Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FORMULASI KEBIJAKAN LINGKUNGAN DALAM KERANGKA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN: STUDI KASUS PROGRAM RIAU HIJAU Kinanti Indah Safitri; Amir Syamsuadi; Bela Putri Anjani; Wahyudi Rambe
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 8 No 01 (2025): Januari 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jdp.v8i01.5598

Abstract

Provinsi Riau, sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, eksploitasi yang intensif ini telah menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan, termasuk kerusakan ekosistem gambut, deforestasi, kebakaran lahan, abrasi pantai, dan konflik tenurial. Isu degradasi lingkungan di Riau mencerminkan ketidakseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan, yang membutuhkan intervensi kebijakan yang holistik dan berkelanjutan. Program Riau Hijau dirancang untuk mengatasi tantangan degradasi lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam intensif, seperti kerusakan ekosistem gambut, deforestasi, dan limbah industri. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali dinamika formulasi kebijakan melalui wawancara mendalam, studi pustaka, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Riau Hijau mengutamakan pengendalian kerusakan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, dan pengembangan energi terbarukan. Proses formulasi kebijakan melibatkan agenda setting, identifikasi masalah, evaluasi alternatif, serta konsultasi multi-pihak, termasuk masyarakat lokal, akademisi, dan sektor swasta. Temuan utama menyoroti pentingnya keterlibatan pemangku kepentingan, data berbasis bukti, dan pendekatan adaptif dalam memastikan keberlanjutan lingkungan. Program ini menawarkan potensi besar untuk menjadi model kebijakan pembangunan yang harmonis antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan, meskipun tantangan kelembagaan dan koordinasi lintas sektor tetap memerlukan perhatian lebih lanjut. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas pemerintah daerah, peningkatan mekanisme pengawasan, serta integrasi pendekatan berbasis lanskap untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang.
Inovasi Campuran AC-WC Berbasis Surfaktan Aspal Hangat Sebagai Modifikasi Asbuton Rendah Emisi Fitra Ramdhani; Kinanti Indah Safitri; Ahmad Kurnain
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1934

Abstract

Kebutuhan infrastruktur jalan berkelanjutan menuntut inovasi campuran aspal kuat secara struktural namun rendah emisi. Asbuton berpotensi menjadi substitusi aspal minyak ramah lingkungan, namun rentan stripping sehingga memerlukan aditif adhesi. Belum ada penelitian yang mengombinasikan Asbuton B5/20 dengan Evotherm pada campuran AC-WC, menjadikan kombinasi ini kebaruan utama penelitian. Evotherm dipilih karena mekanisme surfaktannya menurunkan tegangan permukaan aspal sehingga memperbaiki pembasahan aspal-agregat pada suhu lebih rendah tanpa pra-pengolahan kompleks. Metode Penelitian eksperimental laboratorium mengacu SNI 06-2489-1991 dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2, menguji agregat, aspal, ekstraksi Asbuton, dan Marshall (Stabilitas, Flow, MQ, VIM, VMA, VFA) secara deskriptif-komparatif terhadap spesifikasi Bina Marga. Hasil penelitian paling signifikan: Stabilitas (1294,6-1531,2 kg) dan VFA (73,2-82,9%) memenuhi spesifikasi pada seluruh variasi Asbuton, namun Flow melampaui batas atas pada kadar 5% ke atas. Penelitian ini berkontribusi memberikan bukti awal kelayakan teknis kombinasi Asbuton-Evotherm sebagai basis formulasi aspal rendah emisi, dengan optimasi kadar Asbuton diperlukan agar Flow memenuhi spesifikasi. Sustainable road infrastructure requires asphalt mixtures that are structurally strong yet low-emission. Asbuton is a promising eco-friendly substitute for petroleum asphalt, but its susceptibility to stripping necessitates an additive to improve adhesion. To date, no study has combined B5/20 granular Asbuton with Evotherm in an AC-WC mixture, making this combination the primary novelty of the present research. Evotherm was selected because its surfactant mechanism lowers asphalt surface tension, thereby improving asphalt-aggregate wetting at lower temperatures without requiring complex pre-processing. The laboratory-experimental method followed SNI 06-2489-1991 and Bina Marga's 2018 General Specifications (Revision 2), examining aggregate and asphalt properties, Asbuton extraction, and Marshall parameters (Stability, Flow, MQ, VIM, VMA, VFA) descriptively and comparatively against the specification limits. The most significant findings show that Stability (1294.6-1531.2 kg) and VFA (73.2-82.9%) met specifications across all Asbuton variations, whereas Flow exceeded the upper limit at Asbuton contents of 5% and above. This study contributes preliminary evidence of the technical feasibility of the Asbuton-Evotherm combination as a basis for low-emission asphalt formulations, with further optimization of Asbuton content required to bring Flow values within specification.