p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Ria Kasanova
Universitas Madura Pamekasan, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Representasi Kemiskinan Dalam Cerpen Bidar Karya Tiara Sari: Analisis Kohesi Leksikal Halliday dan Hasan Huliya Dewi; Mofidatul Hasanah; Andi Hidayatullah; Ria Kasanova
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.17613

Abstract

Representasi kemiskinan dalam karya sastra tidak hanya dibangun melalui alur dan tokoh, tetapi juga melalui pilihan bahasa yang membentuk makna secara tekstual. Namun, kajian yang menghubungkan kohesi leksikal dengan representasi realitas sosial dalam cerpen Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kemiskinan dalam cerpen Bidar karya Tiara Sari melalui kajian kohesi leksikal berdasarkan teori Halliday dan Hasan. Penelitian menggunakan pendekatan linguistik fungsional sistemik dengan metode kualitatif deskriptif. Data berupa satuan-satuan lingual yang mengandung unsur kohesi leksikal dianalisis menggunakan teknik analisis wacana untuk mengidentifikasi pola hubungan makna dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa repetisi dan kolokasi merupakan bentuk kohesi leksikal yang paling dominan dalam membangun representasi kemiskinan, terutama melalui leksikon yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Sementara itu, sinonimi memperkuat dimensi emosional tokoh, dan hiponimi memperlihatkan keterbatasan pilihan hidup yang dihadapi masyarakat miskin. Temuan ini menunjukkan bahwa kohesi leksikal tidak hanya berfungsi menjaga kepaduan teks, tetapi juga menjadi strategi linguistik yang merepresentasikan realitas sosial dan memperkuat kritik terhadap kondisi kemiskinan dalam karya sastra.
Representasi Kematian dalam Perspektif Semantik Kognitif: Analisis Cerpen Karya Sasti Gotama Affan Maulidi Rahmatullah; Nadia Fitri; Halilatur Rohemah; Ria Kasanova
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.17634

Abstract

Representasi kematian dalam karya sastra tidak hanya merefleksikan peristiwa biologis, tetapi juga mengonstruksi makna simbolik, emosional, dan kultural yang dipengaruhi oleh pengalaman manusia. Meskipun tema kematian telah banyak dikaji dalam kritik sastra, pendekatan semantik kognitif untuk menjelaskan konseptualisasi makna kematian dalam teks sastra masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konseptualisasi makna kematian dalam cerpen Everything That Is Dead Must Be Buried melalui perspektif semantik kognitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis satuan-satuan lingual yang merepresentasikan kematian melalui identifikasi representasi leksikal, metafora konseptual, dan skema kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian dikonsepsikan sebagai kepulangan, tidur, trauma kolektif, dan ruang spiritual yang dibangun melalui pengalaman tubuh (embodied experience), memori budaya, dan konteks sosial. Metafora konseptual tersebut memperlihatkan bahwa makna kematian bersifat dinamis dan kontekstual, bukan sekadar representasi leksikal. Temuan ini memperkaya kajian semantik kognitif dalam sastra sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan bahan ajar semantik berbasis teks sastra di pendidikan tinggi.
Representasi Makna Kontekstual dalam Cerpen Istri Sempurna karya Aveus Har: Kajian Semantik Rofi Nur Diana Islam; Milani Putri; Ismail Abdulloh; Ria Kasanova
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.17636

Abstract

Makna dalam karya sastra tidak hanya dibangun melalui struktur naratif, tetapi juga melalui relasi kontekstual yang membentuk pengalaman pembaca terhadap teks. Meskipun kajian semantik sastra telah berkembang, analisis mengenai keterkaitan berbagai jenis makna kontekstual dalam membangun ideologi naratif masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna kontekstual dalam cerpen Istri Sempurna karya Aveus Har melalui pendekatan semantik. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis terhadap satuan-satuan lingual yang merepresentasikan makna konotatif, afektif, kolokatif, stilistika, dan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima jenis makna tersebut membentuk jaringan makna yang saling berkaitan dalam merepresentasikan relasi kuasa, kondisi psikologis tokoh, serta ambiguitas makna yang tersembunyi di balik konsep "kesempurnaan". Pilihan bahasa menghadirkan ironi, keterasingan emosional, ketergantungan, dan kerentanan material sebagai kritik terhadap konstruksi sosial mengenai peran perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa makna kontekstual tidak hanya menjaga kepaduan semantik teks, tetapi juga berfungsi sebagai strategi diskursif untuk membangun kritik sosial dan memperkaya interpretasi sastra kontemporer.
Idiom dan Perumpamaan dalam Cerpen Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam Karya Sasti Gotama Habiburrahman Habiburrahman; Jazirotur Riskiyah; Amirullah Amirullah; Abriel Hidayat; Ria Kasanova
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.17704

Abstract

Representasi trauma kolektif dalam karya sastra tidak hanya dibangun melalui alur naratif, tetapi juga melalui pilihan gaya bahasa yang membentuk makna simbolik dan kultural. Meskipun kajian stilistika dan semantik terhadap sastra Indonesia terus berkembang, hubungan antara idiom, perumpamaan, dan representasi trauma sosio-politik masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis klasifikasi, fungsi, dan konstruksi makna idiom serta perumpamaan dalam cerpen Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam karya Sasti Gotama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif semantik leksikal dan semantik kognitif untuk mengidentifikasi pola makna yang membangun representasi pengalaman traumatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idiom dan perumpamaan membentuk tiga ranah semantik utama, yaitu ruang domestik sebagai simbol keamanan, citraan kebinatangan dan bencana sebagai representasi kekerasan kolektif, serta metafora folklor sebagai alegori marginalisasi. Pergeseran makna dari citraan keseharian menuju representasi tubuh dan kekerasan memperlihatkan fungsi gaya bahasa sebagai strategi diskursif dalam membangun kritik sosial dan memori kolektif atas tragedi Mei 1998. Temuan ini memperkaya kajian semantik sastra dengan menunjukkan bahwa gaya bahasa tidak hanya berfungsi sebagai perangkat estetis, tetapi juga sebagai medium representasi trauma, identitas, dan sejarah sosial.