Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sosialisasi Perencanaan Evaluasi Public Private Mix Penguatan Komitmen Penanggulangan Tuberkulosis di Kudus Arief Adi Saputro; Arina Lis Sa’adah; Navira Septiana Ulfa; Nindy Tanaya
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k4yavv86

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus Tuberkulosis terbesar kedua di dunia setelah India. Kasus TBC di Indonesia mengalami peningkatan salah satunya di kabupaten Kudus. Komitmen global dan nasional dalam penanggulangan Tuberkulosis dituangkan dalam Strategi End TB yang menargetkan penurunan kematian akibat Tuberkulosis sebesar 90% pada tahun 2030. Untuk mewujudkan visi tersebut, perlu adanya komitmen dari seluruh pemangku kepentingan dalam penanggulangan TBC di kabupaten Kudus. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi tentang perencanaan evaluasi bagi dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang berperan dalam penanggulangan TBC di kabupaten Kudus dalam memperkuat komitmen program penanggulangan TBC. Hasil setelah dilakukan sosialisasi kepada tenaga kesehatan di kabupaten Kudus yaitu peserta dapat memperkuat komitmen tenaga kesehatan dalam meningkatkan penanggulangan TBC di kabupaten Kudus.  
Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue Melalui Edukasi 3M Plus dan Peran Jumantik Navira Septiana Ulfa; Nindy Tanaya; Yunita Rusidah; Shinta Dwi Kurnia; Arief Adi Saputro; Arina Lis Sa’adah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/y6ynhv70

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian yang tinggi, terutama dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku masyarakat dalam pengendalian vektor. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus merupakan upaya pencegahan yang efektif, namun pelaksanaannya di masyarakat belum optimal akibat rendahnya pengetahuan dan keterlibatan aktif warga. Oleh karena itu, penguatan peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) menjadi penting sebagai penggerak utama pengendalian vektor berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat melalui edukasi PSN 3M Plus yang terintegrasi dengan penguatan peran Jumantik. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bae, Kabupaten Kudus, dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 20 peserta terdiri dari kader posyandu, ketua RT, dan anggota PKK RW. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, diskusi interaktif, serta demonstrasi visual pemantauan jentik menggunakan media PowerPoint. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 41,0 ± 14,0 pada pretest menjadi 83,5 ± 13,3 pada posttest. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi PSN 3M Plus dan penguatan peran Jumantik efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan masyarakat dalam pencegahan DBD. Kegiatan ini penting sebagai strategi pengendalian vektor berbasis komunitas yang perlu didukung secara berkelanjutan.  
Deteksi Dini Diabates Melalui Pemeriksaan Skrining Kadar Gula Darah Sewaktu Nindy Tanaya; Navira Septiana Ulfa; Yunita Rusidah; Shinta Dwi Kurnia; Arief Adi Saputro; Arina Lis Sa’adah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/casp7f66

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dengan pravalensi yang terus meningkat di Indonesia. Banyak penderita diabetes tidak menyadari kondisinya karena minimnya deteksi dini, sehingga berisiko mengalami komplikasi. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu (GDS) merupakan metode skrining yang sederhana dan mudah diterapkan di masyarakat sebagai upaya deteksi dini diabetes. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini diabetes melitus melalui pemeriksaan kadar gula darah sewaktu serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengendalian kadar gula darah. Kegiatan dilakukan pada masyarakat umum yang berada di Desa Karangsambong, Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dengan sasaran peserta usia >30 tahun. Metode yang digunakan berupa skrining kesehatan melalui pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakan glukometer. Data hasil pemeriksaan GDS dianalisis secara deskriptif. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagaian besar peserta memiliki kadar gula darah sewaktu dalam kategori normal, namun ditemukan sejumlah peserta dengan kadar gula >200 mg/dL yang berisiko atau mengarah pada diabetes melitus. Peserta dengan hasil tinggi diberikan edukasi kesehtana dan dianjurkan melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu efektif digunakan sebagai metode deteksi dini diabetes melitus dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat serta membantu penemuan dini individu berisiko diabetes sehingga dapat dilakukan tindak lanjut lebih awal.
Pelatihan Caregiver Keluarga dalam Merawat Lansia dengan Penyakit Degeneratif Shinta Dwi Kurnia; Arina Lis Sa'adah; Yunita Rusidah; Anisa Sholikhati; Nindy Tanaya; Navira Septiana Ulfa
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/5be01c69

Abstract

The decline in physiological functions in the elderly due to the aging process can be accompanied by degenerative diseases that can limit the independence of the elderly in activities of daily living (ADL). The task of families who act as primary caregiver s is very crucial, but is often hampered by limited knowledge and technical skills. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of family caregiver s in caring for the elderly with degenerative diseases independently at home. The location of this community service was carried out in Singocandi Village, Kudus Regency on April 20, 2026 with a total of 34 participants. The training methods used included interactive lectures (mini lectures), focus group discussions (FGDs), simulations and direct practice (hands-on practice), empathetic communication roleplays, educational video screenings and reflections. Evaluation of this training was carried out through pre-test and post-test instruments. The results of this training showed a significant increase in participant understanding, from an average score (mean) of 52% in the pre-test to 88% in the post-test. The results of the paired T-test statistical test showed a significant difference between the pre-test and post-test results of the training participants (p < 0.05). The conclusion based on these results is that this care training is effective in increasing the capacity of family caregiver s in optimizing care for the elderly with degenerative diseases. For more optimal results, longer-term training and mentoring by caregiver s is required.
Deteksi Escherichia coli dan Total Coliform pada Air Minum isi Ulang di Desa Singocandi Menggunakan Metode Membran Filter Navira Septiana Ulfa; Nindy Tanaya; Arief Adi Saputro; Shinta Dwi Kurnia
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.20199

Abstract

Air minum isi ulang banyak digunakan masyarakat karena lebih ekonomis dan mudah diperoleh, namun kualitas mikrobiologinya masih menjadi perhatian karena berisiko terkontaminasi bakteri dan menyebabkan gangguan kesehatan. Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus memiliki sekitar 6.914 penduduk yang tersebar dalam 1.911 kepala keluarga, sehingga kebutuhan air minum relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologi air minum isi ulang berdasarkan keberadaan E. coli dan total Coliform di Desa Singocandi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dari 6 depot air minum isi ulang di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan mikrobiologi menggunakan metode membran filter dan ditanam pada media Chromogenic Coliform Agar diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Observasi higiene dan sanitasi depot dilakukan menggunakan lembar checklist. Hasil penelitian menunjukan bahwa 4 dari 6 depot tidak memenuhi standar kualitas air minum karena masih ditemukan total Coliform dan E. coli dalam sampel. Dua depot memenuhi syarat karena tidak ditemukan kontaminasi bakteri E. coli dan total Coliform. Hasil observasi higiene dan sanitasi menunjukkan bahwa ketidaksesuaian paling banyak ditemukan pada aspek kondisi tempat dan higiene operator, sedangkan sebagian besar parameter pada aspek peralatan dan proses pengolahan air telah memenuhi persyaratan. Penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar air minum isi ulang di Desa Singocandi belum memenuhi standar kualitas mikrobiologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kondisi higiene dan sanitasi depot serta efektivitas proses pengolahan air berperan terhadap kualitas mikrobiologi air minum.Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sanitasi, pemeliharaan peralatan dan optimalisasi proses desinfeksi untuk menjamin keamanan air minum Kata kunci : Air minum isi ulang, Escherichia coli, total Coliform, kualitas mikrobiologi, higiene sanitasi, membran filter.
Perbandingan Penyimpanan terhadap Kualitas Bakteriologis Air Kelapa Kemasan Plastik dan Air Kelapa Segar Nindy Tanaya; Navira Septiana Ulfa; Arina Lis Sa’adah; Yunita Rusidah
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.8302

Abstract

Air kelapa merupakan minuman alami yang kaya akan nutrisi dan banyak dikonsumsi dalam bentuk segar maupun kemasan plastik. Proses penyimpanan berpotensi mempengaruhi kualitas bakteriologis air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas bakteriologis air kelapa segar dan air kelapa kemasan plastik berdasarkan penyimpanan menggunakan media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan total 16 sampel, terdiri dari 4 sampel air kelapa segar dan 12 sampel air kelapa kemasan plastik. Sampel diinokulasi pada media EMBA dan diinkubasi pada suhu 37ºC selama 24 jam. Pertumbuhan koloni diamati secara kualitatif berdasarkan ada atau tidaknya pertumbuhan serta karakteristik warna koloni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel air kemasan plastik 100% positif menunjukkan pertumbuhan koloni bakteri, sedangkan seluruh sampel air kelapa segar 100% tidak menunjukkan pertumbuhan koloni. Koloni yang terbentuk berwarna merah muda, yang mengindikasikan adanya bakteri koliform non-Escherichia coli, sementara koloni hijau metalik tidak ditemukan sehingga bakteri E. coli tidak terdeteksi secara presumtif. Dapat disimpulkan bahwa air kelapa kemasan plastik memiliki risiko lebih tinggi terhadap kontaminasi bakteri koliform dibandingkan air kelapa segar. Penelitian ini menekankan pentingnya pengawasan kebersihan, proses pengemasan dan kondisi penympanan.