p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGROINOTEK
Latifah, Hanif
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Jerami Jagung untuk Memperbaiki Distribusi Pori Tanah Berpasir dari Kebun Kopi Rakyat di Desa Bambang Kecamatan Wajak, Malang Salma, Siti; Latifah, Hanif; Rahmanda, Muhammad; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.01.03

Abstract

Tanah berpasir biasanya dikenal memiliki karakteristik yang kurang baik seperti tekstur kasar, berat jenis tinggi, struktur gembur, porositas tinggi, daya menahan air rendah dan miskin bahan organik. Desa Bambang yang terletak di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah dengan karakteristik tanah bertekstur berpasir. Tekstur berpasir dan porositasnya yang didominasi oleh pori-pori makro mengakibatkan tanah ini memiliki daya menahan air yang rendah. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan pemberian bahan organik pada tanah berpasir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dosis jerami jangu terhadap berat jenis tanah, porositas total tanah dan sebaran pori tanah. Penelitian inkubasi tanah di rumah kaca menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan sebagai berikut: (1) Tanah lapisan atas 0-30 cm tanpa jerami jagung, (2) Tanah lapisan atas 0-30 cm + jerami jagung 5 Mg.ha-1, (3) Tanah lapisan atas 0-30 cm + jerami jagung 10 Mg.ha-1, (4) Tanah lapisan atas 0-30 cm + jerami jagung 15 Mg.ha-1, dan (5) Tanah lapisan atas 0-30 cm + jerami jagung 20 Mg.ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jerami jagung dosis 20 Mg.ha-1 pada tanah berpasir asal Desa Bambang Kecamatan Wajak dapat memperbaiki sifat fisik tanah berpasir yaitu menurunkan berat jenis tanah, meningkatkan porositas total tanah, serta meningkatkan pori meso, pori mikro dan mengurangi pori makro tanah.
Kombinasi Kompos Dan Tanah Liat Untuk Memperbaiki Kualitas Tanah Berpasir Dari Kebun Kopi Rakyat Di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Malang Latifah, Hanif; Safira, Nabila; Aulia, Siti Salma; Ifadah, Nisfi Fariatul
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.03

Abstract

Desa Bambang, Kecamatan Wajak merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang saat ini tengah dikembangkan untuk budidaya kopi. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa tanah di lahan Kopi Desa Bambang memiliki karakteristik tanah berpasir seperti strukturnya yang lemah dan mudah mengalirkan air. Hal ini menyebabkan tanah menjadi porous dan air mudah keluar. Pergerakan air dalam tanah yang diukur pada kondisi jenuh air disebut dengan konduktivitas hidrolik jenuh (KHS). KHS dipengaruhi oleh berbagai sifat tanah seperti kapasitas air tersedia (KAW) dan bahan organik tanah (BOT). Upaya perbaikan sifat tanah dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya erosi dengan cara menambahkan kompos dan tanah liat ke dalam tanah berpasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penambahan lempung dan kompos dapat meningkatkan kapasitas air tersedia (KAW) tanah. Perlakuan penambahan kompos 20 Mg.ha-1 dan lempung 50% memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan KHS hingga 24,27%v/v atau meningkat 49% dibandingkan kontrol. (2) Penambahan lempung dan kompos terbukti dapat menurunkan kecepatan konduktivitas hidrolik jenuh tanah. Hasil terbaik pada tanah kedalaman 0 – 30 cm terdapat pada perlakuan penambahan kompos 20 Mg.ha-1 dan lempung 50% dengan nilai SHC 5,41 cm jam-1 dengan penurunan sekitar 61% dibanding kontrol. (3) Daya tampung air tersedia, prosentase lempung, porositas tanah dan C organik tanah secara bersama-sama mempengaruhi konduktivitas hidrolik jenuh (SHC) tanah. Kandungan C organik tanah memberikan pengaruh terbesar terhadap konduktivitas hidrolik jenuh tanah, diikuti oleh daya tampung air tersedia, prosentase fraksi lempung, dan porositas tanah total.Â