Tanah inceptisol pada umumnya memiliki sifat fisik sedang hingga tinggi. Namun, sifat fisik tersebut dapat menurun apabila terdapat faktor pembatas pada lahan, yaitu derajat kemiringan. Pada lereng yang curam, laju infiltrasi tanah menurun, hal ini menyebabkan peningkatan limpasan permukaan dan erosi tanah (Dewi et al., 2012). Limpasan permukaan menyebabkan pengangkutan bahan organik tanah ke bagian lahan yang lebih rendah. Pengolahan tanah dengan menambahkan kompos atau pupuk kandang ke dalam tanah dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan meningkatkan kandungan C-organik tanah, yaitu meningkatkan kapasitas infiltrasi tanah, meningkatkan kapasitas lengas tanah tersedia, serta mengurangi limpasan permukaan dan erosi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RAK) dengan 8 perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak 4 kali sehingga jumlah pot yang digunakan sebanyak 32 pot. Perlakuan yang diberikan meliputi P1 (Kontrol + Tanah Atas), P2 (Kontrol + Tanah Bawah), P3 (Kompos + Tanah Atas), P4 (Kompos + Tanah Bawah), P5 (Pupuk kandang sapi + Tanah Atas), P6 (Pupuk kandang sapi + Tanah Bawah), P7 (Pupuk kandang kambing + Tanah Atas), P8 (Pupuk kandang kambing + Tanah Bawah). Penambahan pupuk organik terbukti dapat memperbaiki sifat fisik tanah. Penambahan pupuk kandang sapi (1000 g/pot) pada tanah atas (0 – 30 cm) (perlakuan P5) merupakan perlakuan terbaik. Perlakuan ini dapat menurunkan berat jenis tanah, meningkatkan porositas tanah, meningkatkan nilai DMR agregat tanah, meningkatkan kapasitas lapang, meningkatkan titik layu permanen, menurunkan porositas makro, meningkatkan porositas meso, meningkatkan porositas mikro dan meningkatkan daya tampung air tersedia.Â