan perubahan iklim global merupakan salah satu penyebab perubahan vegetasi ini sebagaimana beberapa tempat di dunia. Kata kunci: indeks vegetasi, NDVI, penginderaan jauh, pola perubahan vegetasi, perubahan iklim global. Abstract Studies have been conducted in the form of forest land cover mapping at Mountain Timau, Timor island, East Nusa Tenggara, Indonesia, by comparing changes in land cover classification vegetation for 12 years from 2005 to 2016 (2010 and 2011 data does not exist). Classification method used is Maximum Likelihood Classification / MLC using LANDSAT satellite remote sensing data. From the mapping of forest areas in the Mountain Timau, the amount of forest area showed declining trendline from year to year. These results indicate the occurrence of a negative pattern of vegetation change that is decreasing the density of the forest vegetation and reduction of the total area of ​​forest and pasture area increased over a period of 12 years. As the area is natural, it can be inferred global climate change is one of the causes of this vegetation change, same as some places in the world. Keywords: vegetation index, NDVI, remote sensing, vegetation change, global climate change.
PEMETAAN DAERAH RAWAN LONGSOR DENGAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR M. Leng; Jehunias L. Tanesib; Ali Warsito
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.953 KB)

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan pemetaan daerah rawan longsor di Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan aplikasi penginderaan jauh dan sistem infomasi geografi. Metode penelitian berupa pembuatan Peta Curah Hujan, pembuatan Peta Tutupan Lahan, dan pembuatan Peta Kelas Lereng.Hasil penelitian menunjukkan penyebaran daerah Rawan Longsor di Kabupaten Timor Tengah Utara terdiri dari tiga kelas kerawanan longsor yaitu (1) Kelas Tidak Rawan seluas 146284,74 ha (2) Kelas Rawan seluas 83546,1 ha (3) Kelas Sangat Rawan seluas 2655 ha tersebar pada kecamatan Mutis dan Miomafo Barat. Kata kunci: Pemetaan, Longsor, Sistem Informasi Geografis ABSTRACT Mapping of landslide prone areas in Timor Tengah Utara Regency East Nusa Tenggara Province using application of remote sensing and geographic information system has been done. The research method such as making rainfall map, land cover Map, and making slope class Map.The result of Research showed that the spread of Landslide Prone areas in Timor Tengah Utara Regency consisted of three classes of Landslide susceptibility, namely (1) no Landslide-Prone area of 146284,74 ha (2) Landslide Prone area of 83546,1 ha (3) highrisk area of 2655 ha district of Mutis and Miomafo Barat. Keywords: Mapping, Landslide, GIS (Geographic Information System)
ANALISIS SPEKTRAL DAN PENENTUAN HIPOSENTER GEMPA GUNUNG LEWOTOBI DAN EGON SERTA KONDISI SEISMOTEKTONIK DAERAH SEKITARNYA Stefanus Spulo Sogen; Hery L. Sianturi; Jehunias L. Tanesib; Devy K. Syahbana
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.872 KB)

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang analisis spektral dan penentuan hiposenter gempa gunung Lewotobi dan gunung Egon serta hubungannya dengan gempabumi tektonik di daerah sekitarnya. Tujuan penelitian adalah menentukan karakteristik spektral, hiposenter gempa, b-value, serta menyelidiki hubungan antara gempa vulkanik dan gempa tektonik yang terjadi di daerah sekitar. Data kegempaan vulkanik diperoleh dari Pos PGA Lewotobi dan Pos PGA Egon dari tanggal 1 Januari sampai 31 januari 2016. Untuk data kegempaan tektonik diperoleh dari katalog international seismology center (ISC) dan U.S. Geological Survey National Earquake Information Center (USGS/NEIC) dari tahun 1965-2016. Analisis spektral dari gempa yang terekam di seismograf pos PGA digunakan untuk mendapatkan frekuensi dominan, untuk gempa vulkanik dalam, vulkanik dangkal dan tektonik lokal pada gunung Lewotobi digunakan untuk menentukan hiposenter gempa gunung Lewotobi. Untuk data gempabumi tektonik dilakukan analisis b-value. Hasil menunjukan bahwa frekuensi dominan setiap gempa yang terjadi pada gunung Lewotobi: gempa vulkanik dalam 10-13 Hz, vukanik dangkal 4,87-13,6 Hz, tornillo 1,69-16,8 hz, tremor harmonik 1,72-2 Hz, tektonik jauh1,041 – 5,282 Hz, tektonik lokal 1,80-2,79 Hz, hembusan 2,54-7,53 hz, low frekuensi 0,72-1,97 hz. Untuk gempa yang terjadi di gunung Egon: gempa vulkanik dalam 10-13,0 Hz, vulkanik dangkal 10-12,1 Hz, tremor harmonik 11-20,9 Hz, swarm 11-12,3 Hz, tektonik lokal 11,9-12,6 Hz, tektonik jauh 2,62-12,6 Hz, hembusan 4,88-12,8 Hz, low frekuensi 0,47-3,17 Hz, tornillo 12-12,6 Hz. Hiposenter gempa vulkanik banyak terjadi di gunung Lewotobi laki-laki dan tektonik lokal di baratdaya gunung Lewotobi. Nilai b-value yang diperoleh 1,12 ± 0,18. Dari hasil analisis tidak ditemukan korelasi langsung antara aktivitas vulkanik dan tektonik Katakunci: Lewotobi, Egon, Vulkanik, Tektonik, b-Value. Abstract Has done research on spectral analysis and determination of hypocenter Lewotobi and Egon and its relation to tectonic earthquakes in the surrounding area. The puporse of the research was to determine the spectral characteristics, hypocenter, b-value, as well as investigating the relationship between volcanic earthquake and tectonic earthquake that occurred in the area around. The data of volcanic seismicity obtained from the Lewotobi and Egon PGA Post on January 1st until January 31st 2016. And the data of tectonic seismicity obtained from International Seismicity Center (ISC) catalog and U.S. Geological Survey National Earthquake Information Center (USGS/NEIC) on 1965-2016. Spectral analysis of earthquake that recorded on a seismograph in PGA post used to get dominant frequency, the deep volcanic earthquake, shallow volcanic earthquake, and local tectonic on Lewotobi used to determine hypocenter of earthquake of Lewotobi mount. For the data of tectonic earthquake obtained by doing analysis b-value. The results show that dominant frequency each earthquake that occurred on Lewotobi: deep volcanic earthquake 10-13 Hz, shallow volcanic 4,87-13,6 Hz, tornillo 1,69-16,8 Hz, harmonic tremor 1,72-2 Hz, far tectonic 1,041-5,282 Hz, local tectonic 1,80-2,79 Hz, blowing 2,54-7,53 Hz, low frequency 0,72-1,97 Hz. For earthquake on Egon: deep volcanic earthquake 10-13,0 Hz, shallow volcanic 10-12,1 Hz,9 harmonic tremor 11-20,9 Hz, swarm 11-12,3 Hz, local tectonic 11,9-12,6 Hz, far tectonic 2,62-12,6 Hz, blowing 4,88-12,8 Hz, low frequency 0,47-3,17 Hz, tornillo 12-12,6 Hz. Volcanic hypocenter erthquakemostly occurred in Lewotobilaki-laki and local tectonic occurred on southwest of mount Lewotobi. The value of b-value obtained was 1,12 ± 0,18. From the result of analysis not founded a direct correlation of volcanic and tectonic activity. Keywords: Lewotobi, Egon, Volcanic, Tectonic, b-value
PEMETAAN DAERAH RAWAN EROSI DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR Maria S. Mali; Jehunias L. Tanesib; Redi K. Pingak
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.292 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v2i2.546

Abstract

Abstrak Telah dilakukan pemetaan daerah rawan erosi di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan aplikasi penginderaan jauh dan sistem infomasi geografi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan daerah rawan erosi dan tingkat kerawanannya di Kabupaten Timor Tengah selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian berupa pembuatan peta curah hujan, pembuatan peta tutupan lahan, dan pembuatan peta kelas lereng. Berdasarkan dari hasil penelitian, tingkat rawan erosi dibagi menjadi tiga kelas yaitu: kelas tidak rawan erosi dengan luas wilayah 127.218,69 Ha meliputi kecamatan Noebeba, kecamatan Amanuban Selatan, kecamatan Kualin, sebagian kecamatan Amanuban Timur dan kecamatan Fatukopa. Kelas rawan erosi dengan luas wilayah 251.082,09 Ha meliputi hampir seluruh kecamatan Timor Tengah Selatan dan kelas sangat rawan erosi sekitar 9.125,1 Ha meliputi wilayah kecamatan Fatumnasi, kecamatan Tobu, kecamatan Mollo Utara, sebagian kecamatan Kot’olin. Kata kunci: Peta Rawan Erosi, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografi. Abstract We made maps of areas prone to erosion in Timor Tengah Selatan regency, province of East Nusa Tenggara using remote sensing and geographic information system. The purpose of this study is to map areas prone to erosion and risks assessment in Timor Tengah Selatan regency East Nusa Tenggara province .The research methods include the use of GIS to make rainfall, land cover map and class slopes map. Based on the results, level of erosion can be divided into three classes. First, areas which are not prone to erosion (127.218,69 Ha), covering districts Noebeba, districts Amanuban South, districts Kualin, most districts Amanuban East and districts Fatukopa. Second, areas prone to erosion (251.082.09 Ha) covering almost all districts Timor Tengah Selatan. Third, areas highly prone to erosion (9.125,1 Ha) covering an area districts Fatumasi, districts Tobu, Mollo Utara, districts, most districts Kot`olin. Keywords: Erosion hazard map, Remote sensing, Geographic information system.
PEMODELAN DUA DIMENSI MENGGUNAKAN RESIDUAL ANOMALI MAGNETIK LOKASI SAINS CENTER DI DESA OELNASI, KECAMATAN KUPANG TENGAH, KABUPATEN KUPANG Sevarianus Ramli; Jehunias L. Tanesib; Albert Zicko Johannes
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.395 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v2i2.548

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian dengan metode geomagnet pada lokasi Sains Center di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasi kondisi bawah permukaan lokasi pembangunan gedung Sains Center dan memetakan pola perlapisan batuan bawah permukaan di lokasi penelitian. Pengambilan data dilakukan pada 192 titik ukur dengan luas lokasi ± 50 Ha. Proses akusisi data dengan sistem looping menggunakan alat Proton Prosession Magnetometer (PPM) tipe GSM-19T. Hasil penelitian menunjukkan sebaran nilai intensitas medan magnetik total dari 45255.85 nT sampai 45517.70 nT. Untuk anomali hasil pengolahan data diperoleh pada kisaran -90 nT sampai 190 nT. Hasil pemodelan 2 dimensi menunjukkan bahwa lokasi penelitian didominasi oleh batuan gamping dengan kisaran nilai suseptibilitas 0,000002 cgs unit sampai 0,002778 cgs unit dan berada pada kedalaman ±0 meter – 20 meter dan batuan diamagnetik dengan kisaran nilai suseptibilitas -0,000013 cgs unit sampai -0,000840 cgs unit pada kedalaman ± 5 meter – 20 meter. Kata kunci: Geomagnet, Suseptibilitas, Sains Center, Batuan gamping, Batuan diamagnetik. ABSTRACT A research has been done with used geomagnetic method in located science centre of oelnasi village subdistric kupang centre, kupang regency. This research purposes for interpretation under surface condition site the building of science centre and mapped pattern rock layered under surface in the location research. Acquire data to do in 192 drop measure with wide located ± 50 hectare. The acquire process with looping system make use of Proton Prosession Magnetometer (PPM) type GSM-19T. Output research showed value spread total intensity magnetic field as of 45255,85 nT to 45517,70 nT. For output anomaly data processing get to turn -90 nT to 190 nT. Two dimantion output modeling showed that in the location research predominance of limestones rock with the susceptibility value 0,000002 cgs unit to 0,002778 cgs unit and be in the depth ±0 meters – 20 meters, and diamagnetic rock with the susceptibility value -0,000013 cgs unit to 0,000840 cgs unit be in the depth ±5 meters – 20 meters. Keywords : Geomagnetic, Susceptibility, Science Centre, Limestone Rock, Diamagnetic Rock.
IDENTIFIKASI KEBERADAAN BASEMENT DI BAWAH CEKUNGAN TIMOR BERDASARKAN DATA ANOMALI GRAVITASI DENGAN PEMODELAN TIGA DIMENSI Aryanti Irnawati Pellokila; Jehunias L. Tanesib; Bernandus Bernandus
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.199 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v3i1.588

Abstract

ABSTRAK Metode Gravitasi adalah metode yang digunakan untuk mencari perbedaan nilai gravitasi dari satu titik ke titik yang lain di suatu tempat yang disebabkan oleh distribusi massa yang terdapat di bawah permukaan daerah penelitian. Telah dilakukan identifikasi keberadaan basement terhadap data anomali Bouguer lengkap di Cekungan Timor dengan posisi geografis 9.40 LS – 10.40 LS dan 123.50 BT – 125.40 BT. Identifikasi keberadaan basement di bawah Cekungan Timor dilakukan berdasarkan data anomali medan gravitasi. Data anomali medan gravitasi yang digunakan dalam penelitian adalah hasil pengukuran Geodetic Satellite dan European Remote Sensing Satellite yang telah terkoreksi hingga koreksi udara bebas. Berdasarkan hasil inversi 3D, densitas rata-rata secara keselurahan dari lapisan pertama hingga lapisan kesepuluh adalah 2.662 . Cekungan Timor yang merupakan sebuah tempat terakumulasinya sedimen dan memiliki basement yang merupakan jenis batuan metamorf dari kedalam 3.86 km hingga 20 km yang kuat dan bersifat tidak meloloskan air maka cekungan ini diduga memiliki potensi adanya jebakan sumber energi alam berupa minyak dan gas. Kata kunci: Gravitasi, batuan dasar, Cekungan, anomali Bouguer lengkap, densitas, pemodelan. ABSTRACT Gravity method is a method used to find the difference of gravity value from one point to another in a place caused by mass distribution which is below the surface of research area. Basement identification of complete Bouguer anomaly data has been done in the Timor Basin with geographical position 9.40 LS – 10.40 LS dan 123.50 BT – 125.40 BT. The identification of the basement under the Timor Basin is based on gravity field anomaly data. The gravity field anomaly data used in the research is the result of measurement of Geodetic Satellite and European Remote Sensing Satellite which has been corrected to free air correction. Based on the inversion, the overall average density from the first layer to the tenth layer 2.662 . Timor Basin which is a place of accumulation of sediment and has a basement which is a type of metamorphic rocks from within 3.86 km to 20 km strong and is not pass the water hence this basin has the potential of a trap of natural energy sources in the form of oil and gas. Keywords: Gravity, Basement, Basin, complete Bouguer anomaly, density, modeling.
INTERPRETASI BAWAH PERMUKAAN GUNUNG ANAK RANAKAH DENGAN PEMODELAN DUA DIMENSI (2D) BERDASARKAN DATA ANOMALI GRAVITASI LOKAL Godensius Tematur; Jehunias L. Tanesib; Redi K. Pingak
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.281 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v3i1.595

Abstract

ABSTRAK Penelitian geofisika dengan menggunakan metode gravitasi telah dilakukan di Gunung Anak Ranakah dan sekitarnya di kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan daerah penelitian dengan menggunakan data anomali udara bebas dari Sandwell dan Smith 2016. Data tersebut direduksi dengan koreksi atmosfer, koreksi Bouguer Sederhana, dan koreksi kurvatur hingga memperoleh anomali Bouguer Lengkap. Data anomali Bouguer dibawa ke bawah bidang topografi dengan metode kontinuasi ke bawah sedalam 300 m menggunakan program Magpic. Selanjutnya dilakukan pemodelan 2 dimensi menggunakan program Grav2DC. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi geologi bawah permukaan gunung Anak Ranakah dan Sekitarnya didominasi oleh batuan basalt (densitas 2,70 -3.30 ), andesit (densitas 2.4 -2.8 ), dan soil (densitas 1.2 -2.40 ). Kata kunci: Anomali Gravitasi, Pemodelan 2D, Gunung Anak Ranakah ABSTRACT Geophysical research by using the gravity method has been carried out on the Ranakah child mountain and surrounding areas in Manggarai Regency of East Nusa Tenggara in June until July 2016. This research aims to know the condition of the subsurface geology of the area of research using the free air anomaly data from Sandwell and Smith 2016. The data are reduced by atmospheric correction, Simple Bouguer correction, and the correction of curvature to obtain complete Bouguer anomalies. Bouguer anomaly data brought down the field topography with continuation method down as deep as 300 m using the Magpic. Then, 2 dimensional modeling is done using the Grav2DC. The results obtained show that the geological conditions under the surface of the Ranakah Child mountaoin and its surrounding area was dominated by basalt rocks (density of ), andesite (density of ), and soil rocks (density of ). Keywords: Gravity Anomaly, 2D Modelling, Ranakah child Mountain.
PEMETAAN DAERAH RAWAN BANJIR DENGAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Nuryanti Nuryanti; Jehunias L. Tanesib; Ali Warsito
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.369 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v3i1.604

Abstract

Abstrak Telah dilakukan pemetaan daerah rawan banjir di Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Metode penelitian berupa pembuatan peta curah hujan, pembuatan peta tutupan lahan dan pembuatan peta kelas lereng. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kerawanan banjir di kecamatan kupang timur kabupaten kupang dibagi dalam 3 kelas yaitu kelas tidak rawan dengn luas wilayah 8284,32 Ha dengan persentase yaitu 50.70 %, kelas rawan dengan luas wilayah 3368,61 Ha dengan presentase yaitu 20.62 % dan kelas sangat rawan dengan luas wilayah 4686,93 Ha dengan presentase yaitu 28.68 %. Kata kunci: Pemetaan, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografis (SIG) Abstract [Mapping of flood - prone areas in the district of east Kupang, Regency of Kupang East Nusa Tenggara Province using application of remote sensing and geographic information system] has been done. The research method such as making a rainfall map, a land cover Map, and making a slope class Map. The results of research showed that flood vulnerability level in east Kupang district became three vulnerability classes: Class with an area not prone to flooding 8284.32 Ha (50.70 %), class with an area rather prone to flooding 3368.61 Ha (20.62 %) and class with an area very prone to flooding 72.912,96 Ha (28.68 %) Keywords: Mapping, Remote Sensing, Geographic Information Systems (GIS)
OTOMATISASI SISTEM BUKA-TUTUP ATAP RUMAH TELESKOP DAN PENGONTROL KELEMBABAN UDARA MENGGUNAKAN RASPBERRY PI 3 Melkianus Dona; Andreas Christian Louk; Jehunias L. Tanesib
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.167 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v3i2.622

Abstract

Abstrak Telah dirancang suatu sistem otomatisasi untuk buka tutup atap rumah serta pengontrol kelembaban udara menggunakan Raspberry Pi 3, motor DC, SHT30, limit switch, Fan dan Solenoid door lock. Tujuan utama dari perancangan sistem ini ialah untuk merancang sebuah sistem otomatisasi buka tutup atap rumah teleskop dan pengontrol kelembaban udara yang ada di dalam rumah teleskop. Sistem ini bekerja ketika mendapat input perintah dari user baik untuk membuka atap, menutup atap, maupun mengukur dan mengontrol suhu dan kelembaban di dalam rumah teleskop. Saat mendapat perintah buka atau tutup maka relay akan aktif sehingga motor akan membuka ataupun menutup atap. Demikian juga saat pengontrolan suhu dan kelembaban SHT akan mengukur suhu dan kelembaban dan hasil pengukurannya akan ditampilkan pada LCD ( Layar Monitor). Sistem otomatisasi ini dapat bekerja dengan baik seperti yang diharapkan, baik dalam hal membuka dan menutup atap serta pengontrolan Suhu dan Kelembaban. Kata Kunci : Raspberry pi3, Sensor SHT30, Python, Motor DC. Abstract It has designed an automation system to open the roof cover and air humidity controller using Raspberry Pi 3, DC motor, SHT30, limit switch, Fan and Solenoid door lock. The main purpose of the design of this system is to design an open roof telescope automation system and the air humidity control that is inside the telescope house. This system works when it gets input commands from the user either to open the roof, cover the roof, or measure and control the temperature and humidity inside the telescope home. When getting the command open or close the relay will be active so that the motor will open or close the roof. Similarly, when controlling the temperature and humidity of the SHT will measure the temperature and humidity and the measurement results will be displayed on the LCD (Monitor Screen). This automation system works well as expected, both in terms of opening and closing the roof and controlling Temperature and Humidity. Keywords: Raspberry pi3, Sensor SHT30, Python, DC Motor.
Co-Authors Abdul Wahid Abdul Wahid Abdul Wahid Adelina Bete Admiranto, A. Gunawan Adrianus Marselus Seran Adu, Hari Kornelius Albert Z. Johannes Ali Warsito Andreas Christian Louk Andreas Christian Louk Apolinaris S. Geru Ari Bangkit Sanjaya Umbu Artini Waluwanja Aryanti Irnawati Pellokila Bartholomeus Pasangka Bartholomeus Pasangka Bergita Linong Bernandus Bernandus Bernandus Bernandus Bernandus Bernandus, Bernandus Bethan, Agustinus Deka Boimau, Yanti Bria, Maria Bukit, Minsyahril Celiana F. J. P. Soares Christine Mbiliyora Christine Mbiliyora Debi Lodo Ratu Devy K. Syahbana Dinas, Natalia Ciciani Djima, Umbu Elsa Yovanka Neolaka Fidelis Nitti Frederika Rambu Ngana Ginya, Selciana Godensius Tematur Harison Nubatonis Hery L. Sianturi Johannes, Albert Zicko Jonshon Tarigan K. K. Lesu Kalista Ina Dai Nimun Lapono, Laura A. S. Lapono, Laura Anastasi Seseragi Lau, Claudya Hendrika Putri Laura A. S. Lapono Lidia Agustina Rumaal Lima, Joshua Liukae, Aidy M. Leng Maria S. Mali Martins, Manuela Maubana, Wenti Marlensi Mauribu, Yantilinena Mautorin, Novita Ester Melkianus Dona Minsyharil Bukit Nenotek, Epriadi Noor, M. Ferdhiansyah Novita Ester Mautorin Nuryanti Nuryanti Olin, Fransisco Rokirianto Pasangka, Bartholomeus Pingak, Redi Kristian Raja, Aprianus Ramli Seravianus Richard Lewerissa Riski Basrin Sevarianus Ramli Sianturi, H. L Sianturi, H. L. Sianturi, Hery Leo SITI MARYAM Stefanus Spulo Sogen Sutaji, Hadi Imam Tarigan, Jonshon Warsito, Ali Wenti Marlensi Maubana Widiawati, Yosepha Yatini, Clara Yono Yohanes Jean Del Rosario Lake Yosefina Molo Zakarias Seba Ngara