Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Risiko Pada Produksi Produk Sago One (Tepung Sagu) Sarodeceng Andi Syastiawan; Igods Gabryaldo; Zulfikar Syamsi; Pipi Diansari; Andi Emelda; Muhammad Ridwan; Ariella Ariella
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6942

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko pada proses produksi tepung sagu Sago One Sarodeceng untuk menentukan prioritas pengendalian risiko operasional. Penelitian dilaksanakan pada 7 Mei 2025 di Sago One Sarodeceng, Kota Makassar, melalui observasi langsung dan wawancara dengan pemilik usaha. Analisis risiko dilakukan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) berdasarkan penilaian severity, occurrence, dan detection yang kemudian dihitung menjadi Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian mengidentifikasi lima risiko utama dalam proses produksi, yaitu keterlambatan bahan baku, cuaca buruk saat pengeringan, kerusakan mesin, keberadaan ampas sagu, dan tepung sagu yang berserakan di ruang produksi. Hasil perhitungan RPN menunjukkan bahwa kerusakan mesin dan tepung berserakan merupakan risiko dengan prioritas tertinggi (RPN = 20), diikuti oleh cuaca buruk (RPN = 16). Mitigasi yang direkomendasikan meliputi penyediaan komponen mesin cadangan, peningkatan sanitasi ruang produksi melalui pembatasan akses dan pemasangan exhaust fan, serta penggunaan mesin pengering sebagai alternatif ketika kondisi cuaca tidak mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode FMEA dapat digunakan secara efektif untuk menentukan prioritas pengendalian risiko pada usaha pengolahan tepung sagu.Keywords  :   FMEA; Produksi; RPN; Risiko; Sago One; Tepung Sagu
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BONTO BUNGA MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN SUSU JAGUNG DAN PENGUATAN LEGALITAS UMKM Igods Gabryaldo; Pipi Diansari; Ariella Ramadhani; Andi Imelda; Andi Syastiawan; Zulfikar Syamsi
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i2.47123

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bonto Bunga, Kabupaten Maros, dalam program INOVAGRO 3.0 dengan tema "Inovasi Vokasional untuk Agribisnis Pangan Berkelanjutan." Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah jagung menjadi produk bernilai tambah berupa susu jagung serta meningkatkan pemahaman mengenai legalitas produk. Metode partisipatif yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan teknis, praktik langsung, dan refleksi. Sebanyak 25 peserta, terdiri dari pelaku UMKM, anggota PKK, koperasi, dan BUMDes, mengikuti kegiatan ini. Kegiatan menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengolahan susu jagung yang lebih baik termasuk prosedur legalitasnya serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya inovasi berbasis sumber daya lokal. Program ini juga memperkuat interaksi sosial dan kapasitas ekonomi masyarakat. Pendekatan vokasional yang praktis terbukti mampu menghubungkan pengetahuan teknis dengan kebutuhan nyata masyarakat setempat.    Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, susu jagung, legalitas, sumber daya lokal, pelatihan vokasional.   ABSTRACT This community service was conducted in Bonto Bunga Village, Maros Regency, under the INOVAGRO 3.0 program with the theme 'Vocational Innovation for Sustainable Food Agribusiness.' The program aimed to improve community skills in processing corn into value-added corn milk products and to increase understanding of product legality. The participatory method included socialization, counseling, technical training, direct practice, and reflection. Twenty-five participants, including MSMEs, PKK members, cooperatives, and BUMDes, joined the program. The activities resulted in increased knowledge on legality procedures, better corn milk processing skills, and raised awareness of innovation using local resources. This program also strengthened social interaction and economic capacity. The practical vocational approach effectively linked technical knowledge with local community needs. Keywords: Community empowerment, corn milk, legality, local resources, vocational training.
Pengaruh Implementasi Program Makan Bergizi Gratis Berbasis Pangan Lokal Terhadap Dukungan Bisnis Pangan Andi Syastiawan; Razak Munir; Muhammad Ridwan; Anisa Aulya; Muhammad Faiz
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 8 No. 2 (2026): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v8i2.1094

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memanfaatkan pangan lokal tidak hanya diarahkan pada upaya peningkatan status gizi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan dan penguatan sektor agribisnis di daerah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh implementasi program MBG terhadap dukungan keberlanjutan agribisnis pangan lokal. Aspek implementasi yang dianalisis meliputi keragaman menu, kebersihan dan keamanan pangan, ketepatan distribusi, pemanfaatan pangan lokal, serta manfaat program. Sementara itu, keberlanjutan agribisnis diukur melalui keterlibatan pemasok lokal, penguatan ekonomi masyarakat, mutu pangan, dan prioritas penggunaan produk lokal. Penelitian dilakukan pada 50 ibu hamil dan ibu menyusui sebagai penerima manfaat di Kecamatan Lalabata, Sulawesi Selatan. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner dengan menggunakan skala Likert lima tingkat, kemudian dianalisis menggunakan metode PLS-SEM. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi program memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan agribisnis pangan lokal.  Pangan lokal dan ketepatan distribusi menjadi dimensi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap implementasi program.