Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Tingkat keberlanjutan terhadap aspek pengelolaan sumur tua secara tradisional di Bojonegoro Jawa Timur Ahmad Kurnain; Yusni Ikhwan Siregar; Sri Indarti; Suwondo Suwondo
Jurnal Zona Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/zona.v5i1.7

Abstract

This study aims to determine the sustainability status of the Re-Opening Oil Wells of Bojonegoro Regency, East Java, Indonesia. The method used in this research is Multidimensional Scaling analysis which is implemented using Rap-Re-Opening Oil Wells software. Existing status of Wells Bojonegoro Re-Opening Oil Sustainability Less Sustainable with the weighting value of each dimension is 34.56%, 39.73%, 45.25%, 37.90%, 57.00%. The strategy to increase the addition of status values from the 5 dimensions of the Sustainability Index, evaluated only one dimension that is sustainable with a fairly good status. The results obtained from the improvement scenario obtained by the respective percentage figures as follows; Ecology 41.44%, Economics 61.62%, Social and Culture 45.25%, Technology 42.02%, Institutional 61, 29%. Thus the strategy to increase sustainable status can be improved by the Oil Wells Rap-Re-Opening Method.
Analysis of 2D Beam Structure Using the Matrix Method Using the PTC Mathcad and SAP2000 Applications Yazid, Muhammad; Doni Rinaldi Basri; Ahmad Kurnain; Muhammad Defri Wahyudi
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v5i1.9208

Abstract

Concrete beam structure that functions as an element to support bending loads and shear forces. The PTC Mathcad application software has a built-in matrix method, which makes it very easy to use to create simple structural analysis programs using the stiffness matrix method. The aim of this research is to create a simple analysis program using the PTC Mathcad application to analyze 2D beam structures using the matrix method and compare the analysis results with the SAP2000 application. PTC Mathcad and SAP2000 analysis will produce joint reaction values ​​for force, moment, and joint displacement for each beam model. Based on the results of the comparative analysis of internal force results produced from the PTC Mathcad application and the SAP2000 application, it was found that the
Analisis Perbandingan Parameter Model Mock dan Nreca Dalam Prediksi Aliran Rendah (Studi Kasus: DAS Siak Bagian Hulu) Husaini, Rizki Ramadhan; Ningrum, Puspa; Alputra, Giya Naufal; Kurnain, Ahmad
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i3.63

Abstract

Analisis aliran rendah (low flow) merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan sumber daya air, terutama untuk menjaga keberlanjutan pasokan air pada musim kering dan mengelola dampak kekeringan. Beberapa model hidrologi untuk analisis aliran rendah dapat digunakan termasuk Metode Mock dan NRECA. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode tersebut dalam analisis debit lapangan guna mendapatkan hasil yang terbaik. Uji model Mock dan NRECA dilakukan menggunakan tiga parameter utama dan dievaluasi berdasarkan berbagai kriteria penilaian kinerja model. Pada DAS Siak Bagian Hulu, hasil uji dengan menggunakan Metode Mock menunjukkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,405, volume error (VE) sebesar 3,735 %, dan koefisien efisiensi (CE) sebesar -1,106. Sementara itu, hasil untuk Metode NRECA memberikan koefisien korelasi (R) sebesar 0,456, volume error (VE) sebesar 4,866 %, dan koefisien efisiensi (CE) sebesar -2,462. Secara keseluruhan, hasil analisis debit lapangan terbaik di DAS Siak Bagian Hulu ditunjukkan oleh metode Mock dibandingkan dengan NRECA
The Effect of Coconut Shell Mix as a Coarse Aggregate Substitute on Concrete Compressive Strength Yazid, Muhammad; Puspa Ningrum; Ahmad Kurnain; Tony Hartono Bagio; Sihol Marudut Tua Sinaga
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v5i2.10088

Abstract

Coconut shell waste is one type of agricultural waste that is often underutilized, despite its potential as an alternative material in concrete construction. This study aims to examine the effect of using coconut shells as coarse aggregate in concrete, focusing on the compressive strength of the concrete. Standard concrete with varying coconut shell proportions of 0%, 2%, 4%, 6%, and 8% was tested to observe differences in compressive strength. The results showed that as the percentage of coconut shell in the concrete mix increased, the compressive strength tended to decrease. Concrete with coconut shell proportions of 2%, 4%, 6%, and 8% exhibited average compressive strengths of 16.416 MPa, 16.327 MPa, 14.817 MPa, and 13.779 MPa, respectively, compared to normal concrete with an average compressive strength of 20.008 MPa. This decrease in compressive strength is attributed to the physical properties of coconut shells, which have lower density compared to conventional aggregates. Nevertheless, the use of coconut shells as coarse aggregate offers environmental and economic benefits, such as reducing waste and dependence on limited natural resources.
Analisis Perencanaan Pondasi Bore Pile dan Tiang Pancang Beton Gedung Riau Town Square, Pekanbaru: Tinjauan Stabilitas dan Dampak Lingkungan Ahmad Kurnain; Irwan Effendi; Tony Hartono Bagio; Apriyan D Rakhmat
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i1.104

Abstract

Pembangunan gedung bertingkat memerlukan sistem pondasi yang direncanakan dengan baik untuk menjamin kestabilan struktur, terutama pada kondisi tanah bawah permukaan yang bervariasi. Penelitian ini mengkaji desain pondasi bore pile dan tiang pancang beton pracetak untuk pembangunan Gedung Riau Town Square di Pekanbaru, dengan fokus pada analisis kestabilan serta pertimbangan dampak lingkungan. Data tanah diperoleh melalui investigasi lapangan, termasuk uji Cone Penetration Test (CPT), logging bor, dan Standard Penetration Test (SPT). Hasil analisis menunjukkan bahwa lapisan tanah padat, yang ditandai dengan nilai SPT (N) ? 30, ditemukan pada kedalaman sekitar 12 hingga 18 meter. Hasil CPT menunjukkan nilai tahanan konus (qc) melebihi 150 kg/cm² pada kedalaman yang sama. Berdasarkan perhitungan daya dukung tanah dan beban struktur yang direncanakan, pondasi bore pile dengan diameter 60 cm dan kedalaman 18 meter mampu memberikan daya dukung izin sekitar 400 kN per tiang. Sebagai alternatif, penggunaan tiang pancang beton pracetak berukuran 35x35 cm dengan kedalaman lebih dari 20 meter juga memungkinkan, dengan kapasitas izin berkisar antara 350 hingga 400 kN per tiang. Dari sudut pandang lingkungan, pondasi bore pile lebih disukai karena menghasilkan getaran dan tingkat kebisingan yang lebih rendah dibandingkan dengan tiang pancang. Oleh karena itu, bore pile dianggap sebagai solusi yang lebih stabil dan ramah lingkungan untuk lokasi pembangunan ini.
EDUKASI DAN PENERAPAN TEKNOLOGI SEDERHANA PENGELOLAAN AIR BERSIH DI PONDOK PESANTREN AL QUDS PUTRA Rahmat Tisnawan; Toni Hartono Bagio; Doni Rinaldi Basri; Ahmad Kurnain; Afin Surya; Suci Shinta Lestari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.37335

Abstract

Pondok Pesantren Al-Quds Putra menghadapi tantangan dalam menyediakan air bersih yang memadai, yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan santri dan lingkungan pesantren. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada edukasi dan penerapan teknologi sederhana pengolahan air bersih dengan metode filtrasi. Sistem filtrasi yang digunakan terdiri dari beberapa lapisan pasir, kerikil, dan karbon aktif yang berfungsi untuk menyaring partikel besar dan kotoran dari air. Kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi dan pelatihan kepada santri dan pengurus pesantren mengenai pentingnya air bersih dan teknik pengolahan yang benar. Pemasangan sistem filtrasi dilakukan secara partisipatif, melibatkan seluruh elemen pesantren untuk memastikan pemahaman dan keterlibatan aktif. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas air yang memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Selain itu, edukasi yang diberikan juga berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan santri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi sederhana pengolahan air bersih di Pondok Pesantren Al-Quds berhasil meningkatkan kualitas air dan kesadaran lingkungan
PEMANFAATAN DRONE UNTUK PEMBELAJARAN PEMETAAN TOPOGRAFI DAN BATAS WILAYAH PEMERINTAHAN DI SMK N 5 RUMBAI KOTA PEKANBARU Rizki Ramadhan Husaini; Doni Rinaldi Basri; Ahmad Kurnain; M Fajar Anugerah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.37438

Abstract

Kemajuan teknologi dalam bidang pemetaan dan survei telah membuka peluang baru bagi dunia pendidikan, terutama dalam pengajaran geografi, sains, dan teknologi. Salah satu teknologi yang semakin banyak digunakan dalam pemetaan topografi adalah drone atau pesawat tanpa awak. Di tingkat sekolah menengah, pengenalan teknologi ini menjadi penting agar siswa mendapatkan wawasan yang mendalam tentang aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi secara praktis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di SMK N 5 Rumbai Kota Pekanbaru yang bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada teknologi drone serta memberikan pemahaman mengenai aplikasinya dalam pemetaan topografi dan pembuatan batas wilayah pemerintahan. Untuk melaksanakan kegiatan ini, tiga pendekatan digunakan: sosialisasi, pelatihan, dan simulasi. Sosialisasi melibatkan materi, diskusi, dan tanya jawab tentang pengenalan teknologi drone dan contoh pemanfaatannya dalam bidang keilmuan geografi. Sementara itu, pelatihan dan simulasi melibatkan penyebaran materi tentang pengoperasian drone dan contoh penggunaan langsungnya di lapangan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, siswa memperluas pemahaman mereka tentang betapa pentingnya menggunakan teknologi drone untuk pemetaan daripada menggunakan alat total station yang ada di sekolahnya yang dioperasikan secara manual. Mereka tidak hanya memperoleh pemahaman akademik yang lebih baik, tetapi kegiatan ini juga membuka mata mereka pada peluang karir di bidang teknik sipil, dan sistem informasi geografis. Beberapa siswa mengatakan mereka ingin belajar lebih banyak tentang teknologi drone untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Cost and Schedule Comparison of Bauxite Soil Embankment Works for Open Storage Yard Development in the Futong Coastal Area, Siak, Indonesia Ahmad Kurnain; Muhammad Yazid; Rahmat Tisnawan; Doni Rinaldi Basri
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1824

Abstract

This study aims to analyze the comparative efficiency of cost and time in soil transportation using two methods: 300-foot barges and 250-foot barges, within a reclamation project. The research employs a descriptive quantitative method with a comparative approach to assess volume, cost, and completion time. The analysis indicates that using a 300-foot barge, with a transport capacity of 8,000 tons or approximately 3,810 m³ per trip, can complete a total workload of 1,000,000 m³ within 350 working days. The total cost for this method amounts to IDR 600 billion. In comparison, the 250-foot barge method requires a higher cost of IDR 650 billion for the same volume of work. Based on these calculations, the 300-foot barge method is deemed more efficient in both cost and time, offering a cost savings of IDR 50 billion and a more consistent execution timeline. The findings of this study are expected to serve as a reference for planning and decision-making regarding soil material transportation methods in future projects of similar scope.
Inovasi Campuran AC-WC Berbasis Surfaktan Aspal Hangat Sebagai Modifikasi Asbuton Rendah Emisi Fitra Ramdhani; Kinanti Indah Safitri; Ahmad Kurnain
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1934

Abstract

Kebutuhan infrastruktur jalan berkelanjutan menuntut inovasi campuran aspal kuat secara struktural namun rendah emisi. Asbuton berpotensi menjadi substitusi aspal minyak ramah lingkungan, namun rentan stripping sehingga memerlukan aditif adhesi. Belum ada penelitian yang mengombinasikan Asbuton B5/20 dengan Evotherm pada campuran AC-WC, menjadikan kombinasi ini kebaruan utama penelitian. Evotherm dipilih karena mekanisme surfaktannya menurunkan tegangan permukaan aspal sehingga memperbaiki pembasahan aspal-agregat pada suhu lebih rendah tanpa pra-pengolahan kompleks. Metode Penelitian eksperimental laboratorium mengacu SNI 06-2489-1991 dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2, menguji agregat, aspal, ekstraksi Asbuton, dan Marshall (Stabilitas, Flow, MQ, VIM, VMA, VFA) secara deskriptif-komparatif terhadap spesifikasi Bina Marga. Hasil penelitian paling signifikan: Stabilitas (1294,6-1531,2 kg) dan VFA (73,2-82,9%) memenuhi spesifikasi pada seluruh variasi Asbuton, namun Flow melampaui batas atas pada kadar 5% ke atas. Penelitian ini berkontribusi memberikan bukti awal kelayakan teknis kombinasi Asbuton-Evotherm sebagai basis formulasi aspal rendah emisi, dengan optimasi kadar Asbuton diperlukan agar Flow memenuhi spesifikasi. Sustainable road infrastructure requires asphalt mixtures that are structurally strong yet low-emission. Asbuton is a promising eco-friendly substitute for petroleum asphalt, but its susceptibility to stripping necessitates an additive to improve adhesion. To date, no study has combined B5/20 granular Asbuton with Evotherm in an AC-WC mixture, making this combination the primary novelty of the present research. Evotherm was selected because its surfactant mechanism lowers asphalt surface tension, thereby improving asphalt-aggregate wetting at lower temperatures without requiring complex pre-processing. The laboratory-experimental method followed SNI 06-2489-1991 and Bina Marga's 2018 General Specifications (Revision 2), examining aggregate and asphalt properties, Asbuton extraction, and Marshall parameters (Stability, Flow, MQ, VIM, VMA, VFA) descriptively and comparatively against the specification limits. The most significant findings show that Stability (1294.6-1531.2 kg) and VFA (73.2-82.9%) met specifications across all Asbuton variations, whereas Flow exceeded the upper limit at Asbuton contents of 5% and above. This study contributes preliminary evidence of the technical feasibility of the Asbuton-Evotherm combination as a basis for low-emission asphalt formulations, with further optimization of Asbuton content required to bring Flow values within specification.
Analisis Konstruksi Substruktur Jembatan Rangka Baja Sungai Rokan Kiri di Kota Tengah Kabupaten Kampar Ahmad Kurnain; Muhammad Yazid; Rahmat Tisnawan; Doni Rinaldi Basri; Puspa Ningrum
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1261

Abstract

Penelitian ini membahas perencanaan teknis bangunan bawah jembatan, khususnya abutment pada Jembatan Rangka Baja Sungai Rokan Kiri di Kota Tengah, Kabupaten Kampar. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur dan studi desain, dengan pengumpulan data primer berupa hasil sondir, data tanah, topografi, serta hidrografi aliran sungai. Analisis dilakukan terhadap beban yang bekerja pada abutment, meliputi beban vertikal, beban horizontal, serta tekanan tanah lateral. Faktor keamanan terhadap geser (SF-{geser}) dan guling (SF-{guling}) dihitung untuk memastikan stabilitas konstruksi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa abutment yang direncanakan memenuhi kriteria keamanan yang dipersyaratkan, baik terhadap gaya geser maupun gaya guling, sesuai dengan standar peraturan Departemen Pekerjaan Umum. Dengan demikian, rancangan bangunan bawah jembatan ini dapat dinyatakan layak secara teknis dan aman digunakan dalam mendukung beban lalu lintas di atasnya.   This study discusses the technical planning of bridge substructures, particularly the abutment of the Steel Truss Bridge over the Rokan Kiri River in Kota Tengah, Kampar Regency. The research methods employed include a literature review and design study, with primary data collection consisting of cone penetration test (CPT) results, soil data, topographic data, and river flow hydrology data. The analysis focuses on the loads acting on the abutment, including vertical loads, horizontal loads, and lateral earth pressure. Safety factors against sliding (SF_sliding) and overturning (SF_overturning) are calculated to ensure the structural stability of the abutment. The calculation results indicate that the planned abutment meets the required safety criteria against both sliding and overturning forces in accordance with the standards set by the Ministry of Public Works. Therefore, the design of the bridge substructure can be considered technically feasible and safe to support traffic loads above it.