Literasi budaya merupakan kompetensi mendasar yang perlu ditanamkan sejak usia dini sebagai fondasi pembentukan identitas bangsa dan pemahaman lintas budaya. Namun, fenomena degradasi budaya yang dipicu oleh arus globalisasi dan dominasi teknologi digital telah mengancam keberlangsungan warisan budaya lokal, termasuk permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran permainan tradisional Geunteut Bruek sebuah permainan rakyat dari Aceh dalam meningkatkan literasi budaya anak-anak usia sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap 20 sumber ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2025, mencakup jurnal pendidikan, kebudayaan, dan psikologi perkembangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Geunteut Bruek memuat nilai-nilai budaya yang kaya, meliputi nilai sosial, nilai moral, nilai historis, dan nilai estetika lokal yang secara inheren mendukung pengembangan literasi budaya. Permainan ini terbukti efektif sebagai media pembelajaran kontekstual yang memfasilitasi internalisasi nilai-nilai kearifan lokal secara alami dan menyenangkan. Di samping itu, artikel ini juga membahas upaya-upaya pelestarian yang telah dan perlu dilakukan, serta tantangan dan solusi yang relevan dalam konteks pendidikan kontemporer. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa integrasi Geunteut Bruek dalam kurikulum pendidikan formal berpotensi menjadi strategi efektif dalam menguatkan literasi budaya generasi muda Aceh.