Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Penerapan Sistem Open Dumping di TΡΑ Nangkaleah Kabupaten Tasikmalaya terhadap Lingkungan dan Masyarakat Sekitar Meida Kusmiati; Fitri Nur'aini; Rani Nuraeni; Chindi Rahmawati; Esta Rendra
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan lingkungan di berbagai daerah di Indonesia, terutama pada tahap pengelolaan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Salah satu metode yang masih banyak diterapkan adalah sistem open dumping, yaitu pembuangan sampah secara terbuka tanpa pengolahan dan pengendalian yang memadai, yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penerapan sistem open dumping di TPA Nangkaleah Kabupaten Tasikmalaya terhadap kondisi lingkungan fisik serta masyarakat di sekitarnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif sederhana melalui pengukuran pH tanah dan pH air. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur dengan pengelola TPA serta masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di TPA Nangkaleah masih dilakukan dengan sistem open dumping akibat keterbatasan sarana dan prasarana operasional, seperti kerusakan alat berat dan tidak berfungsinya fasilitas pengolahan lindi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan, antara lain melalui perubahan karakteristik tanah, keberadaan air yang berbau di sekitar timbunan sampah, serta meningkatnya populasi vektor penyakit seperti lalat dan tikus. Meskipun demikian, masyarakat yang tinggal sekitar ±500 meter dari lokasi TPA umumnya hanya merasakan dampak terbatas, seperti keberadaan lalat dan tikus serta keluhan kesehatan ringan yang bersifat sporadis. Evaluasi terhadap regulasi menunjukkan bahwa pengelolaan TPA Nangkaleah belum sepenuhnya memenuhi ketentuan pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan sebagaimana diatur dalam kebijakan nasional. Oleh karena itu, peningkatan sarana operasional, pengembangan fasilitas pengolahan lindi, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam pengurangan dan pemilahan sampah menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Pengembangan Ekowisata Mangrove Berbasis Masyarakat dalam Mendukung Pengelolaan Pesisir Berkelanjutan di Desa Bedono Kabupaten Demak Erni Mulyanie; Meida Kusmiati
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v13i3.83746

Abstract

Wilayah pesisir memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun juga menghadapi berbagai tekanan lingkungan seperti abrasi, banjir rob, kenaikan muka air laut, dan perubahan penggunaan lahan yang memerlukan pengelolaan secara berkelanjutan. Desa Bedono, Kabupaten Demak, merupakan salah satu kawasan pesisir yang mengalami kondisi tersebut sekaligus memiliki potensi ekosistem mangrove yang dapat dikembangkan melalui ekowisata berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis berbagai hasil penelitian mengenai potensi ekosistem mangrove, peran masyarakat, serta pengembangan ekowisata mangrove berbasis masyarakat di Desa Bedono. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui tahapan penelusuran, seleksi, ekstraksi, analisis, dan sintesis berbagai artikel ilmiah serta buku yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Desa Bedono memiliki potensi ekologis, ekonomi, dan edukatif yang mendukung pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat dalam rehabilitasi mangrove, pengelolaan kawasan wisata, dan pengembangan usaha lokal menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan ekowisata. Namun, pengembangan ekowisata masih menghadapi tantangan berupa abrasi yang berkelanjutan, keterbatasan sarana dan prasarana wisata, serta perlunya penguatan kapasitas masyarakat dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan ekowisata mangrove berbasis masyarakat merupakan strategi yang berpotensi mendukung pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan melalui integrasi konservasi ekosistem, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan tata kelola kawasan.