Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERANCANGAN TONGKAT PEMANDU TUNA NETRA MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK BERBASIS ARDUINO UNO Jonshon Tarigan; Minsyahril Bukit; Bernandus Bernandus; Agustinus Deka Betan
Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/jtm.v3i2.750

Abstract

Telah dirancang piranti yang dapat melakukan pengukuran jarak secara otomatis. Untuk mempermudah kegiatan itu, maka kita perlu merancang sebuah sistem perangkat yang dapat melakukan pengukuran jarak secara otomatis untuk dapat digunakan olek para tunanetra. Alat ini bertujuan untuk menggantikan tongkat manual menjadi alat tongkat otomatis .manfaat yang didapat dari alat ini adalah dapat mempermudah pekerjaan para penyandang tunanetra dalam melakukan aktifitas atau berjalan. Penelitian ini dilakukan dengan merancang, membuat dan mengimplementasikan komponen-komponen sistem yang meliputi mikrokontroller arduino uno sebagai pengendali ,driver relay untuk memghiupkan dan mematikan Buzzer, dan LCD (linquit Cristal Display) untuk menampilkan jarak terhadap benda Proses pengambilan data di dalam sebuah ruangan dengan menampilkan dalam LCD nilai jarak 3 cm - 9 cm maka Buzzer ON. Nilai tersebut diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan alat pengukur jarak. Sedangkan dari hasil pengukuran menggunakan sensor ultrasonik HCSR-04 yang dilakukan pada benda diperoleh nilai jarak yang diukur 3 cm – 28 cm. Dapat dilihat bahwa hasil menunjukkan sesuai dengan nilai jarak yang diperbolehkan, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa rancangan sistem ini berjalan dengan baik.
Workshop Ilmu Fisika dan Aplikasinya untuk Guru Sekolah Dasar dan Menegah di Desa Oelnasi Kupang Tengah Albert Zicko Johannes; Jonshon Tarigan; Minsyahril Bukit; Zakarias S. Ngara; Hery L. Sianturi
Jurnal Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : Training & Research Institute - Jeramba Ilmu Sukses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1375.942 KB) | DOI: 10.47747/pengabdiankepadamasyarakat.v1i1.107

Abstract

In this paper, we demonstrate physical science training and its application for primary and secondary school teachers in Oelnasi Village, Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province. Oelnasi Village is a new potential area in the development of science and technology (IPTEK) due to the availability of a national astronomical observation center in this area. The development of science and technology requires the development and improvement of knowledge related to natural phenomena. To realize this, we, Physics Lecturers at the Physics Study Program of the Faculty of Science and Technology, University of Nusa Cendana, carry out an activity to increase knowledge for elementary and junior high school teachers in Oelnasi village and around through physics training and its application. in community service activities. This activity is carried out in the form of a workshop session where the speaker provides the latest physics and development materials followed by a question and answer session. This activity can open insights and increase knowledge in the field of physics and its application for teachers.
Sistem Alarm Kebakaran Menggunakan Sensor Infra Red Dan Sensor Suhu Berbasis Arduino Uno Marselinus M. Kali; Jonshon Tarigan; Andreas Christian Louk
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.639 KB)

Abstract

Abstrak Telah dirancang sebuah sistem alarm kebakaran menggunakan Sensor Infra Red, sensor suhu LM35DZ. Pada penelitian ini Arduino uno yang telah dilengkapi dengan mikrokontrol ATMega 328 berfungsi sebagai pusat pengolah data yang diperoleh dari sensor suhu LM35DZ dan Infra Red sensor, yang akan mendeteksi keberadaan api atau tidak dan akan menampilkan hasil pada LCD 16x2, LED dan Buzzer. Hasil pengujian menunjukan bahwa sistem ini bekerja dengan baik sesuai dengan perancangan sistem yaitu sistem responsif terhadap perubahan suhu dan keberadaan api. Jika didalam sistem terdapat api maka buzzer akan berbunyi dan LCD akan menampilkan informasi “Ada api”, Ketika suhu api berada dibawah atau sama dengan (T<=290 C) maka LED hijau menyala dan LCD akan menampilkan informasi suhu “Aman”, jika suhu api berada pada rentang 290 < T <= 370C maka LED kuning akan menyala dan LCD akan menampilkan suhu “Normal”, jika suhu api dalam sistem T>= 370C maka LED merah akan menyala dan buzzer akan ON dan LCD akan menampilkan Informasi “Waspada Kebakaran”. Jika tidak terdapat api pada sistem maka LCD akan menampilkan informasi bahwa “Tidak Ada Api”. Kata Kunci : Alarm Kebakaran, Arduino Uno, Sensor Suhu LM35DZ, Infra Red Sensor. Abstract A fire alarm system has been design by using infra red sensor module which is sensitive to fire, temperature sensor of LM35DZ and controlled by Arduino Uno microcontroller which have ATMega328 as central processing unit. System ouput information using a 16x2 character LCD, LED lamp, and Buzzer. The system will compare both output of the infra red sensor and temperature sensor to decide whether a fire was made and trigger the alarm. Some set value of the sensors defined as a limit to make the decision. If fire exists, then buzzer will ring and the LCD will display “Ada Api”. If the temperature detected by the LM35DZ equal or below 29oC then green LED will lit on and LCD will display temperature information of “Aman”. If the temperature is between 29 oC to 37 oC then yellow LED will lit on and the LCD will display “Normal”. If the temperature is above 37 oC then red LED will lit on, buzzwr will ring and LCD will display “Waspada Kebakaran”. If no fire detected, then LCD will display “Tidak ada Api”. Keyword : Fire Alarm, Infra Red Sensor, Temperature Sensor LM35DZ, Arduino Uno.
INTERPRETASI BAWAH PERMUKAAN PULAU LEMBATA DENGAN MODEL 3D MENGGUNAKAN METODE GRAVITASI Bergita Linong; Jehunias L. Tanesib; Jonshon Tarigan; Laura A.S. Lapono
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1310.499 KB)

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian di pulau Lembata dengan menggunakan metode gravitasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur bawah pemukaan pulau Lembata serta membandingkan hasil penelitian terdahulu yang menggunakan model 2D. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data anomali gravitasi udara bebas dari Sandwell and Smith tahun 2015. Data ini direduksi dengan koreksi atmosfer, koreksi bouguer sederhana, koreksi curvature, untuk mendapatkan nilai anomali bouguer lengkap. Anomali bouguer Lengkap merupakan gabungan dari anomali residual dan anomali regional sehingga dilakukan pemisahan terhadap dua anomali tersebut dengan metode kontinuasi ke atas pada ketinggian 3 Km. Hasil dari proses kontinuasi ke atas digunakan untuk pemodelan dengan menggunakan program Grablox dan Bloxer. Selanjutnya dari hasil pemodelan dilakukan interpretasi. Hasil interpretasi anomaly medan gravitasi menunjukkan bahwa pulau Lembata memiliki anomali yang positif dengan nilai di atas 0 mgal hingga 190 mgal. Sedangkan hasil pemodelan tiga dimensi menunjukkan bahwa daerah Lembata mempunyai delapan jenis batuan yaitu batu pasir, gamping, dolomite, granit, andesit, diorite, basalt dan gabro. Daerah Lembata juga memiliki sesar pada kedalaman 4 Km dan kedalaman 6 Km. Batuan dasar pada daerah ini adalah batuan basalt. Hasil perbandingan dengan model dua dimensi dan tiga dimensi terdapat perbedaan jenis batuan yaitu pada model dua dimensi hanya memiliki batuan andesit, granit diorite dan basalt. Kata kunci: gravitasi, anomaly Bouger lengkap, Grablox, Bloxer, pulau Lembata Abstract A research had been done in Lembata Island by using gravity method. The aims of this research are to know the underground surface structure of Lembata Island and also to compare the previous research that used 2D. The data used in this research are free air gravity anomaly data by Sandwell and Smith on 2015. The data are reduced with atmosphere correction, simple bouger correction and curvature correction to get the result of complete bouger anomaly. Complete bouger anomaly is the combination of residual anomaly and regional anomaly so that the separation to the both anomalies is done with the up continuous method at the height of 3 Km. The result of up continuous process is used to the modelling by using Grablox and Bloxer programs. The next is doing the interpretation of the modelling result. The result of gravity field anomaly interpretation shows that Lembata Island has positive anomaly with the result over 0 mgl until 190 mgal. While the result of three dimensions shows that Lembata area has eight rocks type namely sandstone, limestone, dolomite, granite, andesite, diorite, basalt and gabbros. Lembata area also has Caesar at the depth of 4 Km and the depths of 6 Km. The basement rocks of this area is basalt. The comparison result of two dimensions and three dimensions is on the two dimensions only has andesite, granite, diorite and basalt rock. Keywords: gravity, complete Bouger Anomaly, Grablox, Bloxer, Lembata Island
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL PARAMETER FISIS PADA INKUBATOR BAYI BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO DAN ESP 8266 Yeldi S. Nafie; Jonshon Tarigan; Andreas Christian Louk
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.623 KB)

Abstract

Abstrak Telah dirancang sebuah rancang bangun untuk memantau dan mengontrol suhu, kelembaban, dan kebisingan pada inkubator bayi dengan memanfaatkan sistem wifi menggunakan modul ESP8266. Sistem ini dirancang menggunakan sensor SHT11 untuk mendeteksi suhu dan kelembaban dalam inkubator bayi dengan range pengukuran untuk sensor suhunya dari -4 oC sampai 123,8 oC, resolusinya 0,01 oC dan akurasi pengukurannya +/-0,4 oC, sedangkan untuk kelembaban range 0-100%RH, resolusi 0,03%RH dan akurasi pengukurannya +/-2%RH, dan sensor Mikrofon (KY-038) untuk mendeteksi kebisingan dalam inkubator bayi. Inkubator bayi yang dirancang berbentuk kotak persegi panjang menggunakan akrilik dengan ukuran panjang 85cm, lebar 45cm, tinggi 40cm dan ketebalan 3mm. Dan proses pemantauan dan pengontrolan suhu dan kelembaban serta kebisingan dengan menggunakan modul wifi ESP8266 dapat berfungsi dengan baik, dimana ketika suhu >32 oC dan RH <70% perintah dikirim dan Kipas menyala, dan ketika suhu <30 oC dan RH>80% perintah dikirim dan Lampu menyala. Sedangkan untuk pemantauan kebisingan yang ditentukan oleh nyala LED, dimana apabila volume kebisingan yang terdeteksi lebih besar dari nilai threshold maka LED menyala, dan pada saat volume kebisingan yang terdeteksi lebih kecil atau sama dengan nilai threshold yang di tentukan maka LED padam. Kata Kunci: Inkubator Bayi, ESP8266, Mikrokontroler Arduino Uno, Sensor SHT11, Sensor Mikrofon (KY-038). Abstract [Infant Incubator Physical Parameter Control System Based on Arduino Uno Microcontroller An Wifi Modul ESP826] An infant incubator has been designed to monitor and controll the temperature, humidity and noise. The system has been designed using SHT11 to detect temperature and humidity in infant incubator with measurement range for temperature sensor from -4oC to 123,8oC, resolution 0,01oC and measurement accuration +/- 0,4oC, while for humidity range 0-100% RH, resolution 0,03% and measurement accuration +/-2%RH, and Microphone (KY-038) sensor to detect noise in infant incubator. This incubator is in rectangular shape box, using acrilyc with length 85cm, width 45cm, heigth 40cm and thickness 3mm. Monitoring and controlling the temperature, humidity and noise, using wifi modul ESP8266, as comunication media type , if the temperature is >32oC and RH <70%, then command will be send and fan will be turn on, and when the temperature is <30oC and RH>80%, then command will be send and lamp will be turn on. Monitoring of noise is determined by the ligthting LED, if volume of noise detected is greater than threshold value then LED will be turn on, and when the volume of noise detected is less than or equal to threshold value, then LED will be turn off. Keywords : Infant Incubator, ESP 8266, Microcontroller Arduino Uno, SHT11 Sensor and Microphone (KY-038) Sensor.
PENENTUAN MORFOLOGI PERMUKAAN DAN SIFAT FISIS SERTA SIFAT MEKANIK BATU BATA ASAL TANAH MERAH KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR Thabita Kapasiang; Minsyahril Bukit; Jonshon Tarigan
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.255 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v2i2.550

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian batu bata lempung tanpa campuran sekam padi asal desa Tanah Merah Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur pada suhu 8000C, 9000C dan 10000C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dari batu bata. Dari hasil pengujian, batu bata dengan suhu 8000C memiliki nilai densitas 1,12 gram/cm3, suhu 9000C memiliki densitas 1,002 gram/cm3 dan suhu 10000C adalah 1,15 gram/cm3. Kuat tekan pada suhu 8000C adalah 2,73 N/mm2, suhu 9000C 1,38 N/mm2 dan suhu 10000C adalah 4,09 N/mm2. Untuk penyerapan air pada ketiga suhu adalah 1,39% 2,82% dan 1,42%. Ukuran butir sampel batu bata pada ketiga suhu yaitu 8000c, 9000c dan 10000c, pada suhu 8000c ukuran partikel yang paling kecil adalah 28,5 x 10-6 meter dan ukuran partikel paling besar adalah 85,7 x 10-5 meter, suhu 9000c ukuran partikel yang paling kecil adalah 57,1 x 10-6 dan yang paling besar adalah 1,28571 x 10-3 meter. Sedangkan pada suhu 10000c ukuran partikel yang paling kecil 30 x 10-6 meter sedangkan ukuran partikel yang paling besar adalah 67,5 x 10-5 meter. Kata kunci : Tanah liat, densitas, penyerapan air, kuat tekan dan SEM ABSTRACT A research of bricks from clay withouth mixture of rice husks from Tanah Merah Village-Kupang District-East Nusa Tenggara with temperature of 800oC, 900oC, and 1000oC has been done. The aim of this research is to determine quality of bricks from clay. Based on the result of this research, brick with temperature of 800oC has density value 1,12 gram/cm3, brick with temperature of 900oC has density value 1,002 gram/cm3, and brick with temperature of 1000oC has density value 1,15 gram/cm3. Compressive strength at temperature of 800oC is 2,73 N/mm2, compressive strength at temperature of 900oC is 1,38 N/mm2 and at the temperature of 1000oC is 4,09 N/mm2. For water absorption in the third temperature treatment are 1,39% 2,82% dan 1,42%. Grain size at temperature of 800oC has the smallest size is 28,5 x 10-6 meter and the largest size is 85,7 x 10-5 meter, grain size at temperature of 900oC has the smallest size is 57,1 x 10-6 meters and the largest size is 1,28571 x 10-3 meters, grain size at temperature of 1000oC has smallest size is 30 x 10-6 meters and the largest size is 67,5 x 10-5 meters. Keywords : Clay, density, water absorption, compressive strength and SEM
PENGGUNAAN RADIASI MULTIGAMMA UNTUK REKAYASA GENETIK TANAMAN SORGUM LOKAL ASAL NIKI-NIKI SOE Yohanes Cacur; Jonshon Tarigan; Bartholomeus Pasangka
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.256 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v3i2.608

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode radiasi multigamma untuk rekayasa genetik pada tanamn sorgum lokal asal Niki-Niki Soe di Desa Penfui, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis yang tepat untuk pengembangan sorgum lokal dengan produksi tinggi dan menentukan karateristik bakal unggul tanaman sorgum yang diradiasi sumber multigamma serta mengestimasi peningkatan produksi tanaman sorgum yang dikembangkan dengan iradiasi multigamma. Karateristik bakal unggul yang lebih baik pada dosis 3000 rads dibandingkan dengan 4000 rads dan 2000 rads. Estimasi peningkatan sorgum lokal ditunjukkan pada dosis 3000 rads meningkat 16.83% berbeda dibandingkan dengan dosis 4000 rads dan 2000 rads masing-masing mencapai 9.02% dan 2.33%. Kata kunci: pemulian, sorgum, radiasi, multigamma Abstract THE USE OF MULTIGAMMA RADIATION FOR GENETIC ENGINEER LOCAL SORGUM PLANTS FROM NIKI-NIKI SOE A research has been done to use multigamma radiaton methods for genetic engineer to local sorgum plants from Niki-Niki Soe in Desa Penfui, Subdistrict Kupang Tengah, Regency Kupang. The purpose of this research is to determine the right dose for the development of local sorgum with high production and to determine the characteristic of the excellent shoot of sorgum plants that radiated by multigamma source also to estimate upgrading production of sorgum plants that have been develop by multigamma radiation. The result of the research shows that the right dose for the preservation of sorgum plants are range around 3000 rads and 4000 rads. The upgrading estimation on local sorgum was shown on the dose of 3000 tads which increased 20,2% differ with the dose of 4000 rads and 2000 rads which each of it increased about 9.92% and 2.38%. Keywords: Preservation, Sorgum, Radiation, Multigamma
RANCANG BANGUN SISTEM PENYIRAMAN TANAMAN SECARA MANDIRI BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 8535 Jonshon Tarigan; Minsyahril Bukit
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.398 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v3i2.615

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari perancangan piranti yang dapat melakukan penyiraman secara mandiri. Untuk mempermudah kegiatan itu, maka kita perlu merancang sebuah sistem perangkat yang dapat melakukan penyiraman tanaman cabai secara mandiri. Alat ini bertujuan untuk menggantikan pekerjaan manual menjadi otomatis. Manfaat yang didapat dari alat ini adalah dapat mempermudah pekerjaan manusia dalam menyiram tanaman cabai secara mandiri. Penelitian ini dilakukan dengan merancang, membuat dan mengimplementasikan komponen-komponen sistem yang meliputi mikrokontroller sebagai pengendali, driver relay untuk memghiupkan dan mematikan pompa Air, dan LCD (linquit Cristal Display) untuk menampilkan nilai kelembaban tanah. Proses pengambilan data di dalam sebuah ruangan dengan menampilkan dalam LCD nilai kelembaban 1 % maka dynamo ON. Nilai tersebut diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan alat kelembaban tanah. Sedangkan dari hasil pengukuran menggunakan sensor kelembaban yl 69 yang dilakukan pada tanaman cabai diperoleh nilai kelembaban pada tanaman cabai 45 % - 65%. Dapat dilihat bahwa hasil menunjukkan sesuai dengan nilai kelembaban cabai yang diperbolehkan, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa rancangan sistem ini berjalan dengan baik. Kata Kunci: Kelembaban tanah, Penyiraman mandiri, Sensor Kelembaban, Abstract This research was conducted to study the design of devices that can-do watering independently. To facilitate this activity, we need to design a system of devices that can water the chili plants independently. This tool aims to replace manual work to be automatic. The benefits obtained from this tool are to facilitate human work in watering chili plants independently. This research was carried out by designing, creating and implementing system components including the microcontroller as a controller, relay driver to blow and turn off the water pump, and LCD (liquid Cristal Display) to display the value of soil moisture. The process of retrieving data in a room by displaying it in LCD with a humidity value of 1%, then the dynamo is ON. This value is obtained from the measurement results using soil moisture tools. Whereas from the measurement results using the humidity sensor yl 69 which was carried out on chilli plants obtained the value of humidity in chili plants 45% - 65%. It can be seen that the results show in accordance with the moisture value of chilli that is allowed, so it can be concluded that the design of the system is running well. Keyword: Soil moisture, independent watering, humidity sensor.
APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK PEMETAAN DAERAH BERPOTENSI TSUNAMI DI KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Lidia Agustina Rumaal; Jehunias L. Tanesib; Jonshon Tarigan
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.25 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v3i2.623

Abstract

Abstrak Telah dilakukan pemetaan daerah rawan tsunami berdasarkan estimasi waktu tiba gelombang dan tutupan lahan di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, memetakan daerah rawan tsunami dan tingkat kerawanannya menurut estimasi waktu tiba gelombang dan tutupan lahan sebagai upaya mitigasi dampak bencana tsunami terhadap kepadatan penduduk. Metode penelitian secara umum dibagi dalam empat tahap utama yaitu pembangunan basis data berupa pembuatan peta tutupan lahan, peta gempa dan peta batimetri. Analisis data kerawanan dari peta tutupan lahan dan etimasi waktu tiba gelombang, penyajian hasil data dalam bentuk tingkat kerawanan masing-masing peta dan analisis hasil penelitian berupa tingkat kerawanan secara kualitatif masing-masing daerah titik pantau menurut peta tutupan lahan maupun estimasi waktu tiba gelombang. Selain itu, dampak kerawanan tsunami diklasifikasikan menurut tingkat kepadatan penduduk untuk kebutuhan mitigasi sebagai berikut Kecamatan Kupang Timur, Kupang Barat, Sulamu, Amfoang Timur, Semau, Semau Selatan, Amfoang Utara, Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut dan Fatuleu Barat. Kata kunci : Peta rawan tsunami, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografi, Estimasi Waktu Tiba Gelombang Abstract Mapping of hazard tsunami areas based on estimation of arrival time of wave and land cover in Kupang Regency of East Nusa Tenggara Province using remote sensing application and geographic information system has been done. The aims of this research are to mapping the hazard tsunami area and tsunami vulnerability level in Kupang Regency East Nusa Tenggara according to the estimated arrival time of the wave and land cover as an effort to mitigate the impact of the tsunami disaster on population density. These generally devided into four main phase namely development of database in the form of land cover map , seismic maps and bathymetry maps, data analysis of research results in the form of qualitative vulnerability of each monitoring area according to land cover map and estimated wave arrival time. Presentation of data results in the form of vulnerability level of each map and analysis and results analysis of research the form of vulnerability level of each map and analysis of research results in the form of qualitative vulnerability of each monitoring area according to land cover map and estimated wave arrival time. And then, the impact of tsunami vulnerability is classified according to population density levels for mitigation needs as follows Kupang Timur, Kupang Barat, Sulamu, Amfoang Timur, Semau, Semau Selatan, Amfoang Utara, Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut and Fatuleu Barat. Keywords: Tsunami Hazard Map, Remote Sensing, Geographic Information System, Estimated Time of arrival Wave
SISTEM KONTROL SUHU PADA PENGERING IKAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 Fredy M. Baitanu; Ali Warsito; Jonshon Tarigan
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v5i2.903

Abstract

Abstrak Telah dirancang sebuah sistem kontrol secara loop tertutup pada unit pengeringan ikan menggunakan sensor LM35, mikrokontroler ATmega8535, seven segment serta beberapa komponen elektronika yang tesedia dipasaran. Sistem dikendalikan oleh mikrokontroler ATmega8535 untuk pengambilan data suhu menggunakan sensor LM35 dan menampilkan data suhu melalui seven segment, serta mengontrol pemanas melalui aktuator. Hasil pengukuran nilai suhu akan dibandingkan dengan nilai setpoint, sehingga diperoleh selisih nilai yang akan digunakan sebagai indikator untuk melakukan proses pengontrolan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengontrolan bekerja dengan baik dalam merespon setiap perubahan suhu udara. Ketika suhu di bawah setpoint 53°C maka aktuator akan berada dalam kondisi on sehingga pemanas aktif, sebaliknya jika suhu berada di atas setpoint 53°C maka aktuator akan berada dalam kondisi off untuk mematikan heater. Hasil pengeringan selama 4 jam menunjukkan bahwa pengeringan ikan pada massabasah ikan 200 gram, yaitu pada keadaan ventilasi atas kotak pengeringan terbukaakan menghasilkan massa kering90 gram. Pengujian selama 4 jam pada keadaan ventilasi kotak pengeringan tertutup akan menghasilkan massa kering 130 gram. Selain itu, pengeringan secara tradisional selama 12 jam dengan massa basah ikan 200-gram akan menghasilkan massa kering 90 gram.Kata Kunci: Suhu, pengeringan ikan; mikrokontroler Atmega8535; seven segment; aktuator Abstract A closed-loop control system of temperatures in fish drying unit using LM35 sensor, ATmega8535 microcontroller, seven segment and also some of the available electronic market components has been designed. The system is controlled by a microcontroller ATmega8535 for temperature data collection using LM35 sensor and temperature data is displayed on seven segments, as well as heating control via actuators. The measurement results will be compared with the value of the temperature set point value in order to obtain the difference in value to be used as an indicator for process control. The results show that the control works well in response to any changes in air temperature. If the setpoint temperature below 53°C, the actuator will in on condition that the heating is on, otherwise if the temperature is above 53°C setpoint then the actuator will on condition to turn the heater off. Drying for 4 hours results show that the drying fish on the fish wet mass of 200 grams, which is the state of the top vents open drying box will produce a dry mass of 90 grams. Testing for 4 hours in a drying box vents closed state will produce 130 grams of dry mass. In addition, traditional drying for 12 hours with 200 grams of fish wet mass will produce 90 grams of dry mass.Keywords: Temperature; drying fish; ATmega8535 microcontroller; seven segments; actuators.