Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran Guru Bidang Studi Tauhid dalam Meningkatkan Motivasi Beribadah Shalat Fardhu pada Santri Pondok Pesantren Assalam Al-Islami Sungai Lilin Musi Banyuasin Antoni; Ani Aryati; Abu Hanifah
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 1 No. 1 (2025): Al-Munawwir: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v1i1.1298

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari beberapa santri yang kurang rajin untuk beribadah shalat fardhu. Dan perlu adanya peran guru tauhid untuk memotivasinya. penelitian merupakan jenis penelitian kualitatif dengan tujuan untuk menjawab rumusan masalah mengenai 1). Bagaiman aktivitas shalat fardhu santri di Pondok Pesantren Assaalam Al-Islami Sungai Lilin Musi Banyuasin, 2). Bagaimana peran guru tauhid dalam memotivasi santri agar senantiasa rajin ibadah shalat fardhu?, serta 3). Apa saja faktor pendukung dan penghambat guru bidang studi tauhid dalam memotivasi ibadah shalat fardhu santri?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum, Aktivitas shalat fardhu santri tergolong baik, dengan sebagian besar santri melaksanakannya secara rutin dan berjamaah. Namun, masih terdapat beberapa santri yang kurang konsisten karena faktor internal dan eksternal. Peran guru tauhid sangat berpengaruh sebagai pendidik, pembimbing, fasilitator, dan motivator. Guru tidak hanya mengajarkan pemahaman tauhid secara teori, tetapi juga memberikan bimbingan bertahap serta menjadi teladan langsung bagi santri. Faktor pendukung meliputi lingkungan religius yang mendukung serta metode pengajaran yang menarik, sedangkan faktor penghambat meliputi kebiasaan lama santri dan keterbatasan waktu guru. Temuan lapangan menunjukkan kesesuaian dengan teori Al-Ghazali, di mana guru tauhid berperan sebagai "murabbi" (pembimbing spiritual). Santri yang dibina secara emosional dan spiritual lebih memahami shalat sebagai kebutuhan rohani, bukan sekadar kewajiban formal. Santri yang dibimbing dengan metode bertahap lebih konsisten dalam shalat. Pembiasaan ini meliputi pengajaran tata cara shalat secara rinci, pembinaan akhlak, serta latihan mujahadah untuk menguatkan ketahanan diri. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi pemahaman tauhid, pembiasaan bertahap, dan keteladanan guru mampu membentuk karakter santri yang disiplin dalam melaksanakan shalat fardhu. Shalat akhirnya dirasakan santri bukan sebagai beban kewajiban, melainkan sebagai kebutuhan spiritual yang membawa ketenangan dan mendekatkan diri kepada Allah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pondok pesantren lain dalam mengoptimalkan peran guru sebagai pembimbing spiritual yang efektif.
Implementasi Program Pembinaan Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak Kelas 1 Palembang Mutiara Oktariani; Saipuddin Zahri; Antoni; Adi Wijaya
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 2 No. 1 (2026): AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v2i1.1381

Abstract

Latar belakang penelitian ini berawal dari meningkatnya angka kejahatan yang dilakukan oleh anak di Indonesia, yang menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menerapkan sistem peradilan pidana anak berbasis pembinaan, bukan sekadar pemidanaan. Salah satu upaya strategis untuk mengatasinya adalah melalui program pembinaan yang bertujuan mengembangkan potensi, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan tanggung jawab sosial anak binaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program pembinaan narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Palembang dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan telah dilaksanakan sesuai pedoman, namun belum optimal. Bentuk pembinaan meliputi kepribadian, pendidikan, keterampilan, dan kegiatan keagamaan. Faktor pendukung mencakup kerja sama pihak ketiga dan dukungan staf, sedangkan hambatan utama meliputi keterbatasan sarana, anggaran, serta tenaga pengajar. Kesimpulannya, optimalisasi pelaksanaan program pembinaan memerlukan peningkatan sumber daya, dukungan anggaran, serta penguatan kerja sama lintas lembaga agar tujuan rehabilitasi anak binaan dapat tercapai secara maksimal.
Optimalisasi Pendidikan Akhlak dalam Meningkatkan Kualitas Moral Siswa di Sanggar Bimbingan At-Tanzil Kota Damansara Malaysia Purmansyah Ariadi; Rulitawati; Sri Yanti; Yuniar Handayani; Antoni; Rijalush Shalihin; Fadhilatul Hasanah; Susanto
Suluh Abdi Vol. 8 No. 1 (2026): Suluh Abdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/suluhabdi.v8i1.2045

Abstract

Kemerosotan akhlak anak di era digital menjadi tantangan serius bagi lembaga pendidikan Islam, tidak terkecuali di lingkungan sekolah Islam seperti SB At-Tanzil Kota Damansara, Malaysia. Optimalisasi pendidikan akhlak merupakan upaya sistematis dalam meningkatkan kualitas moral siswa di Sanggar Bimbingan (SB) At-Tanzil. Fokus utama program ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai etika dasar serta membekali siswa dengan fondasi karakter yang kuat agar mampu memfilter pengaruh negatif dari lingkungan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk membantu para pengajar di SB At-Tanzil dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih aplikatif dan efektif bagi peserta didik. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan pendampingan berbasis coaching yang dikombinasikan dengan tanya jawab. Metode ini mencakup asesmen, diskusi, dan bimbingan terhadap siswa. Luaran dari kegiatan ini adalah adanya perubahan positif pada perilaku harian siswa, yang ditandai dengan peningkatan kedisiplinan, sopan santun dalam berkomunikasi, serta penguatan rasa tanggung jawab. Bagi tenaga pengajar, program ini memberikan manfaat dalam penerapan strategi pembelajaran yang lebih efektif serta penyusunan buku panduan praktis pendidikan akhlak yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Secara jangka panjang, pengabdian ini diproyeksikan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berbasis pada nilai-nilai keislaman, sehingga siswa SB At-Tanzil memiliki akhlak yang mulia sebagai identitas diri, karena nilai seseorang bergantung pada akhlaknya.
Pendampingan Perencanaan Karier Siswa/Siswi Kelas XII SMA Negeri Tanjung Batu Ogan Ilir Rulitawati; Purmansyah Ariadi; Yuniar Handayani; Ahmad Jumhan; Antoni; Helyadi
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1866

Abstract

Perencanaan karier menjadi isu yang semakin urgen bagi siswa kelas XII sekolah menengah atas seiring dengan kompleksitas pilihan pendidikan lanjutan dan dinamika dunia kerja di era modern. Kurangnya pemahaman siswa terhadap potensi diri, informasi karier, serta arah masa depan seringkali menimbulkan kebingungan dalam pengambilan keputusan pasca-sekolah. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan manfaat program pendampingan perencanaan karier bagi siswa kelas XII SMA Negeri Tanjung Batu dalam meningkatkan kesiapan karier mereka. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui kegiatan pendampingan yang bersifat interaktif dan partisipatif, dengan mengombinasikan ceramah, tanya jawab, serta diskusi klasikal dan individual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan perencanaan karier membantu siswa meningkatkan pemahaman terhadap minat, bakat, nilai-nilai pribadi, dan keterampilan yang dimiliki, sehingga siswa memiliki arah dan keyakinan yang lebih jelas dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan maupun karier. Program ini memberikan kontribusi praktis dalam layanan bimbingan karier di sekolah dengan menegaskan pentingnya pendampingan terstruktur bagi siswa pada fase transisi pendidikan. Disimpulkan bahwa pendampingan perencanaan karier berperan penting dalam membekali siswa dengan kesiapan menghadapi masa depan, dan disarankan agar pengabdian selanjutnya mengembangkan instrumen evaluatif yang lebih sistematis untuk mengukur dampak jangka panjang program ini.
Pernikahan Ulang Terhadap Pasangan Suami Istri Nikah Dini Di Desa Gumai Kecamatan Gelumbang Anggun Sapitri; Antoni; Adi Wijaya; Yahya
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 2 No. 2 (2026): Al-Munawwir: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v2i2.1757

Abstract

Praktik pernikahan dini masih menjadi fenomena yang cukup umum, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Gumai, Kecamatan Gelumbang. Pernikahan dini sering kali dipicu oleh berbagai faktor, termasuk norma sosial, tekanan ekonomi, dan kurangnya pendidikan. Meskipun diatur oleh perundang-undangan, banyak pasangan yang terjebak dalam ikatan pernikahan pada usia yang sangat muda, yang sering kali mengakibatkan berbagai tantangan dalam hubungan mereka. Dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1). Apa Faktor Yang Menyebabkan Pernikahan Ulang Pasangan Suami Istri Nikah Dini di Desa Gumai. 2). Bagaiman Pandangan Hukum Islam Dan Hukum Positif Terhadap Pernikahan Ulang di Masyarakat Desa Gumai. 3). Bagaimana Status Anak Hasil Pernikahan Usia Dini Menurut Hukum Islam dan Positif? Berdasarkan penelitian ini penulis bertujuan untuk mengetahu: Untuk Mengetahui Faktor Yang Menyebabkan Pernikahan Ulang, Pasangan Suami Istri Nikah Dini. Untuk Mengetahui Pandangan Hukum Islam Dan Hukum Positif Terhadap Pernikahan Ulang dan untuk Mengetahui Status Anak Hasil Pernikahan Usia Dini Menurut Hukum Islam dan Positif. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1). Faktor Yang Menyebabkan Pernikahan Ulang Pasangan Suami Istri Nikah Dini di Desa Gumai dipengaruhi oleh Dari hasil wawancara di atas dapat di simpulkan bawahfaktor-faktor yang yang Menyebabkan Pernikahan Ulang Pasangan Suami Istri Nikah Dini di Desa Gumai Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim adalah faktor pendidikan, faktor keluarga atau orang tua, faktor lingkungan, dan faktor ekonomi. 2). Pandangan Hukum Islam terhadap pernikahan ulang di perbolehkan asal memenuhi syarat ketentuan syariah dan Pandangan Hukum Positif Terhadap Pernikahan Ulang di Masyarakat Desa Gumai Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, tetap sah jika memenuhi tentang perkawinan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan “Perkawinan hanya diijinkan jika pihak pria sudah berusia 19 tahun dan pihak wanita sudah berusia 16 tahun” (Pasal 7 ayat 1). 3). Status Anak Hasil Pernikahan Usia Dini Menurut Hukum Islam dan Positif, Pernikahan usia dini berdampak besar pada pasangan dan anak yang lahir. Anak yang lahir dari pernikahan sah, meskipun dilakukan di usia dini, diakui dalam hukum Islam sebagai anak sah dengan hak waris. surah Alfurqan [25]: 54 Dari penafsiran di atas dapat dipahami bahwa hubungan nasab dan penisbatan anak kepada ayah hanya bisa terjadi dengan sebab pernikahan. Artinya, anak yang lahir sebelum adanya pernikahan tidak bisa dinisbatkan kepada garis keturunan si ayah, meskipun secara medis anak tersebut merupakan ayah biologisnya. Dengan demikian, anak yang dilahirkan dari hubungan luar pernikahan atau zina hanya bisa dinisbatkan kepada jalur ibu. Namun, menurut hukum positif Indonesia, status anak tetap sah meski orang tau mernikahan di bawah umur. Namun Orang tua perlu mengajukan isbath nikah agar status anak diakui oleh negara dan undang-undang.