Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Tentang Penyakit Ginjal Kronis (Chronic Kidney Disease/ CKD) pada Siswa SMA Pasundan 2 Kota Cimahi Budi Rustandi; Theophylia Melisa Manumara; Ajeung Devani; Rida Octavia Butar Butar; Dini Fitriani; Azkia Az Zahra; Novia Syifa Nurhaliza; Resa Laura; Alysah Gita Maharani; Novita Wulansari; Maulidina Puji Apriliani; Ayula Devina
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/weyv1y81

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan kondisi kerusakan struktur atau penurunan fungsi ginjal secara progresif dan ireversibel yang berlangsung lebih dari tiga bulan. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk pada kelompok remaja. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai faktor risiko, gejala awal, dan upaya pencegahan PGK menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMA Pasundan 2 Kota Cimahi mengenai Penyakit Ginjal Kronik melalui pendekatan edukatif. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi menggunakan media Power Point, pembagian leaflet edukatif, pre-test, sesi tanya jawab, serta post-test untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, tercermin dari kemampuan siswa menjawab pertanyaan pada sesi post-test dan kuis. Antusiasme dan partisipasi aktif siswa dalam sesi tanya jawab membuktikan, bahwa metode edukatif efektif meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai bahaya PGK, faktor risiko seperti hipertensi, diabetes mellitus, konsumsi obat tanpa resep, serta pentingnya hidrasi cukup dan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit ginjal kronik pada remaja
PREVALENSI DAN DETERMINAN KECEMASAN PADA REMAJA: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Nopi Yulandari; Fauziyyah Zull Heryanto; Nagia Nuramadani; Winda Hermawati; Agnia Fauziah; Rida Octavia Butar Butar; Verawati Verawati; Fitri Mawardiani; Azkia Azzahra; Novia Syifa Nurhaliza; Dina Audina Uswatun Hasanah; Anggia Ropik; Maulidina Puji Apriliani; Enur Atni; Juwita Lestari; Revalani Ayu Purti; Silvia Dwi Rahayu; Desi Trisnawati; Kania Azzahra; Giska Pebrianti; Deni Purnama; Meysa Maulida; Teguh Akbar Dwiyanto
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 4 (2026): Edisi Juli - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i4.8918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi dan determinan kecemasan pada remaja melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan menganalisis sepuluh artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar dalam rentang tahun 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecemasan pada remaja memiliki prevalensi yang cukup tinggi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi konsep diri negatif, ketidakmampuan mengelola emosi, serta ketakutan terhadap masa depan. Sementara itu, faktor eksternal meliputi tekanan akademik, pengalaman bullying, perubahan lingkungan sosial, kurangnya dukungan keluarga, serta dampak pandemi COVID-19. Berbagai intervensi seperti positive self-talk, teknik relaksasi deep breathing, terapi suportif, strategi koping adaptif, serta pendekatan spiritual terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan mental remaja. Kesimpulannya, kecemasan pada remaja merupakan masalah kompleks yang memerlukan pendekatan multidimensional melalui upaya promotif, preventif, dan intervensi berbasis psikologis serta spiritual secara berkelanjutan.