Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Batuan Bawah Permukaan Pantai Kolbano Berdasarkan Data Geolistrik Resistivitas Yanti Boimau; Angelikus Olla; Hilari F. Lipikuni; Wenti M. Maubana; Hery Leo Sianturi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 12 No. 02 (2024): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v12i02.385

Abstract

Research has been conducted on mapping subsurface rocks with resistivity geoelectric method at Kolbano Beach. The research aims to map the pattern of rock layers and identify the type of subsurface rock based on the resistivity value and determine the thickness of the rock layers in the study area. Data processing using Res2dinv software. The method used is the schlumberger configuration geoelectric method. The interpretation results show that the rock layer pattern for 4 passes with a track length of 400 meters with variations in resistivity values ranging from 359 Wm -187,433 Wm, 38.5 Wm -8,450 Wm, 133 Wm -17,607 Wm, and 53.7 Wm -63,032 Wm. The identified rocks are aluvium rocks with a resistivity value of 38.5 Wm -800 Wm and limestone rocks with a resistivity value of 801 Wm -187,433 Wm with a thickness of 5.5 m-73.8 m for aluvium rocks and 0 m-73.8 m for gamping rocks, respectively. Based on the rock resistivity value in the research area, the coloured rock which is the mining material in Kolbano Village is classified as an aluvium rock type.   Keywords: Schlumberger, Kolbano, Resistivity, color stone
Pelatihan Pengolahan dan Penguatan Pasar Kemiri di Desa Belle 1 Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan Jehunias L. Tanesib; Hery Leo Sianturi; Jonshon Tarigan; Abdul Wahid; Albert Zicko Johannes; Christine Mbiliyora
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v4i1.611

Abstract

Petani kemiri di Desa Belle 1, Kecamatan Ki'e, Kabupaten Timor Tengah Selatan, menghadapi berbagai kendala dalam pengolahan pascapanen dan pemasaran, sehingga nilai tambah yang diperoleh masih rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam pengolahan pascapanen, memperkenalkan teknologi tepat guna berupa alat pemecah kemiri, serta memperkuat akses pasar melalui kemitraan dengan PT Agro Kemiriku Sejahtera. Metode yang digunakan meliputi workshop, demonstrasi dan praktik langsung, serta kunjungan lapangan ke fasilitas pengolahan mitra. Kegiatan melibatkan 25 petani pengumpul kemiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 80% peserta memahami tahapan pengolahan kemiri yang baik. Penggunaan alat pemecah kemiri meningkatkan produktivitas dari sekitar 1,25 kg/jam menjadi 17,2 kg/jam serta menurunkan tingkat kerusakan biji dari 25–30% menjadi 8–12%. Selain itu, harga pembelian oleh mitra industri mencapai Rp28.000–30.000/kg, lebih tinggi dibandingkan harga tengkulak sebesar Rp22.000/kg. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi pelatihan pascapanen, penerapan teknologi tepat guna, dan kemitraan pemasaran mampu meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, dan peluang peningkatan pendapatan petani.
Pemetaan Lapisan Batuan Bawah Permukaan dengan Metode Geolistrik Resistivitas di Desa Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang Ratna Sumby; Hery Leo Sianturi; Yanti Boimau
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.433

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemetaan perlapisan batuan di bawah permukaan dengan metode geolistrik resistivitas di Desa Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang. Penelitian bertujuan untuk memetakan pola perlapisan batuan berdasarkan nilai resistivitas, mengidentifikasi jenis batuan di bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas dan menentukan ketebalan lapisan-lapisan batuan di daerah penelitian pada semua lintasan. Pengolahan data menggunakan software Res2dinv. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik konfigurasi schlumberger. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa pola perlapisan batuan  untuk 4 lintasan dengan panjang lintasan 400 meter dengan variasi nilai resistivitas berkisar antara 0,474 Wm–11,436 Wm, 0,777 Wm–21,231 Wm, 2,96 Wm–3.634 Wm  dan 0,637 Wm–3.085 Wm, batuan yang teridentifikasi yaitu batuan lempung, batuan aluvium dan batuan gamping yang berada pada ketebalan masing-masing yaitu lapisan batuan lempung berkisar antar 7,5-47,5 m, ketebalan lapisan batuan aluvium 5-60 m dan ketebalan lapisan batuan gamping 5 m–52,8 m.
Analisis Anomali Sinyal Ultra Low Frequency (ULF) sebagai Indikator Penentu Prekursor Gempabumi di Kota dan Kabupaten Kupang Tahun 2023 Mika Mayelsa; Hery Leo Sianturi; Abdul Wahid; Philips B. Mudamakin; Arief Tyastama
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 5 No. 2 (2025): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v5i2.578

Abstract

Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu Provinsi yang memiliki seismitas paling aktif di Indonesia. Tatanan tektonik Nusa Tenggara Timur dipengaruhi oleh aktivitas Lempeng Indo-Australia yang bertumbukan dan menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Aktivitas ini mengakibatkan adanya lipatan atau patahan aktif di Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Timor yang berada tepat di atas daerah penunjaman. Penelitian ini menganalisis Anomali Emisi Sinyal Ultra Low Frequency (ULF) satu bulan sebelum terjadinya gempabumi di Kota dan Kabupaten Kupang pada tahun 2023. Dengan M > 5 dan M < 5 masing-masing 3 kejadian gempabumi dengan kedalaman yang sama yaitu < 100 km. Gempa-gempa tersebut adalah gempa yang terjadi pada 20 Februari 2023, 10 April 2023, 08 Juni 2023, 02 November 2023, 12 November 2023, dan 28 Desenber 2023. Anomali pada sinyal polarisasi Z/H terdeteksi beberapa hari sebelum kejadian gempabumi, menunjukkan fluktuasi signifikan tanpa adanya badai magnetik, yang mendukung hipotesis bahwa sinyal tersebut berhubungan dengan gempa. Onset time untuk beberapa gempabumi adalah: 20 Februari 2023 (05 Februari, 13:00 UTC), 10 April 2023 (07 April, 09:00 UTC), 08 Juni 2023 (14 Mei, 14:00 UTC), 02 November 2023 (13 Oktober, 09:00 UTC), 12 November 2023 (01 November, 13:00 UTC), dan 28 Desember 2023 (22 Desember, 01:00 UTC). Arah episenter untuk enam kejadian gempa berada dalam batas toleransi azimuth 25° dari azimuth sebenarnya.